• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Tuyul Tak Bisa Tembus Bank, Ini Penjelasannya!

Tuyul Tak Bisa Tembus Bank, Ini Penjelasannya!

August 23, 2026
Lepas Meta, Beli Visa & Mastercard

Lepas Meta, Beli Visa & Mastercard

August 23, 2026
Rajin Bolak Balik Ke Gunung Kawi, 2 Pengusaha RI Ini Jadi Konglomerat

Rajin Bolak Balik Ke Gunung Kawi, 2 Pengusaha RI Ini Jadi Konglomerat

August 23, 2026
Ini Dia Sosok Penyumbang 28Kg Emas Buat Monas, Nasibnya Miris

Ini Dia Sosok Penyumbang 28Kg Emas Buat Monas, Nasibnya Miris

August 23, 2026
Manis! YUPI Tetapkan Dividen Rp17 per Saham, Total Rp145,36 M

Manis! YUPI Tetapkan Dividen Rp17 per Saham, Total Rp145,36 M

August 23, 2026
Gara-Gara Robot Humanoid, Harta Pengusaha Ini Tembus Rp 282 Triliun

Gara-Gara Robot Humanoid, Harta Pengusaha Ini Tembus Rp 282 Triliun

August 23, 2026
‘Emas di Bawah Bantal’ 1.800 Ton Bikin Heboh, Ini Penjelasan Kemenko

‘Emas di Bawah Bantal’ 1.800 Ton Bikin Heboh, Ini Penjelasan Kemenko

August 23, 2026
Bocoran Skema Pemangkasan Anak Usaha Telkom dari 68 Jadi 18

Bocoran Skema Pemangkasan Anak Usaha Telkom dari 68 Jadi 18

August 23, 2026
Dari Taiwan untuk Keluarga di Indonesia, Simak Cara Kelola Gaji Tepat!

Dari Taiwan untuk Keluarga di Indonesia, Simak Cara Kelola Gaji Tepat!

August 22, 2026
wondrX Jadi Pre-Event Danantara Housing Expo, BNI Perluas Pembiayaan

wondrX Jadi Pre-Event Danantara Housing Expo, BNI Perluas Pembiayaan

August 22, 2026
Ciri-Ciri Orang Kelas Menengah Atas, Anda Termasuk?

Ciri-Ciri Orang Kelas Menengah Atas, Anda Termasuk?

August 22, 2026
Berawal dari Calo Tiket, Sosok Ini Sukses Bangun Kerajaan Maskapai

Berawal dari Calo Tiket, Sosok Ini Sukses Bangun Kerajaan Maskapai

August 22, 2026
Bos MI Soal Pasar RI Mulai Pulih Tapi Asing Belum Masuk Lagi

Bos MI Soal Pasar RI Mulai Pulih Tapi Asing Belum Masuk Lagi

August 22, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, August 23, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Tuyul Tak Bisa Tembus Bank, Ini Penjelasannya!

1 hour ago
in Market
Tuyul Tak Bisa Tembus Bank, Ini Penjelasannya!
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Tuyul kerap diasosiasikan dengan pencurian. Makhluk halus yang digambarkan anak kecil berkepala plontos dengan cawat itu disebut kerap pergi dari satu rumah ke rumah lainnya untuk mencuri uang.

Pencurian itu ternyata tak hanya uang. Budayawan Suwardi Endraswara dalam bukunya Dunia Hantu Orang Jawa (2004) mengatakan aktivitas tuyul tidak sebatas hanya uang tunai saja, namun disebut bisa mencuri barang hingga dokumen berharga.

Pertanyaan berikutnya, apakah tuyul hanya beroperasi di rumah saja? Bisakah makhluk itu masuk ke gedung atau bank mencuri saldo digital?

Ada banyak jawaban di internet untuk pertanyaan tersebut. Beberapa di antaranya karena tuyul takut logam, dan uang di bank tersimpan dalam brankas.

Sementara jawaban lainnya adalah bank memiliki ‘penjaga’ yang juga makhluk halus dan ditakuti oleh sosok tuyul.

Perlu diingat, bahwa jawaban-jawaban tersebut hanya dugaan saja. Untuk memahami asal usulnya, kita harus tarik mundur ke tahun 1870.

Saat itu, Belanda meresmikan kebijakan pintu terbuka atau liberalisasi ekonomi. Sistem ini menggantikan sistem tanam paksa yang sebelumnya diterapkan.

Namun penggantian ini tak membuat masyarakat sejahtera. Jan Luiten van Zanden dan Daan Marks dalam Ekonomi Indonesia 1800-2010 (2012), sistem baru melahirkan rezim kolonial baru yang membuat pengambilalihan kebun rakyat menjadi perkebunan besar dan pabrik gula.

Pada akhirnya, situasi ini membuat banyak masyarakat terpuruk. Termasuk petani kecil yang kian miskin, mereka tidak memiliki kuasa pada lahan perkebunan.

Sebaliknya, sejumlah pedagang hidup sejahtera dari sistem ini baik pribumi maupun China. Mereka menjadi orang kaya baru dan membuat banyak petani bingung dari mana asal kekayaan tersebut.

Ong Hok Ham dalam Wahyu yang Hilang Negeri yang Guncang (2019) menggambarkan kehidupan petani dengan sistem subsisten, yakni bertani cukup untuk konsumsi sendiri. Jika ada hasil lebih maka diberikan sebagai upeti atau dijual.

Jadi mereka berpandangan penumpukan kekayaan adalah proses terbuka. Artinya tiap orang perlu melewati proses dan usaha jelas yang dilihat orang lain.

Namun kekayaan yang didapatkan para pedagang tidak terlihat asal usulnya dan kerja kerasnya. Inilah yang menimbulkan kecemburuan dari para petani, mereka menyebut orang kaya yang gagal mempertanggungjawabkan asal kekayaannya sebagai hasil dari pencurian.

Sementara masyarakat yang kental dengan pandangan mistik membuat mereka memandang pencurian hasil kerja sama orang kaya dan makhluk supranatural. Termasuk berasal dari tuyul.

Dari tuduhan ini, Ong Hok Ham dalam buku berjudul Dari Soal Priayi sampai Nyi Blorong (2002) menyebutkan pedagang dan pengusaha kehilangan status di masyarakat. Para orang kaya ini dianggap hina karena memupuk kekayaan dengan cara haram, padahal yang terjadi karena adanya perubahan kebijakan dari kolonial Belanda.

Penilaian ini yang sama juga terjadi pada transaksi yang dilakukan para pedagang. Orang-orang kaya ini cenderung membeli barang yang tidak menunjukkan kekayaan seperti emas atau barang mewah.

Namun jika membeli tanah atau rumah, maka akan dituduh memelihara setan atau tuyul.

Dari sanalah popularitas tokoh tuyul sebagai subjek mistis yang terhubung dengan kekayaan hingga sekarang.

(mfa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Lepas Meta, Beli Visa & Mastercard

Lepas Meta, Beli Visa & Mastercard

August 23, 2026
Rajin Bolak Balik Ke Gunung Kawi, 2 Pengusaha RI Ini Jadi Konglomerat

Rajin Bolak Balik Ke Gunung Kawi, 2 Pengusaha RI Ini Jadi Konglomerat

August 23, 2026
Ini Dia Sosok Penyumbang 28Kg Emas Buat Monas, Nasibnya Miris

Ini Dia Sosok Penyumbang 28Kg Emas Buat Monas, Nasibnya Miris

August 23, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .