• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Melemah 0,27% Lawan Greenback, Reli 6 Hari Akhirnya Patah

Rupiah Melemah 0,27% Lawan Greenback, Reli 6 Hari Akhirnya Patah

January 29, 2026
Lampaui Surat Utang, Penerbitan Sukuk Ritel Tembus Rp652,2 Triliun

Lampaui Surat Utang, Penerbitan Sukuk Ritel Tembus Rp652,2 Triliun

September 22, 2026
Manajer Kopdes-KNMP Bukan Pegawai BUMN

Manajer Kopdes-KNMP Bukan Pegawai BUMN

September 22, 2026
Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Bukan Pegawai BUMN

Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Bukan Pegawai BUMN

September 22, 2026
Rupiah Melemah & IHSG Terkoreksi 1,69% Anjlok ke 6.200-an

Rupiah Melemah & IHSG Terkoreksi 1,69% Anjlok ke 6.200-an

September 22, 2026
Diam-Diam Konglomerat Pengendali Saratoga Borong Saham Rp 1,49 M

Diam-Diam Konglomerat Pengendali Saratoga Borong Saham Rp 1,49 M

September 22, 2026
Pemerintah RI Terbitkan Rp615,9 T Surat Utang Ritel dalam 20 Tahun

Pemerintah RI Terbitkan Rp615,9 T Surat Utang Ritel dalam 20 Tahun

September 22, 2026
Jadi Saingan RI, Bursa Saham Vietnam Naik Kelas ke Emerging Market

Jadi Saingan RI, Bursa Saham Vietnam Naik Kelas ke Emerging Market

September 22, 2026
IHSG Parkir Anjlok 1,69% di Zona Merah, Ini Penyebabnya

IHSG Parkir Anjlok 1,69% di Zona Merah, Ini Penyebabnya

September 22, 2026
Bursa Vietnam Naik Kelas, FTSE Buka Keran Dana Asing Rp100 Triliun

Bursa Vietnam Naik Kelas, FTSE Buka Keran Dana Asing Rp100 Triliun

September 22, 2026
Siloam Mau Caplok 14 Perusahaan Pemilik Aset RS, Senilai Rp 6,9 T

Siloam Mau Caplok 14 Perusahaan Pemilik Aset RS, Senilai Rp 6,9 T

September 22, 2026
Menkeu Suahasil Lapor Prabowo, Utang BLBI Akhirnya Lunas Tuntas

Menkeu Suahasil Lapor Prabowo, Utang BLBI Akhirnya Lunas Tuntas

September 22, 2026
Utang BLBI Lunas, Menkeu Suahasil Tetap Kejar Para Obligor!

Utang BLBI Lunas, Menkeu Suahasil Tetap Kejar Para Obligor!

September 22, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, September 22, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Rupiah Melemah 0,27% Lawan Greenback, Reli 6 Hari Akhirnya Patah

8 months ago
in News
Rupiah Melemah 0,27% Lawan Greenback, Reli 6 Hari Akhirnya Patah
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah gagal melanjutkan momentum penguatannya dengan ditutup melemah dari dolar Amerika Serikat (AS).

Melansir data Refinitiv, pada penutupan perdagangan Kamis (29/1/2026), rupiah terdepresiasi 0,27% ke level Rp16.745/US$. Pelemahan ini sekaligus mematahkan tren penguatan rupiah yang sebelumnya berlangsung enam hari perdagangan beruntun.

Sejak pembukaan pagi, rupiah sudah langsung bergerak di zona merah. Rupiah dibuka melemah 0,24% di posisi Rp16.740/US$, lalu tertekan hingga sempat menyentuh Rp16.800/US$ sebelum kembali memangkas pelemahan menjelang penutupan.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB justru terpantau melemah 0,26% ke level 96,192. Meski demikian, tekanan pada rupiah masih terasa setelah pada sesi sebelumnya DXY sempat menguat 0,24% ke level 96,446, menyusul keputusan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), yang menahan suku bunga acuan.


Pelemahan rupiah hari ini dinilai masih berkaitan dengan respons pasar atas sikap The Fed yang mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75%. Keputusan tersebut diumumkan usai rapat Federal Open Market Committee (FOMC) selama dua hari, Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia (30/1/2026), di tengah sorotan terhadap isu independensi bank sentral AS.

Dalam keterangannya, The Fed mengatakan keputusan menahan suku bunga dilakukan karena tiga faktor utama. Di antaranyadampak pemangkasan sebelumnya masih perlu waktu untuk dievaluasi, inflasi yang relatif tinggi, serta pasar tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi menunjukkan tanda stabil dan solid.

Sikap The Fed yang cenderung akan menahan suku bunga lebih lama, membuat sebagian pelaku pasar kembali melirik aset berdenominasi dolar karena imbal hasil dinilai masih menarik.

Alhasil, tekanan jual kembali muncul pada sejumlah mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Tekanan serupa juga terlihat pada beberapa mata uang, seperti ringgit Malaysia, baht Thailand, hingga dolar Singapura yang ikut melemah terhadap greenback.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Lampaui Surat Utang, Penerbitan Sukuk Ritel Tembus Rp652,2 Triliun

Lampaui Surat Utang, Penerbitan Sukuk Ritel Tembus Rp652,2 Triliun

September 22, 2026
Manajer Kopdes-KNMP Bukan Pegawai BUMN

Manajer Kopdes-KNMP Bukan Pegawai BUMN

September 22, 2026
Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Bukan Pegawai BUMN

Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Bukan Pegawai BUMN

September 22, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .