• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Topang Ekonomi, Ini Keuntungan Perbankan Fokus Garap Segmen UMKM

Topang Ekonomi, Ini Keuntungan Perbankan Fokus Garap Segmen UMKM

April 17, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2%

Breaking! IHSG Anjlok 2%

October 15, 2026
IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok di Atas 1%

Breaking! IHSG Anjlok di Atas 1%

October 15, 2026
Suroso Isnandar Jadi Bos Baru PLN, Manajemen Buka Suara

Suroso Isnandar Jadi Bos Baru PLN, Manajemen Buka Suara

October 15, 2026
Waskita Beton (WSBP) Mau Ubah Utang Jadi Saham, Nilainya Rp1,71 T

Waskita Beton (WSBP) Mau Ubah Utang Jadi Saham, Nilainya Rp1,71 T

October 15, 2026
IHSG Anjlok di Atas 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok di Atas 1%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
IHSG Anjlok Diatas 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok Diatas 1%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok Diatas 1%

Breaking! IHSG Anjlok Diatas 1%

October 15, 2026
Gelar RUPSLB, Emiten Favorit Lo Kheng Hong ABMM Mau Ganti Direksi

Gelar RUPSLB, Emiten Favorit Lo Kheng Hong ABMM Mau Ganti Direksi

October 15, 2026
Dolar AS Strong & Minyak Memanas, BI Mati-matian Jaga Rupiah

Dolar AS Strong & Minyak Memanas, BI Mati-matian Jaga Rupiah

October 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 15, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Topang Ekonomi, Ini Keuntungan Perbankan Fokus Garap Segmen UMKM

6 months ago
in Lifestyle
Topang Ekonomi, Ini Keuntungan Perbankan Fokus Garap Segmen UMKM
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting sebagai penopang ekonomi Indonesia dan menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar. Untuk itu, UMKM memerlukan dukungan pendanaan yang kuat untuk menjaga kelangsungan usaha secara berkelanjutan.

UMKM bukanlah sektor biasa, melainkan menjadi tulang punggung bagi perekonomian Indonesia. Dengan jumlah lebih dari 65,5 juta unit usaha, UMKM menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sebagian besar tenaga kerja nasional.

Pada krisis 1998, UMKM pun terbukti menjadi benteng yang menjaga ekonomi tetap bergerak ketika korporasi besar tumbang. Begitu pula saat pandemi Covid-19 pada 2020, UMKM menjadi penopang utama konsumsi domestik meski dengan segala keterbatasan lewat pemanfaatan teknologi informasi.

Peran besar UMKM terhadap perekonomian nasional memang bukan tanpa tantangan. UMKM membutuhkan akses permodalan untuk meningkatkan kapabilitas maupun dalam upaya memperluas ekspansi bisnis. Untuk itu, kehadiran industri perbankan menjadi sangat penting. Perbankan menjadi salah satu sumber pendanaan yang kerap dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk meningkatkan skala bisnisnya.

Pengamat Perbankan, Moch Amin Nurdin menuturkan, perbankan memiliki peran sebagai penyedia akses pembiayaan, peningkatan literasi keuangan, serta akselerator digitalisasi dan formalisasi UMKM agar dapat tumbuh dan naik kelas. Dengan fokus memberikan pembiayaan terhadap UMKM, perbankan akan mendapatkan manfaat berupa diversifikasi portofolio dan sumber pertumbuhan baru.

“Pembiayaan ini relatif aman sepanjang dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, didukung analisis kelayakan usaha, profil risiko debitur, serta monitoring yang berkelanjutan,” ujar dia saat dihubungi CNBC Indonesia, Jumat (17/4/2026).

UMKM yang ingin mendapatkan pendanaan dari perbankan pun harus memperhatikan sisi administrasi, seperti legalitas usaha, pencatatan keuangan yang baik, dan model bisnis yang berkelanjutan. Dari sisi perbankan, ada beberapa risiko yang bisa timbul saat perbankan menyalurkan pendanaan terhadap UMKM.

Misalnya, beban utang yang melebihi kapasitas usaha, ketidaksesuaian antara tujuan pembiayaan dan penggunaan dana. Risiko lainnya adalah fluktuasi pendapatan usaha yang dapat mempengaruhi kemampuan pembayaran serta risiko suku bunga atau perubahan kondisi ekonomi.

Salah satu perbankan yang aktif menyalurkan pembiayaan terhadap UMKM adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Sepanjang tahun lalu, BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 178,78 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur kalangan UMKM. Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan nilai pembiayaan Rp 80,09 triliun atau setara 44,97% dari total KUR yang disalurkan.

Amin menyebut, BRI telah memiliki rekam jejak dan pengalaman yang panjang dalam menangani segmen UMKM. BRI pun pernah menjadi tempat belajar bagi bank-bank dari luar negeri yang hendak melakukan benchmarking terkait pengelolaan pembiayaan UMKM. Peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional membuat BRI terus menyusun strategi penyaluran dana yang konsisten dan terarah ke segmen tersebut.

“Secara bisnis, pendekatan ini juga terbukti menjadi sumber pertumbuhan yang kuat. Tercermin dari dominasi penyaluran kredit ke UMKM yang mencapai sekitar 80% dari total portofolio, dengan risiko yang terjaga dengan baik, di mana rata-rata NPL (non-performing loan) masih di bawah NPL industri, sedangkan pencadangan yang dilakukan BRI di atas rata-rata industri untuk segmen tersebut,” ungkap Amin.

Dihubungi secara terpisah, Pengamat Perbankan dari Universitas Bina Nusantara (BINUS), Doddy Ariefianto menuturkan, BRI telah berhasil untuk menjadikan UMKM sebagai mesin pertumbuhan tanpa perlu kehilangan disiplin risiko. Keberhasilan BRI tentu sangat ditentukan oleh kualitas underwriting, pemantauan arus kas debitur, dan ketahanan segmen mikro yang relatif rentan ketika siklus usaha melemah.

Doddy menjelaskan, BRI memiliki portofolio pembiayaan UMKM mencapai 77,5% bila berkaca dari laporan tahunan 2025, artinya perusahaan BRI pun sanggup mengelola risiko pembiayaan UMKM meskipun risikonya tidak kecil. Hal ini terlihat dari capaian gross NPL di level 3,29% dan net NPL di level 1,04% pada tahun lalu.

Expertise dalam menilai dan memilah risiko segmen UMKM, serta kemampuan segmen ini bertahan dari gempuran berbagai krisis yang datang tetap memberikan optimisme terhadap bisnis perbankan yang fokus menggarap segmen UMKM.

 

(rah/rah)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Breaking! IHSG Anjlok 2%

Breaking! IHSG Anjlok 2%

October 15, 2026
IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

October 15, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .