• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.675

Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.675

September 16, 2026
Jelang Righ Issue, Pengendali MGLV Jual Saham di Harga Diskon

Jelang Righ Issue, Pengendali MGLV Jual Saham di Harga Diskon

September 16, 2026
Fitch Pangkas Rating Pos Indonesia, Risiko Gagal Bayar Jadi Sorotan

Fitch Pangkas Rating Pos Indonesia, Risiko Gagal Bayar Jadi Sorotan

September 16, 2026
Potret Bos Summarecon Adrianto Pitoyo Jadi Tersangka Suap HGB Bogor

Potret Bos Summarecon Adrianto Pitoyo Jadi Tersangka Suap HGB Bogor

September 16, 2026
INKA Respons Arahan BP BUMN, Percepat Pembenahan Menyeluruh

INKA Respons Arahan BP BUMN, Percepat Pembenahan Menyeluruh

September 16, 2026
DBS Andalkan Jaringan 19 Negara Genjot Bisnis Otomotif Indonesia

DBS Andalkan Jaringan 19 Negara Genjot Bisnis Otomotif Indonesia

September 16, 2026
BP BUMN Dorong Bio Farma Kembali ke Mandat Awal: Bikin Vaksin Sendiri

BP BUMN Dorong Bio Farma Kembali ke Mandat Awal: Bikin Vaksin Sendiri

September 16, 2026
Cara DBS Menilai Risiko Aset ICE di Tengah Transisi EV

Cara DBS Menilai Risiko Aset ICE di Tengah Transisi EV

September 16, 2026
Bukan AS atau IMF, Ini Pemasok Utang Terbesar Indonesia

Bukan AS atau IMF, Ini Pemasok Utang Terbesar Indonesia

September 16, 2026
Meski IHSG Hijau, Asing Net Sell Rp430 Miliar di Sesi I

Meski IHSG Hijau, Asing Net Sell Rp430 Miliar di Sesi I

September 16, 2026
Bukan Cuma EV, DBS Ungkap 3 Tren Besar yang Ubah Industri Otomotif

Bukan Cuma EV, DBS Ungkap 3 Tren Besar yang Ubah Industri Otomotif

September 16, 2026
Utang Luar Negeri RI dalam Dolar Terus Merosot, Lari ke Mata Uang Ini

Utang Luar Negeri RI dalam Dolar Terus Merosot, Lari ke Mata Uang Ini

September 16, 2026
IHSG Sesi I Ditutup Menguat 0,36% ke Level 6.484

IHSG Sesi I Ditutup Menguat 0,36% ke Level 6.484

September 16, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, September 16, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.675

1 hour ago
in News
Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.675
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah berhasil membalikkan keadaan dan ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini.

Melansir data Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan Rabu (16/9/2026) di posisi Rp17.675/US$ atau menguat tipis 0,03%.

Penguatan tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian pelemahan rupiah yang berlangsung selama empat hari perdagangan beruntun.

Sepanjang perdagangan hari ini, mata uang Garuda sempat melemah ke posisi Rp17.700/US$ pada pembukaan perdagangan, hingga sempat menyentuh posisi terlemah hari ini di Rp17.740/US$.

Namun, tekanan mulai berkurang menjelang akhir perdagangan. Rupiah berbalik menguat dan ditutup membaik 65 poin dari posisi terlemahnya hari ini.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,05% ke posisi 99,564.

DXY berbalik melemah setelah pada pukul 09.00 WIB masih menguat 0,12% di posisi 99,730.


Rupiah mendapatkan sedikit ruang untuk berbalik menguat setelah indeks dolar AS terkoreksi pada perdagangan hari ini. Meski demikian, penguatan mata uang Garuda masih terbatas karena pasar tetap berhati-hati menjelang keputusan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed).

The Fed yang saat ini sedang melaksanakan FOMC pada 15-16 September 2026. Keputusan suku bunga akan diumumkan pada Kamis dini hari waktu Indonesia.

Pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Probabilitas kenaikan tersebut telah mencapai sekitar 90%.

“Kenaikan 25 basis poin telah diperhitungkan sekitar 90%, sehingga dolar hanya akan mendapat dorongan moderat jika The Fed menaikkan bunga,” ujar Currency Strategist Commonwealth Bank of Australia Carol Kong, dikutip dari Reuters.

Jika terealisasi, keputusan tersebut akan menjadi kenaikan suku bunga pertama The Fed dalam lebih dari dua tahun atau sejak 2023. Namun, perhatian pasar tidak hanya menanti pada besarnya kenaikan, tetapi juga pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh mengenai arah suku bunga berikutnya.

Apabila The Fed menaikkan suku bunga tetapi Warsh meredam peluang kenaikan lanjutan, dolar berpotensi kembali melemah. Kondisi tersebut dapat membuka ruang penguatan lebih besar bagi rupiah.

Sebaliknya, kenaikan bunga yang disertai sinyal pengetatan lanjutan dapat kembali mengangkat dolar dan memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Pasar juga menghadapi kemungkinan kecil The Fed mempertahankan suku bunga. Keputusan tersebut berpotensi memicu koreksi tajam pada dolar karena berlawanan dengan perkiraan mayoritas pelaku pasar.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Jelang Righ Issue, Pengendali MGLV Jual Saham di Harga Diskon

Jelang Righ Issue, Pengendali MGLV Jual Saham di Harga Diskon

September 16, 2026
Fitch Pangkas Rating Pos Indonesia, Risiko Gagal Bayar Jadi Sorotan

Fitch Pangkas Rating Pos Indonesia, Risiko Gagal Bayar Jadi Sorotan

September 16, 2026
Potret Bos Summarecon Adrianto Pitoyo Jadi Tersangka Suap HGB Bogor

Potret Bos Summarecon Adrianto Pitoyo Jadi Tersangka Suap HGB Bogor

September 16, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .