• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Sesi I IHSG Anjlok 1,7%, Diseret Emiten Tambang!

Sesi I IHSG Anjlok 1,7%, Diseret Emiten Tambang!

September 14, 2026
Soal Proyek LRT City, BP BUMN Beri Catatan Penting Buat Adhi Karya

Soal Proyek LRT City, BP BUMN Beri Catatan Penting Buat Adhi Karya

September 15, 2026
Rupiah Melemah 4 Hari Beruntun, Dolar AS Naik ke Rp17.680

Rupiah Melemah 4 Hari Beruntun, Dolar AS Naik ke Rp17.680

September 15, 2026
Kena OTT KPK, Ini Profil Bos Summarecon (SMRA) Adrianto Pitojo Adhi

Kena OTT KPK, Ini Profil Bos Summarecon (SMRA) Adrianto Pitojo Adhi

September 15, 2026
ADCP Buka Suara soal Gugatan PKPU Proyek Adhi City Sentul

ADCP Buka Suara soal Gugatan PKPU Proyek Adhi City Sentul

September 15, 2026
Timah Buka-bukaan Proyeksi Laba Hingga Update Proyek LTJ

Timah Buka-bukaan Proyeksi Laba Hingga Update Proyek LTJ

September 15, 2026
Bos Summarecon (SMRA) Kena OTT KPK, Ditemukan 20 Koper Uang Tunai

Bos Summarecon (SMRA) Kena OTT KPK, Ditemukan 20 Koper Uang Tunai

September 15, 2026
Danantara Buka Suara Isu Bakal Punya 40% Saham BEI Usai Demutualisasi

Danantara Buka Suara Isu Bakal Punya 40% Saham BEI Usai Demutualisasi

September 15, 2026
Strategi Bisnis Kapal Offshore Incar Proyek Migas Laut Dalam

Strategi Bisnis Kapal Offshore Incar Proyek Migas Laut Dalam

September 15, 2026
IHSG Sesi I Melemah 0,76%, Ini Penyebabnya

IHSG Sesi I Melemah 0,76%, Ini Penyebabnya

September 15, 2026
Breaking! BI Catat Utang Luar Negeri RI Tembus US4,8 M di Juli

Breaking! BI Catat Utang Luar Negeri RI Tembus US$454,8 M di Juli

September 15, 2026
Jangan Terlewat! Hari Ini Cum Date Dividen BMRI

Jangan Terlewat! Hari Ini Cum Date Dividen BMRI

September 15, 2026
Kredit Macet Pindar Didominasi Pria Gen Z, Bos OJK Buka Suara

Kredit Macet Pindar Didominasi Pria Gen Z, Bos OJK Buka Suara

September 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, September 15, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Sesi I IHSG Anjlok 1,7%, Diseret Emiten Tambang!

1 day ago
in News
Sesi I IHSG Anjlok 1,7%, Diseret Emiten Tambang!
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan sejak awal perdagangan hari ini, Senin (14/9/2026).

IHSG tercatat melemah 111,50 poin atau 1,70% ke level 6.429,88. Hingga sesi I perdagangan, sebanyak 153 saham naik, 542 saham melemah, dan 268 tak bergerak.

Data menunjukkan total transaksi di seluruh pasar mencapai 173,23 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp8,01 triliun dan frekuensi mencapai sekitar 1,19 juta kali.

Jika dirinci berdasarkan mekanisme perdagangan, transaksi pasar reguler mendominasi aktivitas perdagangan. Volume transaksi di pasar reguler tercatat sebesar 170,64 juta lot, dengan nilai transaksi mencapai Rp7,83 triliun dan frekuensi sekitar 1,19 juta kali.

Sementara itu, transaksi melalui pasar negosiasi tercatat sebanyak 2,59 juta lot dengan nilai mencapai Rp181,37 miliar dan frekuensi sebanyak 163 kali. Adapun transaksi di pasar tunai relatif sangat kecil, yakni hanya 41 lot, dengan nilai sekitar Rp3,15 juta dan frekuensi sebanyak lima kali.

Beban terbesar IHSG adalah sektor energi yang turun 4,87%, diikuti oleh sektor utilities -4,09%, sektor kesehatan -2,39%.

Adapun saham penekan IHSG terbesar adalah emiten pertambangan. Bayan Resources (BYAN) menjadi kontributor utama dengan bobot -23,84 poin dan diikuti Merdeka Gold Resources (EMAS) yang menyumbang -10,64 poin. 

Kemudian Merdeka Copper Gold (MDKA) juga menambah tekanan tehadap IHSG dengan -5,43 poin dan Bumi Resources (BUMI) -4,69 poin. 

Selain itu, sejumlah saham kapitalisasi besar lainnya juga mengalami koreksi dan menambah tekanan terhadap IHSG. Bank Mandiri (BMRI) yang mengalami koreksi -1,61% menyumbang -6,08 indeks poin terhadap penurunan IHSG. 

Sementara itu, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak dunia, serta ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS).

Sejumlah sentimen tersebut berkembang setelah pasar keuangan Indonesia ditutup pada Jumat pekan lalu, sehingga investor domestik berpotensi merespons perkembangan terbaru pada perdagangan hari ini.

Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah serangan Houthi terhadap Arab Saudi dan gangguan terhadap jalur pelayaran di kawasan Teluk mengancam pasokan energi dunia. Kerusakan pipa minyak Arab Saudi yang menjadi jalur alternatif pengiriman minyak tanpa melalui Selat Hormuz turut meningkatkan kekhawatiran pasar.

Jika gangguan pasokan berlanjut, hingga 4% pasokan minyak dunia berpotensi terdampak, di luar pasokan yang telah terganggu akibat masalah pelayaran di Selat Hormuz.

Kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga minyak, yang telah menembus US$100 per barel pada pekan lalu. Lonjakan harga energi dapat meningkatkan tekanan inflasi global dan memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter bank sentral.

Dari AS, data inflasi konsumen Agustus menunjukkan tekanan harga yang masih tinggi. Indeks harga konsumen (CPI) naik 0,4% secara bulanan, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,1% pada Juli. Sementara itu, inflasi inti meningkat 0,3% secara bulanan, melampaui perkiraan pasar sebesar 0,2%.

Perkembangan tersebut memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) sebesar 25 basis poin dalam pertemuan 15-16 September 2026. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga menuju kisaran 3,75%-4,00% telah mencapai 87,3%.

Kenaikan suku bunga AS berpotensi mendorong penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS, sehingga memberikan tekanan terhadap rupiah dan aset berisiko di negara berkembang, termasuk saham Indonesia.

Di sisi lain, penguatan Wall Street pada perdagangan Jumat malam berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar saham domestik. Namun, investor masih akan mencermati perkembangan harga minyak dan arah kebijakan The Fed.

Selain sentimen global, pelaku pasar juga akan menantikan sejumlah data ekonomi penting sepanjang pekan ini, termasuk penjualan ritel China, utang luar negeri Indonesia, serta keputusan suku bunga The Fed dan Bank of Japan (BOJ).

(rob/rob)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Soal Proyek LRT City, BP BUMN Beri Catatan Penting Buat Adhi Karya

Soal Proyek LRT City, BP BUMN Beri Catatan Penting Buat Adhi Karya

September 15, 2026
Rupiah Melemah 4 Hari Beruntun, Dolar AS Naik ke Rp17.680

Rupiah Melemah 4 Hari Beruntun, Dolar AS Naik ke Rp17.680

September 15, 2026
Kena OTT KPK, Ini Profil Bos Summarecon (SMRA) Adrianto Pitojo Adhi

Kena OTT KPK, Ini Profil Bos Summarecon (SMRA) Adrianto Pitojo Adhi

September 15, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .