• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Raja Gula Dunia dari RI, Bisnis Runtuh dalam Semalam

Raja Gula Dunia dari RI, Bisnis Runtuh dalam Semalam

September 6, 2026
Saldo Minimal Nasabah Prioritas Mandiri, BRI, BNI per September 2026

Saldo Minimal Nasabah Prioritas Mandiri, BRI, BNI per September 2026

September 6, 2026
Video:Sekuritas Soal Efek Perubahan Kriteria Saham di Papan Pemantauan

Video:Sekuritas Soal Efek Perubahan Kriteria Saham di Papan Pemantauan

September 6, 2026
Momen Anggito Ungkap 3 Rahasia Sukses! Anak Muda Wajib Tahu

Momen Anggito Ungkap 3 Rahasia Sukses! Anak Muda Wajib Tahu

September 6, 2026
BTN Rombak 5 Direksi, Generasi Muda Disiapkan Percepat Transformasi

BTN Rombak 5 Direksi, Generasi Muda Disiapkan Percepat Transformasi

September 6, 2026
Amankan Keuangan, WTON Hati-hati Ekspansi Proyek Luar Negeri

Amankan Keuangan, WTON Hati-hati Ekspansi Proyek Luar Negeri

September 6, 2026
Cara Cek KTP Anda Dipakai Pinjol atau Tidak, Jangan Sampai Tak Tahu

Cara Cek KTP Anda Dipakai Pinjol atau Tidak, Jangan Sampai Tak Tahu

September 6, 2026
Efek Harga BBM & Bikin Biaya Angkut Melonjak ke Bisnis Es Krim

Efek Harga BBM & Bikin Biaya Angkut Melonjak ke Bisnis Es Krim

September 6, 2026
Siap-Siap Dihantam Krisis, Negara Ini Langsung Kebanjiran Emas

Siap-Siap Dihantam Krisis, Negara Ini Langsung Kebanjiran Emas

September 6, 2026
Ciri-Ciri Orang Kelas Menengah di Sekitar Kita, Anda Termasuk?

Ciri-Ciri Orang Kelas Menengah di Sekitar Kita, Anda Termasuk?

September 6, 2026
Potret Keramaian Booth LPS di Lampung Financial Festival 2026

Potret Keramaian Booth LPS di Lampung Financial Festival 2026

September 6, 2026
Pasar Waspada Suku Bunga The Fed Naik, Apa Efeknye ke BI Rate?

Pasar Waspada Suku Bunga The Fed Naik, Apa Efeknye ke BI Rate?

September 6, 2026
Ekonomi RI Tembus 5,29%, Kemenkeu Bongkar Rahasianya di Lampung

Ekonomi RI Tembus 5,29%, Kemenkeu Bongkar Rahasianya di Lampung

September 6, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, September 6, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Raja Gula Dunia dari RI, Bisnis Runtuh dalam Semalam

40 minutes ago
in News
Raja Gula Dunia dari RI, Bisnis Runtuh dalam Semalam
Share on FacebookShare on Twitter




 

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini. Khusus terkait bencana, naskah ini diharapkan bisa membangun kesadaran dan kewaspadaan terhadap mitigasi bencana.

 

Jakarta, CNBC Indonesia — Sejumlah konglomerasi besar di Indonesia memiliki perjalanan bisnis dalam menjalankan usahanya. Salah satunya Oei Tiong Ham Concern (OTHC), perusahaan gula asal Semarang yang pernah menjadi pemain utama di pasar gula Asia hingga dunia.

Pengusaha Tionghoa kelahiran Semarang, Oei Tiong Ham, mendirikan OTHC pada 1893. Dalam perkembangannya, konglomerasi tersebut membangun empat anak usaha di sektor gula yang tersebar hingga India, Singapura, dan London.

Lewat besarnya gurita bisnis, tulis Onghokham di Konglomerat Oei Tiong Ham (1992), OTHC berhasil mengekspor gula sebanyak 200 ribu ton hingga mengalahkan perusahaan Barat dalam kurun 1911-1912. Bahkan, di waktu bersamaan, OTHC sukses menguasai 60% pasar gula di Hindia Belanda.

Berkat besarnya bisnis itu, tak heran kalau Oei Tiong Ham memiliki kekayaan 200 juta gulden. Sebagai catatan, uang 1 gulden pada 1925 bisa membeli 20 kg beras. Jika harga beras Rp 10.850/kg, diperkirakan harta kekayaannya senilai Rp 43,4 triliun.

Namun, setelah Oei Tiong Ham meninggal pada 6 Juli 1942. Setelahnya terjadi berbagai masalah yang mendera perusahaan hingga terpaksa runtuh dalam waktu satu malam.

Cerita bermula saat para pewaris OTHC mengajukan tuntutan ke pengadilan Belanda untuk menuntut Bank Indonesia cabang Amsterdam. Mereka ingin meminta kembali uang deposito jutaan gulden yang disimpan ke De Javasche Bank (cikal bakal Bank Indonesia) sebelum Perang Dunia II atau tahun 1942.

Tujuan permintaan ini karena pemerintah Indonesia ingin memakai uang itu untuk membangun pabrik gula. Bagi para pewaris, pemerintah tidak berhak menggunakan uang warisan dari perusahaan.

Singkat cerita, tuntutan itu lantas dimenangkan oleh para pewaris. Pengadilan Belanda mengharuskan pemerintah mengembalikan dana depositonya. Pemerintah pun manut, tetapi pihak keluarga menganggap ini adalah awal dari malapetaka kerajaan bisnis OTHC.

“Pengembalian inilah yang menurut Oei Tjong Tay (putra Oei Tiong Ham) mendorong pemerintah mencari-cari alasan untuk menyita seluruh aset OTHC di Indonesia,” tulis Benny G. Setiono dalam Tionghoa dalam Pusaran Politik (2003).

Tak lama berselang, setelah tuntutan itu, pada 1961 tiba-tiba pengadilan Semarang memanggil para pemilik saham Kian Gwan, yang merupakan roda penggerak utama konglomerasi OTHC. Pemanggilan ini untuk mengadili mereka di sidang ekonomi karena dianggap melanggar peraturan tentang valuta asing.

Akibat seluruh pewaris tinggal di luar negeri dan tidak ada pembelaan, maka pengadilan Semarang memutus OTHC bersalah. Tepat pada 10 Juli 1961, barang-barang bukti yang tersangkut peristiwa dirampas dan disita negara.

Penyitaan yang terjadi dalam waktu sehari itu termasuk juga harta warisan Oei Tiong Ham. Dengan kata lain, seluruh aset OTHC dan keluarga Oei disita. Hasil penyitaan inilah yang menjadi aset untuk modal pendirian BUMN tebu bernama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) pada 1964.

Setelah pengambilalihan oleh negara itulah, jejak bisnis konglomerasi besar OTHC selama puluhan tahun di zaman kolonial hilang begitu saja. Bahkan, keturunan Oei Tiong Ham pun gaungnya tidak lagi terdengar, hanya tinggal sejarah.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Raja Gula Dunia dari RI, Bisnis Runtuh dalam Semalam

Raja Gula Dunia dari RI, Bisnis Runtuh dalam Semalam

September 6, 2026
Saldo Minimal Nasabah Prioritas Mandiri, BRI, BNI per September 2026

Saldo Minimal Nasabah Prioritas Mandiri, BRI, BNI per September 2026

September 6, 2026
Video:Sekuritas Soal Efek Perubahan Kriteria Saham di Papan Pemantauan

Video:Sekuritas Soal Efek Perubahan Kriteria Saham di Papan Pemantauan

September 6, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .