Jakarta, CNBC Indonesia- Bank Indonesia bersama Kementerian Keuangan, OJK dan LPS yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan penguatan koordinasi guna memastikan terjaganya stabilitas sistem keuangan RI di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik global.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti mengatakan pemerintah dan otoritas dalam KSSK terus berkoordinasi terkait arah kebijakan menjaga stabilitas dalam negeri termasuk kebijakan dalam menjaga nilai tukar Rupiah.
Dalam upaya menjaga stabilitas Rupiah dan mengurangi ketergantungan terhadap Dolar, Bank Indonesia terus memperkuat kerjasama BI dengan bank sentra negara mitra melalui Local Currency Transaction (LCT) yang memungkinkan pelaku usaha melakukan transaksi menggunakan mata uang lokal.
Saat ini BI telah menerapkan skema LCT dengan Malaysia, Thailand, Singapura hingga China dan Hong Kong sehingga bersiap untuk memperluas kerjasama dengan Korsel, India dan Saudi Arabia.
Upaya menjaga stabilitas Rupiah juga didorong melalui kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) untuk menjaga aliran devisa berada di dalam negeri. Namun kebijakan ini dipastikan tidak mengganggu arus kas pelaku usaha/eksportir
Lalu seperti apa optimistis terhadap arah pertumbuhan ekonomi RI di tengah gejolak global? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti dalam Economic Update, CNBC Indonesia (Selasa, 23/06/2026)


















