• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
1.697 Lender Ajukan Tagihan ke Investree, Ada Bank hingga E-Commerce

1.697 Lender Ajukan Tagihan ke Investree, Ada Bank hingga E-Commerce

July 25, 2025
Saham RANS Anjlok ke Rp117, Harga Kini 31% di Bawah IPO

Saham RANS Anjlok ke Rp117, Harga Kini 31% di Bawah IPO

October 29, 2026
BEI Ubah Cara Berantas Manipulasi Saham, Sasar Rekening Pelaku

BEI Ubah Cara Berantas Manipulasi Saham, Sasar Rekening Pelaku

October 29, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Asing Serbu 10 Saham Ini

IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Asing Serbu 10 Saham Ini

October 29, 2026
Asing Pilih Lepas 10 Saham Ini Kala IHSG Menguat

Asing Pilih Lepas 10 Saham Ini Kala IHSG Menguat

October 29, 2026
BNI Siap-Siap Buyback Saham, Rogoh Kocek Rp547 Miliar

BNI Siap-Siap Buyback Saham, Rogoh Kocek Rp547 Miliar

October 28, 2026
Mandiri (BMRI) Jual Saham Inhealth ke IFG Life Senilai Rp570 Miliar

Mandiri (BMRI) Jual Saham Inhealth ke IFG Life Senilai Rp570 Miliar

October 28, 2026
Prabowo Target Masalah Sampah RI Selesai 2028, Danantara Ditugasi!

Prabowo Target Masalah Sampah RI Selesai 2028, Danantara Ditugasi!

October 28, 2026
Rupiah Diramal Bisa Tembus Rp19.000, Airlangga: Kita Lebih Optimistis!

Rupiah Diramal Bisa Tembus Rp19.000, Airlangga: Kita Lebih Optimistis!

October 28, 2026
KPK Geledah Kantor PT Djarum di Kudus Jateng, Manajemen Buka Suara

KPK Geledah Kantor PT Djarum di Kudus Jateng, Manajemen Buka Suara

October 28, 2026
Chandra Asri (TPIA) Hentikan Buyback Saham Lebih Cepat, Ini Alasannya

Chandra Asri (TPIA) Hentikan Buyback Saham Lebih Cepat, Ini Alasannya

October 28, 2026
Laba Astra International (ASII) Rp21,6 Triliun di Kuartal III-2026

Laba Astra International (ASII) Rp21,6 Triliun di Kuartal III-2026

October 28, 2026
Data 5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Kopi (FORE) Bocor

Data 5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Kopi (FORE) Bocor

October 28, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 29, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

1.697 Lender Ajukan Tagihan ke Investree, Ada Bank hingga E-Commerce

1 year ago
in News
1.697 Lender Ajukan Tagihan ke Investree, Ada Bank hingga E-Commerce
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — PT Investree Radhika Jaya, perusahaan pemilik platform peer-to-peer lending Investree, telah mengumumkan para lender yang mengajukan tagihan sebanyak 1.697 pihak yang terdiri dari perorangan dan badan usaha.

Mengutip website resminya, di antara ribuan lender yang mengajukan tagihan, di antaranya ada pihak yang berasal dari pihak perbankan hingga perusahaan e-commerce.

Lender dari perbankan di antaranya, PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO), PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR). Lalu PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) atas nama Willy, Asep Budiman, dan Jadiaman Sinaga. Serta, PT Bank Perkreditan Rakyat atas nama Andi Gunawan.

Sementara lender dari perusahaan e-commerce yaitu PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli.

Tim Likuidasi PT Investree Radhika Jaya menyampaikan, pihaknya memerlukan tambahan waktu untuk menyelesaikan proses verifikasi tagihan karena tingginya volume tagihan yang diterima. Adanya penambahan waktu bertujuan untuk memastikan akurasi dan validasi data.

“Saat ini, Tim Likuidasi tengah melakukan pengumpulan serta komparasi data guna memastikan konsistensi dan kebenaran informasi yang diterima. Hasil dari proses verifikasi tersebut, beserta informasi lain terkait proses likuidasi, akan kami sampaikan secara berkala melalui situs,” tulis tim likuidiasi, Jumat (25/7).

Disebutkan, pengajuan tagihan kepada PT Investree Radhika Jaya berlangsung sejak 9 April 2025 hingga 8 Juni 2025. Namun, apabila nama lender tidak tertera dalam daftar pengumuman, diminta untuk menghubungi kami melalui email [email protected] atau WhatsApp di nomor +62 821 2326 9758 dengan menyertakan bukti pengajuan tagihan.

Sebagai informasi, tersangka kasus dugaan pengelolaan dana yang tidak transparan dan tidak sesuai dengan perjanjian di PT Investree Radika Jaya atau Investree, Adrian Gunadi masih menjadi buron.

Namun, kabar terbaru, Adrian Gunadi, terpantau telah mengemban jabatan baru di entitas bisnis asing. Padahal, hingga saat ini, nama Adrian masih tercantum dalam daftar red notice Interpol.

Adrian Gunadi diketahui menjabat sebagai CEO JTA Holding Qatar, yang merupakan bagian dari JTA International Investment Holding yang berbasis di Singapura. Dalam situs resmi perusahaan, Adrian disebut sebagai operator global dan wirausahawan berpengalaman.

“CEO: Adrian A Gunadi. operator global dan wirausahawan berpengalaman yang memimpin pertumbuhan teknologi keuangan di berbagai pasar Asia Tenggara,” demikian tertulis di laman resmi JTA Holding, dikutip Jumat (25/7/2025).

Entitas bernama JTA Investree Doha Consultancy, yang merupakan anak usaha JTA International Investment Holding, bergerak di bidang penyedia solusi perangkat lunak dan teknologi kecerdasan buatan untuk pinjaman digital. Perusahaan tersebut berbasis di Doha, Qatar, dan menyasar kemitraan dengan institusi keuangan di kawasan Timur Tengah, Asia, dan Afrika.

Sebagaimana diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut izin usaha Investree pada Oktober 2024. Alasan pencabutan tersebut antara lain pelanggaran terhadap ketentuan ekuitas minimum serta pelanggaran aturan lain dalam POJK Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI).

Selain itu, OJK juga menilai bahwa kinerja Investree memburuk hingga mengganggu operasional dan pelayanan terhadap masyarakat. Hal ini mendorong otoritas untuk mengambil langkah tegas dengan mencabut izin perusahaan.

Keputusan pencabutan izin tersebut tertuang dalam Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-53/D.06/2024 tanggal 21 Oktober 2024. Sejak saat itu, proses likuidasi perusahaan pun berjalan di bawah pengawasan tim yang ditunjuk.

Dalam keterangan terbarunya, OJK menyatakan terus melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum terkait perkembangan kasus Adrian Gunadi. Termasuk, upaya hukum melalui red notice dan kerja sama dengan Interpol dan otoritas internasional lain.

“Perusahaan telah menyampaikan neraca penutupan dan saat ini dalam proses penelaahan. Proses penyelesaian hak dan kewajiban akan dilakukan melalui Tim Likuidasi yang dibentuk,” kata Deputi Komisioner OJK, Agusman.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



OJK Buka Suara Soal Bos Pinjol Bankrut Ketahuan Nonton Balap di Qatar




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Saham RANS Anjlok ke Rp117, Harga Kini 31% di Bawah IPO

Saham RANS Anjlok ke Rp117, Harga Kini 31% di Bawah IPO

October 29, 2026
BEI Ubah Cara Berantas Manipulasi Saham, Sasar Rekening Pelaku

BEI Ubah Cara Berantas Manipulasi Saham, Sasar Rekening Pelaku

October 29, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Asing Serbu 10 Saham Ini

IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Asing Serbu 10 Saham Ini

October 29, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .