• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
12 Negara Minta Utang ke IMF, Purbaya: Indonesia Tidak Perlu!

12 Negara Minta Utang ke IMF, Purbaya: Indonesia Tidak Perlu!

April 17, 2026
Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2%

Breaking! IHSG Anjlok 2%

October 15, 2026
IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok di Atas 1%

Breaking! IHSG Anjlok di Atas 1%

October 15, 2026
Suroso Isnandar Jadi Bos Baru PLN, Manajemen Buka Suara

Suroso Isnandar Jadi Bos Baru PLN, Manajemen Buka Suara

October 15, 2026
Waskita Beton (WSBP) Mau Ubah Utang Jadi Saham, Nilainya Rp1,71 T

Waskita Beton (WSBP) Mau Ubah Utang Jadi Saham, Nilainya Rp1,71 T

October 15, 2026
IHSG Anjlok di Atas 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok di Atas 1%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
IHSG Anjlok Diatas 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok Diatas 1%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok Diatas 1%

Breaking! IHSG Anjlok Diatas 1%

October 15, 2026
Gelar RUPSLB, Emiten Favorit Lo Kheng Hong ABMM Mau Ganti Direksi

Gelar RUPSLB, Emiten Favorit Lo Kheng Hong ABMM Mau Ganti Direksi

October 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 15, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

12 Negara Minta Utang ke IMF, Purbaya: Indonesia Tidak Perlu!

6 months ago
in ENTREPRENEUR
12 Negara Minta Utang ke IMF, Purbaya: Indonesia Tidak Perlu!
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Lonjakan harga energi dan gangguan pasokan akibat perang di Timur Tengah menyebabkan tekanan krisis global kian dalam, terutama bagi negara berkembang.

Dana Moneter Internasional (IMF) mengungkapkan sedikitnya 12 negara tengah bersiap mengajukan pinjaman baru untuk meredam dampak dari ketidakpastian global tersebut.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan permintaan bantuan keuangan berpotensi melonjak signifikan. Ia memperkirakan kebutuhan dukungan baru bisa mencapai US$20 miliar hingga US$50 miliar atau setara Rp340 triliun hingga Rp850 triliun (kurs Rp17.000/US$).

“Gangguan akibat perang dapat memicu permintaan dukungan keuangan baru dalam jumlah besar, baik dalam bentuk pinjaman baru maupun tambahan dari program yang sudah berjalan,” ujar Georgieva dalam konferensi pers di sela Pertemuan Musim Semi IMF dan Bank Dunia di Washington, seperti dikutip Reuters, Kamis (16/4/2026).

Ia menambahkan, sebagian negara Afrika sub-Sahara telah mulai mencari bantuan. Namun, IMF belum membahas tambahan program pinjaman untuk Mesir yang saat ini memiliki fasilitas senilai US$8 miliar atau sekitar Rp136 triliun.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia optimis masih memiliki ruang fiskal yang memadai untuk menghadapi tekanan global.

Pernyataan tersebut, disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai bertemu dengan Managing Director IMF, Kristalina Georgieva dalam agenda IMF Spring Meetings di Washington DC Amerika Serikat.

“Tentu saja Indonesia tidak membutuhkan karena negara kita cukup baik, dan kita masih punya batas yang cukup besar, yaitu Rp420 T yang saya bilang sebelumnya,” ujarnya.

IMF pun sempat mempertanyakan bagaimana Indonesia mampu tetap solid di tengah situasi yang tidak mudah. Purbaya menjawab, ketahanan tersebut merupakan hasil perubahan kebijakan yang dilakukan pemerintah sejak tahun lalu.

Reformasi kebijakan tersebut dinilai membuat ekonomi Indonesia lebih siap menghadapi guncangan eksternal.

“Kenapa kita bisa bertahan di tengah keadaan global yang seperti ini. Tapi saya jelaskan bahwa memang kita sudah merubah kebijakan sejak tahun lalu, dan tampaknya sudah jelas. Jadi kita sedang mengalami percepatan ketika shock dari ketidakpastian global, dari harga minyak yang tinggi. Sehingga kita bisa menyerap shock yang terjadi,” ujarnya.

(mij/mij)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2%

Breaking! IHSG Anjlok 2%

October 15, 2026
IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .