• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
RI Kini Punya Kalkulator Hijau Jilid II, Bisa Hitung Emisi Karbon Cs

RI Kini Punya Kalkulator Hijau Jilid II, Bisa Hitung Emisi Karbon Cs

May 12, 2026
Penyebab IHSG Melesat 1% di Akhir Perdagangan Hari Ini

Penyebab IHSG Melesat 1% di Akhir Perdagangan Hari Ini

July 16, 2026
Penyebab IHSG Melesat 1% di AkhirPerdagangan Hari Ini

Penyebab IHSG Melesat 1% di AkhirPerdagangan Hari Ini

July 16, 2026
Breaking News! IHSG Ditutup Naik 1,1%, Tembus Level 6.100

Breaking News! IHSG Ditutup Naik 1,1%, Tembus Level 6.100

July 16, 2026
Asing Net Buy Rp 1 Triliun, Ternyata Gara-Gara Saham Ini

Asing Net Buy Rp 1 Triliun, Ternyata Gara-Gara Saham Ini

July 16, 2026
Rupiah Makin Perkasa, Dolar AS Turun di Bawah Rp18.000

Rupiah Makin Perkasa, Dolar AS Turun di Bawah Rp18.000

July 16, 2026
Rupiah Makin Perkasa, Dolar AS Turun Dibawah Rp18.000

Rupiah Makin Perkasa, Dolar AS Turun Dibawah Rp18.000

July 16, 2026
Warren Buffett Sebut Pasar Modal Kini Berubah Jadi ‘Arena Judi’

Warren Buffett Sebut Pasar Modal Kini Berubah Jadi ‘Arena Judi’

July 16, 2026
Warren Buffet Sebut Pasar Modal Kini Berubah Jadi ‘Arena Judi’

Warren Buffet Sebut Pasar Modal Kini Berubah Jadi ‘Arena Judi’

July 16, 2026
Asing Net Buy Rp1,01 Triliun di Sesi I, Ini 10 Saham Incaran

Asing Net Buy Rp1,01 Triliun di Sesi I, Ini 10 Saham Incaran

July 16, 2026
Ada Transaksi Nego Jumbo Saham Emiten Energi (PKPK), Harga Diskon

Ada Transaksi Nego Jumbo Saham Emiten Energi (PKPK), Harga Diskon

July 16, 2026
RI Siapkan PFFI, Investor Ditawarkan Diskon Pajak Sampai Untung Besar!

RI Siapkan PFFI, Investor Ditawarkan Diskon Pajak Sampai Untung Besar!

July 16, 2026
Bullion Bank RI Sudah Kumpulkan 153 Ton Emas dalam Setahun

Bullion Bank RI Sudah Kumpulkan 153 Ton Emas dalam Setahun

July 16, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, July 16, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

RI Kini Punya Kalkulator Hijau Jilid II, Bisa Hitung Emisi Karbon Cs

2 months ago
in News
RI Kini Punya Kalkulator Hijau Jilid II, Bisa Hitung Emisi Karbon Cs
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) meluncurkan Kalkulator Hijau Versi 2. Ini adalah Kalkulator Hijau Versi 2 dikembangkan sebagai penyempurnaan dari Versi 1.0 dengan cakupan yang lebih luas, metodologi yang lebih komprehensif, dan penggunaan yang lebih mudah.

Kalkulator Hijau Versi 2 ini merupakan langkah penguatan keuangan berkelanjutan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk mendorong ketahanan ekonomi di tengah tantangan perubahan iklim. Penguatan ini perlu didukung data emisi karbon yang kredibel, terstandar, andal, dan dapat diperbandingkan.

Pengembangan ini semakin relevan seiring meningkatnya upaya perbankan dalam menghitung emisi karbon. Survei yang dilakukan Bank Indonesia kepada 105 bank pada 2025 menunjukkan bahwa mayoritas bank telah menghitung emisi secara mandiri, dan Kalkulator Hijau menjadi alat yang paling banyak digunakan.

“Kalkulator Hijau versi 2 menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan konsistensi dan standardisasi penghitungan emisi karbon,” demikian disampaikan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, pada peluncuran Kalkulator Hijau Versi 2 di Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Kalkulator Hijau versi 2 diharapkan membantu pelaku usaha dan lembaga keuangan menghitung emisi karbon secara lebih akurat dan konsisten sebagai dasar pelaporan keberlanjutan, pengembangan pembiayaan hijau, dan pengelolaan risiko iklim.

Peluncuran dihadiri juga oleh Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), serta rekan-rekan Perbanka ndan Akademisi.

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung menekankan pentingnya Kalkulator Hijau sebagai langkah penguatan keuangan berkelanjutan. Juda berharap Kalkulator Hijau tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pelaporan, tetapi juga diintegrasikan dalam manajemen risiko.

“Kita tidak mungkin mengendalikan sesuatu yang tidak kita ukur. Karena itu, Kalkulator Hijau bukan sekadar alat untuk menghitung, tetapi juga alat untuk membantu mengendalikan emisi karbon,” ujarnya.

Dari sisi fiskal, kata Juda, Pemerintah telah mengorkestrasi APBN untuk menangani isu perubahan iklim, antara lain melalui pemberian berbagai insentif perpajakan seperti tax allowance, tax holiday, serta fasilitas kepabeanan dan perpajakan lainnya untuk mendorong pengembangan ekonomi hijau.

Dari sisi pengawasan, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa perubahan iklim dapat menimbulkan risiko finansial bagi sektor keuangan.

Seiring dengan semakin eratnya keterkaitan antara ketahanan ekonomi dan ketahanan ekologis, perbankan didorong untuk mengukur risiko iklim dan mengintegrasikannya ke dalam strategi bisnis serta manajemen risiko. Hal ini membuat penguatan pengukuran emisi karbon menjadi elemen penting dalam mendukung pengelolaan risiko yang lebih komprehensif.

Penyaluran kredit berkelanjutan terus tumbuh positif dan masih memiliki ruang untuk didorong lebih lanjut. Pada Desember 2025, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) hijau tumbuh sebesar 70,08% (yoy), sementara Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hijau juga terus berkembang sejalan dengan meningkatnya perhatian para pelaku usaha termasuk UMKM terhadap pembiayaan yang mendukung ekonomi rendah karbon.

Perkembangan tersebut diikuti kualitas kredit yang terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah (non performing loan / NPL) KKB hijau yang rendah yaitu sebesar 0,30% dan NPL KPR hijau sebesar 0,84%. Bank Indonesia juga mendorong penguatan pembiayaan hijau melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dengan memberikan insentif kepada bank yang menyalurkan kredit/pembiayaan ke Sektor UMKM, Ko perasi, Inklusi, dan Berkelanjutan sebesar maksimal 1% dari Giro Wajib Minimum (GWM).

Menurut data BI, Kalkulator Hijau kini menghasilkan data emisi yang semakin berkualitas, selaras dengan standar internasional Greenhouse Gas (GHG) Protocol. Inisiatif ini sejalan dengan upaya pencapaian Second Nationally Determined Contribution 2035 dan Net Zero Emission Indonesia 2060.

Pengembangan dilakukan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Kalkulator Hijau yang melibatkan Bank Indonesia bersama otoritas dan lembaga, mencakup Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Koordinator Pangan, Kementerian Koordinator Infrastruktur, Kementerian Perhubungan dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Perhubungan, Perbanas, Masyarakat Transportasi Indonesia, Indonesia Research Institute for Decarbonization, Badan Riset dan Inovasi Nasional, World Wide Fund (WWF) Indonesia, dan Tim Panel Metodologi Gas Rumah Kaca Nasional.

(haa/haa)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Penyebab IHSG Melesat 1% di Akhir Perdagangan Hari Ini

Penyebab IHSG Melesat 1% di Akhir Perdagangan Hari Ini

July 16, 2026
Penyebab IHSG Melesat 1% di AkhirPerdagangan Hari Ini

Penyebab IHSG Melesat 1% di AkhirPerdagangan Hari Ini

July 16, 2026
Breaking News! IHSG Ditutup Naik 1,1%, Tembus Level 6.100

Breaking News! IHSG Ditutup Naik 1,1%, Tembus Level 6.100

July 16, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .