• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Warga RI Tak Puas Situasi Ini

Warga RI Tak Puas Situasi Ini

October 29, 2026
Rupiah Sudah Terdepresiasi Nyaris 8%, Bos BI Ungkap Biang Keroknya

Rupiah Sudah Terdepresiasi Nyaris 8%, Bos BI Ungkap Biang Keroknya

October 29, 2026
Laba PGEO Naik 21,45% di Kuartal III-2026, Ini Faktornya

Laba PGEO Naik 21,45% di Kuartal III-2026, Ini Faktornya

October 29, 2026
Warga RI Tak Puas Situasi Ini

Warga RI Tak Puas Situasi Ini

October 29, 2026
Warga RI Tak Puas Situasi Ini

Warga RI Tak Puas Situasi Ini

October 29, 2026
Bos Danantara Kasih Bukti Kepercayaan Investor ke RI Masih Tinggi

Bos Danantara Kasih Bukti Kepercayaan Investor ke RI Masih Tinggi

October 29, 2026
Dolar Betah di Atas Rp18.100, BI Rate Bakal Naik? Ini Kata Bos BI

Dolar Betah di Atas Rp18.100, BI Rate Bakal Naik? Ini Kata Bos BI

October 29, 2026
Dolar Tembus Rp18.100, BI Rate Bakal Naik? Ini Kata Bos BI

Dolar Tembus Rp18.100, BI Rate Bakal Naik? Ini Kata Bos BI

October 29, 2026
Hashim Warning! Rupiah Bisa Rp21.000/US$ Jika Masalah Ini Tak Beres

Hashim Warning! Rupiah Bisa Rp21.000/US$ Jika Masalah Ini Tak Beres

October 29, 2026
IHSG Ditutup turun 3,49% ke 5.098, Saham BCA Anjlok 6,35%

IHSG Ditutup turun 3,49% ke 5.098, Saham BCA Anjlok 6,35%

October 29, 2026
Rupiah Makin Tertekan, Ekonom Ungkap Skenario Dolar Tembus Rp18.800

Rupiah Makin Tertekan, Ekonom Ungkap Skenario Dolar Tembus Rp18.800

October 29, 2026
Hashim Warning Dolar Bisa Tembus Rp21.000, Bos BI Buka Suara

Hashim Warning Dolar Bisa Tembus Rp21.000, Bos BI Buka Suara

October 29, 2026
Hashim Peringatkan Efek RI Turun Kelas MSCI: Dana Asing Bisa Kering

Hashim Peringatkan Efek RI Turun Kelas MSCI: Dana Asing Bisa Kering

October 29, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 29, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Warga RI Tak Puas Situasi Ini

49 minutes ago
in Market
Warga RI Tak Puas Situasi Ini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Hashim Djojohadikusumo mengaku mendapat tugas dari Presiden Prabowo Subianto untuk membantu pemerintah mengurus penilaian Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia.

Sebagaimana diketahui, pada 15 Oktober 2026, MSCI mengumumkan dimulainya konsultasi tentang usulan untuk mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

“Saya diminta oleh Presiden untuk membantu Pak Rosan (CEO Danantara) dan kawan-kawan di pemerintah Untuk mitigasi masalah yang kita hadapi dari Morgan Stanley. Kalau MSCI tidak kita mitigasi, berarti sumber dana untuk pasar modal kita akan nanti semakin kering,” kata Hashim dalam acara Pembukaan Rapimnas Kadin 2026, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Hashim mengatakan, masalah klasifikasi MSCI terhadap Bursa Efek Indonesia (BEI) ini menjadi perhatian serius Kepala Negara karena sudah puluhan juta investor domestik yang merasa tidak puas dengan situasi saat ini.

“Nah masalah adalah saat ini 32.700.000 warga Indonesia sangat tidak puas dengan keadaan tidak berbahagia ini,” ucap Hashim.

Ia mengatakan, puluhan juta investor domestik itu merupakan pemilik akun di pasar modal, “Ibu Kiki (Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi) yang cerita sama saya tercatat hari ini 32,7 juta individu warga negara Indonesia yang memiliki brokerage accounts yang memiliki akun-akun brokerage, dengan kata lain mereka ikut investasi melalui bursa.”

Menurut Hashim, masalah serius yang menjadi perhatian MSCI terhadap pasar modal Indonesia saat ini adalah terkait masih banyaknya saham gorengan. Karenanya, ia akan membantu mengurus hal itu.

“Ada indikasi memang ada praktek-praktek yang tidak sehat yang terjadi di pasar saham kita, saya enggak usah sebut siapa. Tapi ada saham-saham yang istilahnya digoreng. Ini yang disorot dan diperhatikan dan dipersoalkan Oleh MSCI dan pelaku-pelaku asing ini,” paparnya.

Ia pun memperingatkan, bila sorotan MSCI ini tidak segera diselesaikan, maka perekonomian Indonesia akan makin tertekan. Aliran modal asing semakin kering hingga mampu menekan kurs rupiah terhadap dolar AS ke level Rp 22.000.

“Ini masalah sangat-sangat serius Karena kalau investasi luar negeri keluar dari perusahaan saham kita, Rupiah bisa semakin lemah. Saya sudah hitung bisa jadi Rp 20-21 ribu. Ada yang bilang Rp 22 ribu,” ucap Hashim.

(arj/arj)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Rupiah Sudah Terdepresiasi Nyaris 8%, Bos BI Ungkap Biang Keroknya

Rupiah Sudah Terdepresiasi Nyaris 8%, Bos BI Ungkap Biang Keroknya

October 29, 2026
Laba PGEO Naik 21,45% di Kuartal III-2026, Ini Faktornya

Laba PGEO Naik 21,45% di Kuartal III-2026, Ini Faktornya

October 29, 2026
Warga RI Tak Puas Situasi Ini

Warga RI Tak Puas Situasi Ini

October 29, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .