• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Tembaga Jadi Rebutan Jelang Pajak Impor 50% Trump, Harga Melonjak

Tembaga Jadi Rebutan Jelang Pajak Impor 50% Trump, Harga Melonjak

July 10, 2025
Ciri-Ciri Orang Kelas Menengah Atas, Anda Termasuk?

Ciri-Ciri Orang Kelas Menengah Atas, Anda Termasuk?

August 22, 2026
Berawal dari Calo Tiket, Sosok Ini Sukses Bangun Kerajaan Maskapai

Berawal dari Calo Tiket, Sosok Ini Sukses Bangun Kerajaan Maskapai

August 22, 2026
Bos MI Soal Pasar RI Mulai Pulih Tapi Asing Belum Masuk Lagi

Bos MI Soal Pasar RI Mulai Pulih Tapi Asing Belum Masuk Lagi

August 22, 2026
BRI Borong Penghargaan! Kukuhkan Kepemimpinan di Transaction Banking

BRI Borong Penghargaan! Kukuhkan Kepemimpinan di Transaction Banking

August 22, 2026
RI Punya Harta Karun di Bawah Bantal, Bisa Saingi China!

RI Punya Harta Karun di Bawah Bantal, Bisa Saingi China!

August 22, 2026
Video: Perluas Pasar EBT, DEN Dorong Kolaborasi Kementerian

Video: Perluas Pasar EBT, DEN Dorong Kolaborasi Kementerian

August 22, 2026
Video: Tutup 13 GW PLTD

Video: Tutup 13 GW PLTD

August 22, 2026
Ada Anak Pejabat RI Hidup Melarat, Begini Kisahnya

Ada Anak Pejabat RI Hidup Melarat, Begini Kisahnya

August 22, 2026
Miliarder AS Kaya Raya Gegara Pegang Prinsip Nabi

Miliarder AS Kaya Raya Gegara Pegang Prinsip Nabi

August 22, 2026
Gempa M5,1 Kembali Guncang Flores

Gempa M5,1 Kembali Guncang Flores

August 22, 2026
Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, BNI Terbaru per Agustus 2026

Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, BNI Terbaru per Agustus 2026

August 22, 2026
Asing Borong BBRI Rp628 Miliar, Saham Bank Jadi Primadona

Asing Borong BBRI Rp628 Miliar, Saham Bank Jadi Primadona

August 22, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, August 22, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Tembaga Jadi Rebutan Jelang Pajak Impor 50% Trump, Harga Melonjak

1 year ago
in Market
Tembaga Jadi Rebutan Jelang Pajak Impor 50% Trump, Harga Melonjak
Share on FacebookShare on Twitter



Daftar Isi



Jakarta, CNBC Indonesia – Harga tembaga melonjak ke titik tertinggi sepanjang masa pada hari Selasa setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan Washington akan mengenakan pajak impor logam sebesar 50%. Menurut Dow Jones Market Data, kontrak berjangka melonjak 13% dalam akhir sesi perdagangan kemarin dan mencapai puncak lonjakan harga terbesar dalam sehari sejak tahun 1968.

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan kepada CNBC hari Selasa waktu setempat, bahwa tarif baru akan berlaku pada tanggal 1 Agustus atau lebih cepat. Pajak impor akan diberlakukan setelah bea masuk serupa untuk aluminium dan baja, yang mengancam akan menambah biaya baru pada input utama bagi ekonomi AS.

Lantas, apakah dampak kenaikan harga tembaga dan kegunaan komoditas logam tersebut?

Penggunaan Tembaga

Tembaga digunakan dalam pembuatan banyak benda, mulai dari mobil hingga ponsel hingga chip komputer. Dalam proyek konstruksi, logam ini menyalurkan listrik dan air melalui kabel dan pipa.

Sementara itu, konsumsi melonjak dalam beberapa dekade terakhir seiring dengan modernisasi Tiongkok dan akhir-akhir ini mendapat dorongan dari pertumbuhan produksi energi terbarukan dan ledakan pembangunan pusat data.

Latar Belakang Pengenaan Tarif Tembaga

Departemen Perdagangan AS dalam beberapa bulan terakhir telah menyelidiki potensi ancaman terhadap pasokan tembaga Amerika berdasarkan Pasal 232 dari Undang-Undang Perluasan Perdagangan tahun 1962, yang memungkinkan kebijakan tarif diterapkan pada barang-barang yang dianggap penting untuk keamanan nasional. Namun, hingga hari Selasa, Trump belum menentukan seberapa tinggi tarif tembaga tersebut.

AS sendiri memiliki cadangan tembaga yang cukup. Namun, Gedung Putih mengatakan pada bulan Februari lalu bahwa “kapasitas peleburan dan pemurnian AS tertinggal jauh di belakang pesaing global.”

Pemerintah mengatakan bahwa pihaknya bertujuan untuk memastikan AS mempertahankan rantai pasokan yang tangguh untuk logam tersebut. Sebelumnya, mantan Presiden Joe Biden juga mencoba untuk meningkatkan produksi pertambangan dan pemrosesan logam di dalam negeri.

Siapa Produsen Tembaga

Menurut Survei Geologi AS, negeri Paman Sam itu tahun lalu mengimpor hampir setengah dari tembaga yang dikonsumsinya. Sebagian besar pengiriman tersebut datang dari Chile dan Kanada.

Namun, di panggung global, Beijing semakin mendominasi rantai pasokan. Menurut Wood Mackenzie, antara tahun 2019 dan 2024, Tiongkok menginvestasikan hampir setengah dari US$55 miliar yang dikomitmenkan untuk tambang tembaga baru secara global. Perusahaan konsultan tersebut memperkirakan bahwa negara tersebut juga menyumbang 75% dari pertumbuhan peleburan di seluruh dunia sejak tahun 2000.

Seberapa mahal tembaga sekarang

Sementara produsen dan pedagang AS menunggu tarif tembaga, mereka telah menerima pengiriman melalui laut, untuk menimbun logam tersebut. Lonjakan permintaan tersebut telah menjadikan tembaga sebagai komoditas terpanas di dunia dan mendorong harga di AS secara spesifik jauh lebih tinggi daripada rekan-rekan global mereka.

Harga berjangka tembaga AS pada hari Selasa 23% lebih mahal daripada tahun lalu, ditutup pada US$5,64 per pon. Sementara itu, di pusat perdagangan global di London, harga berjangka baru-baru ini berpindah tangan sekitar US$4,44 per pon.

Dampak bagi pasar AS

Tembaga telah lama dipandang sebagai penunjuk arah angin utama bagi pertumbuhan ekonomi, dengan harga yang lebih tinggi sering kali menandakan adanya perluasan industri. Namun, para analis kini khawatir bahwa kenaikan harga logam dan barang impor lainnya yang disebabkan oleh tarif dapat mendorong inflasi AS, yang tetap tinggi di atas target Federal Reserve sebesar 2%.

Biaya yang lebih tinggi dapat menekan margin keuntungan perusahaan-perusahaan AS yang membutuhkan tembaga untuk membangun infrastruktur atau memproduksi produk-produk lain. Pada saat yang sama, kenaikan harga komoditas merupakan keuntungan bagi perusahaan-perusahaan pertambangan domestik seperti Freeport-McMoRan. Saham-saham perusahaan tersebut telah melonjak 22% lebih tinggi tahun ini.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Bos JP Morgan: Kebijakan Tarif Trump Bisa Bikin Ekonomi AS Makin Lemah




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ciri-Ciri Orang Kelas Menengah Atas, Anda Termasuk?

Ciri-Ciri Orang Kelas Menengah Atas, Anda Termasuk?

August 22, 2026
Berawal dari Calo Tiket, Sosok Ini Sukses Bangun Kerajaan Maskapai

Berawal dari Calo Tiket, Sosok Ini Sukses Bangun Kerajaan Maskapai

August 22, 2026
Bos MI Soal Pasar RI Mulai Pulih Tapi Asing Belum Masuk Lagi

Bos MI Soal Pasar RI Mulai Pulih Tapi Asing Belum Masuk Lagi

August 22, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .