• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Terancam Kelebihan Pasokan, Harga Minyak Mentah Melemah Terbatas

Terancam Kelebihan Pasokan, Harga Minyak Mentah Melemah Terbatas

January 6, 2026
Cerita Salim Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi, Ungkap Fakta Tak Terduga

Cerita Salim Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi, Ungkap Fakta Tak Terduga

August 14, 2026
Soal Bursa Mineral 1 Januari 2027, Bos OJK: Rinciannya Tunggu Perpres

Soal Bursa Mineral 1 Januari 2027, Bos OJK: Rinciannya Tunggu Perpres

August 14, 2026
Prabowo Perkenalkan DDMF, Ini Tujuan Pembentukannya

Prabowo Perkenalkan DDMF, Ini Tujuan Pembentukannya

August 14, 2026
Prabowo Ngomong Soal Syarat Pasar Modal Baik, Sebut Startup

Prabowo Ngomong Soal Syarat Pasar Modal Baik, Sebut Startup

August 14, 2026
Sufmi Dasco Buka-Bukaan Soal Aturan Bursa Mineral

Sufmi Dasco Buka-Bukaan Soal Aturan Bursa Mineral

August 14, 2026
Soal Demutualisasi Bursa, OJK Tegaskan Pengawasan Tak Berubah

Soal Demutualisasi Bursa, OJK Tegaskan Pengawasan Tak Berubah

August 14, 2026
137 Hotel BUMN Bakal Digabung, Danantara Kejar Efisiensi

137 Hotel BUMN Bakal Digabung, Danantara Kejar Efisiensi

August 14, 2026
Prabowo Mau Usut Direksi BUMN 30 Tahun ke Belakang, Ini Respons DPR

Prabowo Mau Usut Direksi BUMN 30 Tahun ke Belakang, Ini Respons DPR

August 14, 2026
Ada 3 Saham Bank HSC, Bos OJK Ungkap Dampaknya Ke Nasabah

Ada 3 Saham Bank HSC, Bos OJK Ungkap Dampaknya Ke Nasabah

August 14, 2026
Presiden Puji Kinerja Danantara, Transformasi BUMN Tunjukkan Hasil

Presiden Puji Kinerja Danantara, Transformasi BUMN Tunjukkan Hasil

August 14, 2026
Kredit Tumbuh 6,6%, CIMB Niaga Cetak Laba Rp4,3 T di Semester I-2026

Kredit Tumbuh 6,6%, CIMB Niaga Cetak Laba Rp4,3 T di Semester I-2026

August 14, 2026
Danantara Kasih Bukti Kinerja, Ubah Pesimisme Jadi Optimisme

Danantara Kasih Bukti Kinerja, Ubah Pesimisme Jadi Optimisme

August 14, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, August 15, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Terancam Kelebihan Pasokan, Harga Minyak Mentah Melemah Terbatas

7 months ago
in News
Terancam Kelebihan Pasokan, Harga Minyak Mentah Melemah Terbatas
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia- Harga minyak dunia bergerak melemah pada perdagangan Selasa, (06/01/2025), seiring pasar mulai mencerna ulang risiko lonjakan pasokan global di tengah permintaan yang belum menunjukkan pemulihan kuat. Sentimen terbesar datang dari potensi kembalinya minyak Venezuela ke pasar setelah Presiden Nicolas Maduro ditangkap Amerika Serikat.

Melansir Refinitiv pukul 10.10 WIB, harga Brent (LCOc1) berada di US$61,48 per barel, turun dari US$61,76 pada penutupan Senin (5/1/2026). WTI (CLc1) juga melemah ke US$57,99 per barel, dari US$58,32 sehari sebelumnya. Pelemahan ini menandai kelanjutan koreksi setelah harga sempat mencoba stabil di awal tahun.



Secara mingguan sejak akhir Desember, arah pasar terlihat rapuh. Dari level US$62,38 per barel pada 23 Desember, Brent kini sudah turun hampir 1,5%, sementara WTI dari US$58,38 terkoreksi ke bawah US$58. Pola ini mencerminkan bahwa reli akhir tahun gagal bertahan ketika pasar kembali berhadapan dengan isu struktural: pasokan terlalu besar dibanding konsumsi global.

Pemicu terbaru datang dari geopolitik Amerika Latin. Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pemerintahan Donald Trump membuka kembali spekulasi pencabutan sanksi dan embargo minyak AS terhadap Caracas. Jika itu terjadi, minyak Venezuela yang selama bertahun-tahun terisolasi berpotensi kembali mengalir ke pasar dunia dalam volume besar.

Venezuela sendiri bukan pemain kecil. Negara ini merupakan anggota pendiri OPEC dengan cadangan minyak terbesar di dunia, sekitar 303 miliar barel. Produksinya memang merosot tajam akibat sanksi dan kurangnya investasi, dengan output tahun lalu hanya sekitar 1,1 juta barel per hari. Namun analis memperkirakan, jika stabilitas politik terjaga dan modal asing kembali masuk, produksi bisa melonjak hingga 500 ribu barel per hari dalam dua tahun ke depan.

Di pasar yang sudah kelebihan pasokan, tambahan minyak dari Venezuela akan menjadi beban baru.

Itulah yang kini tercermin di pergerakan harga setiap kenaikan langsung dibatasi oleh kekhawatiran suplai. Kenaikan singkat yang terjadi di sesi sebelumnya-ketika pasar bereaksi terhadap kabar penangkapan Maduro-cepat memudar ketika fokus kembali pada neraca pasokan global.

Survei Reuters pada Desember lalu bahkan sudah menunjukkan bahwa pelaku pasar memperkirakan harga minyak akan berada di bawah tekanan sepanjang 2026, karena pertumbuhan produksi global diprediksi melampaui pertumbuhan permintaan. Isu Venezuela hanya mempercepat proses itu.

Bagi OPEC+, situasi ini juga rumit. Kartel yang dipimpin Arab Saudi masih berusaha menjaga keseimbangan pasar dengan mempertahankan kuota produksi. Namun jika minyak Venezuela benar-benar kembali deras ke pasar, ruang OPEC+ untuk menahan harga akan makin sempit. Beberapa analis memperkirakan OPEC+ harus kembali memangkas produksi agar Brent tidak jatuh terlalu dalam dari kisaran US$55-60 per barel.

Untuk saat ini, pasar memilih bersikap defensif. Turunnya Brent ke US$61,48 dan WTI ke US$57,99 pagi ini menjadi sinyal bahwa investor lebih percaya pada skenario pasokan melimpah ketimbang pemulihan permintaan. Selama bayang-bayang Venezuela dan kelebihan suplai masih menghantui, setiap reli harga minyak berisiko cepat berubah menjadi koreksi.

CNBC Indonesia

(emb/emb)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Cerita Salim Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi, Ungkap Fakta Tak Terduga

Cerita Salim Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi, Ungkap Fakta Tak Terduga

August 14, 2026
Soal Bursa Mineral 1 Januari 2027, Bos OJK: Rinciannya Tunggu Perpres

Soal Bursa Mineral 1 Januari 2027, Bos OJK: Rinciannya Tunggu Perpres

August 14, 2026
Prabowo Perkenalkan DDMF, Ini Tujuan Pembentukannya

Prabowo Perkenalkan DDMF, Ini Tujuan Pembentukannya

August 14, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .