• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Melemah 0,27% Lawan Greenback, Reli 6 Hari Akhirnya Patah

Rupiah Melemah 0,27% Lawan Greenback, Reli 6 Hari Akhirnya Patah

January 29, 2026
Emiten Happy Hapsoro (SINI) Lepas Bisnis di IKN, Kantongi Duit Segini

Emiten Happy Hapsoro (SINI) Lepas Bisnis di IKN, Kantongi Duit Segini

September 15, 2026
Pengendali IMPC Borong 3,4 Juta Saham, Ada Apa?

Pengendali IMPC Borong 3,4 Juta Saham, Ada Apa?

September 15, 2026
MKNT Punya Pengendali Baru, Auto Diguyur Rp1,02 Triliun

MKNT Punya Pengendali Baru, Auto Diguyur Rp1,02 Triliun

September 15, 2026
Tok! BEI Aktifkan Kembali Transaksi Short Selling

Tok! BEI Aktifkan Kembali Transaksi Short Selling

September 15, 2026
RUPSLB Lippo Cikarang (LPCK) Ubah Susunan Komisaris

RUPSLB Lippo Cikarang (LPCK) Ubah Susunan Komisaris

September 15, 2026
Breaking News! IHSG Pagi-Pagi Sudah Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

Breaking News! IHSG Pagi-Pagi Sudah Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

September 15, 2026
Rupiah Melemah Pagi Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.650

Rupiah Melemah Pagi Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.650

September 15, 2026
IHSG Lanjut Koreksi, Dibuka Turun 0,21%

IHSG Lanjut Koreksi, Dibuka Turun 0,21%

September 15, 2026
Bursa Asia Mayoritas Melemah, Harga Minyak Tembus US6 per Barel

Bursa Asia Mayoritas Melemah, Harga Minyak Tembus US$106 per Barel

September 15, 2026
Rekomendasi Saham Hari Ini: TLKM, BRMS, hingga SOFA

Rekomendasi Saham Hari Ini: TLKM, BRMS, hingga SOFA

September 15, 2026
Harga Minyak Naik! Gangguan Pipa Saudi Bikin Pasokan Dunia Terancam

Harga Minyak Naik! Gangguan Pipa Saudi Bikin Pasokan Dunia Terancam

September 15, 2026
Saham yang Diborong Asing Kemarin Saat Pergantian Menteri Keuangan

Saham yang Diborong Asing Kemarin Saat Pergantian Menteri Keuangan

September 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, September 15, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Rupiah Melemah 0,27% Lawan Greenback, Reli 6 Hari Akhirnya Patah

8 months ago
in News
Rupiah Melemah 0,27% Lawan Greenback, Reli 6 Hari Akhirnya Patah
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah gagal melanjutkan momentum penguatannya dengan ditutup melemah dari dolar Amerika Serikat (AS).

Melansir data Refinitiv, pada penutupan perdagangan Kamis (29/1/2026), rupiah terdepresiasi 0,27% ke level Rp16.745/US$. Pelemahan ini sekaligus mematahkan tren penguatan rupiah yang sebelumnya berlangsung enam hari perdagangan beruntun.

Sejak pembukaan pagi, rupiah sudah langsung bergerak di zona merah. Rupiah dibuka melemah 0,24% di posisi Rp16.740/US$, lalu tertekan hingga sempat menyentuh Rp16.800/US$ sebelum kembali memangkas pelemahan menjelang penutupan.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB justru terpantau melemah 0,26% ke level 96,192. Meski demikian, tekanan pada rupiah masih terasa setelah pada sesi sebelumnya DXY sempat menguat 0,24% ke level 96,446, menyusul keputusan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), yang menahan suku bunga acuan.


Pelemahan rupiah hari ini dinilai masih berkaitan dengan respons pasar atas sikap The Fed yang mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75%. Keputusan tersebut diumumkan usai rapat Federal Open Market Committee (FOMC) selama dua hari, Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia (30/1/2026), di tengah sorotan terhadap isu independensi bank sentral AS.

Dalam keterangannya, The Fed mengatakan keputusan menahan suku bunga dilakukan karena tiga faktor utama. Di antaranyadampak pemangkasan sebelumnya masih perlu waktu untuk dievaluasi, inflasi yang relatif tinggi, serta pasar tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi menunjukkan tanda stabil dan solid.

Sikap The Fed yang cenderung akan menahan suku bunga lebih lama, membuat sebagian pelaku pasar kembali melirik aset berdenominasi dolar karena imbal hasil dinilai masih menarik.

Alhasil, tekanan jual kembali muncul pada sejumlah mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Tekanan serupa juga terlihat pada beberapa mata uang, seperti ringgit Malaysia, baht Thailand, hingga dolar Singapura yang ikut melemah terhadap greenback.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Emiten Happy Hapsoro (SINI) Lepas Bisnis di IKN, Kantongi Duit Segini

Emiten Happy Hapsoro (SINI) Lepas Bisnis di IKN, Kantongi Duit Segini

September 15, 2026
Pengendali IMPC Borong 3,4 Juta Saham, Ada Apa?

Pengendali IMPC Borong 3,4 Juta Saham, Ada Apa?

September 15, 2026
MKNT Punya Pengendali Baru, Auto Diguyur Rp1,02 Triliun

MKNT Punya Pengendali Baru, Auto Diguyur Rp1,02 Triliun

September 15, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .