
Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) kompak memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan berada di level Rp17.500 per dolar AS pada 2027.
Bank Indonesia sendiri sebelumnya memproyeksikan, kurs rupiah akan bergerak di kisaran Rp 16.800-17.500 per dolar AS saat pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 bersama permintah dan DPR.
Namun, saat pembahasan RAPBN 2027 bersama dengan pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR, proyeksi kurs rupiah menjadi di level Rp 17.500 per dolar AS.
“Itu seharusnya sesuai dengan RAPBN Rp 17.500,” kata Deputi Gubernur BI AIda S Budiman dalam rapat kerja dengan pemerintah dan Banggar DPR, Kamis (27/8/2026).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah dalam asumsi makro RAPBN 2027 memang memperkirakan kurs rupiah akan berada di level Rp 17.500 per dolar AS. Seiring dengan rata-rata imbal hasil SBN tenor acuan 10 tahun di level 6,9%.
Ia pun mengungkapkan, asumsi makro untuk kurs dan yield atau imbal hasil SBN 10 tahun itu sesuai dengan upaya pemerintah untuk memperkuat stabilitas makro, menjaga arus modal, meningkatkan investasi dan ekspor, hingga pengelolaan utang.
“Seiring dengan kebijakan pemerintah untuk perkokoh stabilitas makro, menjaga arus modal, meningkatkan investasi, dan kinerja ekspor, serta pengelolaan pembiayaan yang pruden,” kata Purbaya.
(arj/arj)


















