• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Tak Sampai 2 Tahun, Saham Ini Naik 63.000%

Tak Sampai 2 Tahun, Saham Ini Naik 63.000%

October 23, 2025
Manajer Kopdes-KNMP Bukan Pegawai BUMN

Manajer Kopdes-KNMP Bukan Pegawai BUMN

September 22, 2026
Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Bukan Pegawai BUMN

Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Bukan Pegawai BUMN

September 22, 2026
Rupiah Melemah & IHSG Terkoreksi 1,69% Anjlok ke 6.200-an

Rupiah Melemah & IHSG Terkoreksi 1,69% Anjlok ke 6.200-an

September 22, 2026
Diam-Diam Konglomerat Pengendali Saratoga Borong Saham Rp 1,49 M

Diam-Diam Konglomerat Pengendali Saratoga Borong Saham Rp 1,49 M

September 22, 2026
Pemerintah RI Terbitkan Rp615,9 T Surat Utang Ritel dalam 20 Tahun

Pemerintah RI Terbitkan Rp615,9 T Surat Utang Ritel dalam 20 Tahun

September 22, 2026
Jadi Saingan RI, Bursa Saham Vietnam Naik Kelas ke Emerging Market

Jadi Saingan RI, Bursa Saham Vietnam Naik Kelas ke Emerging Market

September 22, 2026
IHSG Parkir Anjlok 1,69% di Zona Merah, Ini Penyebabnya

IHSG Parkir Anjlok 1,69% di Zona Merah, Ini Penyebabnya

September 22, 2026
Bursa Vietnam Naik Kelas, FTSE Buka Keran Dana Asing Rp100 Triliun

Bursa Vietnam Naik Kelas, FTSE Buka Keran Dana Asing Rp100 Triliun

September 22, 2026
Siloam Mau Caplok 14 Perusahaan Pemilik Aset RS, Senilai Rp 6,9 T

Siloam Mau Caplok 14 Perusahaan Pemilik Aset RS, Senilai Rp 6,9 T

September 22, 2026
Menkeu Suahasil Lapor Prabowo, Utang BLBI Akhirnya Lunas Tuntas

Menkeu Suahasil Lapor Prabowo, Utang BLBI Akhirnya Lunas Tuntas

September 22, 2026
Utang BLBI Lunas, Menkeu Suahasil Tetap Kejar Para Obligor!

Utang BLBI Lunas, Menkeu Suahasil Tetap Kejar Para Obligor!

September 22, 2026
1.435 Balpres Ilegal Hampir Masuk RI, Ternyata dari Malaysia

1.435 Balpres Ilegal Hampir Masuk RI, Ternyata dari Malaysia

September 22, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, September 22, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Tak Sampai 2 Tahun, Saham Ini Naik 63.000%

11 months ago
in Lifestyle
Tak Sampai 2 Tahun, Saham Ini Naik 63.000%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Nama emiten RRP Semiconductor nyaris tak terdengar di pasar India pada tahun lalu. Namun, kini sahamnya telah melonjak hingga puluhan ribu persen beberapa bulan ke belakang.

Melansir India Today, pada awal 2024, saham RPP Semiconductor diperdagangkan di kisaran Rs 15 atau sekitar Rp2.800 (Rp187/Rupee India-Rs), dan diabaikan oleh investor. Namun, pada Oktober 2025 nilainya melonjak menjadi Rs 9.478 atau setara Rp1,77 juta, mencatat kenaikan fantastis lebih dari 63.000%.

Apa yang awalnya tampak sebagai durian runtuh bagi investor, kini berubah menjadi kisah peringatan paling ramai dibicarakan di Dalal Street. Dalam waktu hanya 18 bulan, kapitalisasi pasar RRP melonjak dari nyaris nol menjadi lebih dari Rs 12.750 crore atau sekitar Rp23,8 triliun di Bursa Efek Bombay (BSE).

Lonjakan ini menyita perhatian komunitas investor India, dengan media sosial dan forum daring membahasnya tanpa henti. Investor ritel bahkan menjulukinya sebagai “NVIDIA-nya India”, menilai RRP sebagai bintang baru industri semikonduktor.

Namun, tidak semua pihak yakin dengan euforia tersebut. BSE menilai kenaikan harga saham RRP “tidak sejalan dengan kinerja keuangan perusahaan.”

Menurut bursa, kenaikan setinggi itu tidak dapat dibenarkan oleh laba maupun performa bisnis perseroan. Untuk menekan spekulasi dan volatilitas ekstrem, BSE pun menempatkan saham RRP dalam pengawasan ketat Enhanced Surveillance Measures (ESM).

Langkah ini mencakup pelarangan perdagangan intraday, kewajiban margin 100%, serta pembatasan pergerakan harga harian hingga 2%. Dengan kata lain, saham RRP praktis “dikunci” dari pergerakan liar di pasar.

COO Tradejini, Trivesh D, menjelaskan kebijakan tersebut bertujuan menekan volatilitas dan memastikan transparansi harga. “Langkah ini membantu penemuan harga yang wajar dan mencegah spekulasi berlebihan,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Kenaikan harga saham lebih disebabkan oleh likuiditas terbatas dan konsentrasi investor tinggi, bukan karena perubahan fundamental perusahaan.” Meski begitu, rumor tetap beredar liar di pasar.

Kabar angin soal alokasi lahan pemerintah, dukungan selebritas, hingga isu bahwa legenda kriket Sachin Tendulkar berinvestasi di RRP merebak luas di media sosial. Perusahaan akhirnya mengeluarkan klarifikasi resmi bahwa Tendulkar “tidak memiliki keterlibatan atau investasi apa pun” dan membantah kabar soal pemberian lahan pemerintah.

Meski klarifikasi telah disampaikan, euforia investor tidak surut. Investor ritel terus masuk, digerakkan oleh rasa takut ketinggalan peluang besar, atau FOMO meski risikonya tinggi.

Di balik sensasi tersebut, data keuangan perusahaan menunjukkan fakta yang lebih sederhana. Penjualan RRP meningkat dari Rs 0,38 crore atau sekitar Rp710 juta menjadi Rs 31,5 crore atau sekitar Rp59 miliar per tahun, dengan laba sekitar Rs 6 crore atau sekitar Rp11,2 miliar – capaian yang tidak sebanding dengan valuasi pasar lebih dari Rp23 triliun.

Analis pun menemukan sejumlah kejanggalan. Kepemilikan pemegang saham utama hanya 1,27%, rasio harga terhadap nilai buku mencapai 700 kali, dan struktur tata kelola perusahaan dinilai lemah.

Pergantian manajemen yang sering, transparansi audit rendah, serta perbedaan antara laba dan pembayaran pajak menjadi tanda bahaya. Beberapa penyelidik independen juga menemukan banyak piutang perusahaan yang belum tertagih selama berbulan-bulan, pola yang sering muncul dalam skema pump and dump.

RRP Semiconductor sendiri berbasis di Maharashtra dan mengklaim menjadi pelopor industri semikonduktor India. Perusahaan ini fokus pada layanan Outsourced Semiconductor Assembly and Test (OSAT), terutama pada teknologi kemasan chip presisi tinggi seperti Quad Flat No-Lead (QFN).

Produk RRP digunakan di berbagai sektor seperti perangkat IoT, otomotif, medis, dan elektronik industri. Perusahaan juga menjadi yang pertama mengekspor semikonduktor kemasan dari India di bawah program India Semiconductor Mission, dengan nilai ekspor mencapai Rs 6,51 crore atau sekitar Rp12,2 miliar ke Eropa.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Daftar Proyek Potensial Serap FDI: Sektor Digital-Semikonduktor




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Manajer Kopdes-KNMP Bukan Pegawai BUMN

Manajer Kopdes-KNMP Bukan Pegawai BUMN

September 22, 2026
Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Bukan Pegawai BUMN

Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Bukan Pegawai BUMN

September 22, 2026
Rupiah Melemah & IHSG Terkoreksi 1,69% Anjlok ke 6.200-an

Rupiah Melemah & IHSG Terkoreksi 1,69% Anjlok ke 6.200-an

September 22, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .