• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Dibuka Loyo, Dolar AS Kembali Dekati Rp18.000

Rupiah Dibuka Loyo, Dolar AS Kembali Dekati Rp18.000

July 6, 2026
Bangun Sekolah Rakyat di Papua, Waskita Perkuat Akses Pendidikan

Bangun Sekolah Rakyat di Papua, Waskita Perkuat Akses Pendidikan

July 7, 2026
Awasi Persaingan Gak Sehat di Lembaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

Awasi Persaingan Gak Sehat di Lembaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

July 7, 2026
Faik Fahmi Ditunjuk Jadi Direktur Utama Pelita Air

Faik Fahmi Ditunjuk Jadi Direktur Utama Pelita Air

July 7, 2026
Breaking! BI Catat Cadangan Devisa Naik Tipis Jadi US5,6 M di Juni

Breaking! BI Catat Cadangan Devisa Naik Tipis Jadi US$145,6 M di Juni

July 7, 2026
BNI (BBNI) Setop Buyback, Udah Borong 77,85 Juta Saham

BNI (BBNI) Setop Buyback, Udah Borong 77,85 Juta Saham

July 7, 2026
KRAS Jual Seluruh Saham Krakatau Osaka Steel Rp 251,91 M

KRAS Jual Seluruh Saham Krakatau Osaka Steel Rp 251,91 M

July 7, 2026
Awasi Persaingan Gak Sehat di Lambaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

Awasi Persaingan Gak Sehat di Lambaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

July 7, 2026
Saham Emiten JEC Eye Center (JECX) Ngegas ARA di Hari Pertama Melantai

Saham Emiten JEC Eye Center (JECX) Ngegas ARA di Hari Pertama Melantai

July 7, 2026
Resmi Melantai, Saham Minuman Inaco Jelly (JELI) ARA 25%

Resmi Melantai, Saham Minuman Inaco Jelly (JELI) ARA 25%

July 7, 2026
Tinggalkan Rp18.000, Rupiah Menguat ke Rp17.970 Pagi Ini

Tinggalkan Rp18.000, Rupiah Menguat ke Rp17.970 Pagi Ini

July 7, 2026
Jurus Cari Cuan Investasi Saat IHSG & Rupiah Hadapi Tekanan

Jurus Cari Cuan Investasi Saat IHSG & Rupiah Hadapi Tekanan

July 7, 2026
IHSG Pagi Ini Naik 0,35%, Bertahan di Level 5.900-an

IHSG Pagi Ini Naik 0,35%, Bertahan di Level 5.900-an

July 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 7, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Rupiah Dibuka Loyo, Dolar AS Kembali Dekati Rp18.000

1 day ago
in News
Rupiah Dibuka Loyo, Dolar AS Kembali Dekati Rp18.000
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini, Senin (6/7/2026).

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda pada pagi ini dibuka loyo dengan melemah 0,12% ke level Rp17.970/US$.

Pelemahan ini terjadi setelah pada penutupan perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (3/7/2026), rupiah berhasil menguat 0,24% ke posisi Rp17.945/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 09.00 WIB terpantau menguat 0,09% ke level 100,946.


Pergerakan rupiah pada awal pekan ini diperkirakan masih akan dipengaruhi faktor eksternal dan domestik.

Dari eksternal, arah dolar AS di pasar global masih menjadi perhatian utama. Dolar AS bergerak stabil di dekat level terendah dua pekan, setelah pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) pada tahun ini.

Pekan lalu, dolar AS mencatat penurunan mingguan terdalam sejak April. Koreksi tersebut terjadi setelah laporan tenaga kerja AS menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja melambat tajam pada Juni, sehingga meredakan ekspektasi pasar terhadap peluang kenaikan suku bunga The Fed.

Meski begitu, tekanan terhadap rupiah masih perlu dicermati, terutama dari sisi domestik. Salah satu perhatian pasar datang dari neraca perdagangan Indonesia yang kembali defisit setelah enam tahun bertahan surplus.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026. Defisit ini mengakhiri tren surplus ekspor-impor selama 72 bulan beruntun sejak Mei 2020.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) menilai tekanan terhadap ekspor masih bisa berlanjut ke depan. Sejumlah faktor yang menjadi penghambat antara lain arah kebijakan The Fed yang lebih hawkish, potensi perlambatan permintaan global, program wajib biodiesel B50 yang dapat memengaruhi alokasi CPO untuk ekspor, hingga ketidakpastian kebijakan terkait komoditas seperti batu bara dan nikel.

Selain itu, impor juga diperkirakan masih berpotensi meningkat. Belanja pemerintah yang tetap tinggi dinilai dapat mengimbangi dampak depresiasi rupiah terhadap permintaan impor.

“Kombinasi faktor-faktor ini menciptakan feedback loop yang mengarah pada pelemahan rupiah, yang kami perkirakan akan diatasi dengan tambahan kenaikan suku bunga kebijakan BI sebesar 50 bps pada tahun ini,” tulis ekonom BCA Jennifer Calysta Farrell dan Victor George dalam BCA Economic and Industry Research edisi 2 Juli 2026.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bangun Sekolah Rakyat di Papua, Waskita Perkuat Akses Pendidikan

Bangun Sekolah Rakyat di Papua, Waskita Perkuat Akses Pendidikan

July 7, 2026
Awasi Persaingan Gak Sehat di Lembaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

Awasi Persaingan Gak Sehat di Lembaga Keuangan, OJK Gandeng KPPU

July 7, 2026
Faik Fahmi Ditunjuk Jadi Direktur Utama Pelita Air

Faik Fahmi Ditunjuk Jadi Direktur Utama Pelita Air

July 7, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .