
Jakarta, CNBC Indonesia — Emiten desain interior dan furnitur PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mengungkapkan sejumlah aksi korporasi, seperti peningkatan modal dasar, rights issue hingga akuisisi seiring dengan perubahan usaha menjadi induk usaha (holding).
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 Agustus 2026, pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar perseroan dari semula sebesar Rp100 miliar menjadi Rp208,64 miliar.
“Persetujuan peningkatan modal dasar tersebut merupakan salah satu tahapan yang diperlukan Perseroan dalam mempersiapkan dan melanjutkan rencana transformasi serta aksi korporasi Perseroan,” sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Rabu, (26/8/2026).
Setelah diperolehnya persetujuan peningkatan modal dasar, Perseroan saat ini mempersiapkan penyelenggaraan RUPSLB berikutnya yang akan meminta persetujuan pemegang saham terkait perubahan kegiatan usaha Perseroan menjadi perusahaan induk (holding company).
Selain itu, perseroan juga akan meminta persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan rights issue dan rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa (TCP) sebagai bagian dari pengembangan portofolio usaha Perseroan.
Kisaran harga rights issue tetap mengacu pada keterbukaan informasi yang sebelumnya telah disampaikan Perseroan kepada publik. Diketahui, MEJA mengindikasikan kisaran harga pelaksanaan rights issue pada rentang Rp450 hingga Rp550 per saham.
Perseroan menargetkan rangkaian proses perubahan kegiatan usaha, persetujuan transaksi akuisisi TCP, serta pelaksanaan right Issue dapat dilaksanakan pada Kuartal IV 2026.
Seiring pemberitaan tersebut, saham MEJA naik 3,39% ke angka Rp122 per penutupan perdagangan sesi I hari ini. Adapun kapitalisasi pasarnya mencapai Rp318,19 miliar.
Sementara itu dalam sebulan terakhir saham MEJA sudah naik 25% dan 19,61% dalam enam bulan terakhir.
(mkh/mkh)

















