• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
RI Kini Punya Kalkulator Hijau Jilid II, Bisa Hitung Emisi Karbon Cs

RI Kini Punya Kalkulator Hijau Jilid II, Bisa Hitung Emisi Karbon Cs

May 12, 2026
Benarkah Tuyul Tak Bisa Curi Uang di Bank? Ini Penjelasannya

Benarkah Tuyul Tak Bisa Curi Uang di Bank? Ini Penjelasannya

May 16, 2026
Mulanya Jualan Kembang Api, Sosok Ini Sekarang Jadi Raja Rokok RI

Mulanya Jualan Kembang Api, Sosok Ini Sekarang Jadi Raja Rokok RI

May 16, 2026
Dulu Calo Tiket di Bandara, Sosok Ini Sekarang Pemilik Lion Air

Dulu Calo Tiket di Bandara, Sosok Ini Sekarang Pemilik Lion Air

May 16, 2026
Ada Peran Kakek Prabowo di Balik Berdirinya Bank Pertama di RI

Ada Peran Kakek Prabowo di Balik Berdirinya Bank Pertama di RI

May 16, 2026
Penawar Misterius Bayar Rp158 M Buat Makan Malam Bareng Warren Buffett

Penawar Misterius Bayar Rp158 M Buat Makan Malam Bareng Warren Buffett

May 16, 2026
Prabowo Resmikan 1.061 Kopdes Merah Putih di Jawa Timur

Prabowo Resmikan 1.061 Kopdes Merah Putih di Jawa Timur

May 16, 2026
Salurkan Gas ke Pelosok, Bisnis Perkapalan Perlu Kontrak Pasti

Salurkan Gas ke Pelosok, Bisnis Perkapalan Perlu Kontrak Pasti

May 16, 2026
Bakal Kena Pajak Rp129 T, Taipan Ini Beri Jawaban Tak Terduga

Bakal Kena Pajak Rp129 T, Taipan Ini Beri Jawaban Tak Terduga

May 16, 2026
Tertarik Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal 2026

Tertarik Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal 2026

May 16, 2026
Keluarga Ini Punya Pendapatan Pasif Rp2,72 M Sebulan

Keluarga Ini Punya Pendapatan Pasif Rp2,72 M Sebulan

May 16, 2026
Kisah Robohnya Kerajaan Bisnis Salim Usai Berjaya 3 Dekade

Kisah Robohnya Kerajaan Bisnis Salim Usai Berjaya 3 Dekade

May 16, 2026
5 Ciri Utama Golongan Warga Kelas Bawah, Ada di Kamu?

5 Ciri Utama Golongan Warga Kelas Bawah, Ada di Kamu?

May 16, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, May 16, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

RI Kini Punya Kalkulator Hijau Jilid II, Bisa Hitung Emisi Karbon Cs

5 days ago
in News
RI Kini Punya Kalkulator Hijau Jilid II, Bisa Hitung Emisi Karbon Cs
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) meluncurkan Kalkulator Hijau Versi 2. Ini adalah Kalkulator Hijau Versi 2 dikembangkan sebagai penyempurnaan dari Versi 1.0 dengan cakupan yang lebih luas, metodologi yang lebih komprehensif, dan penggunaan yang lebih mudah.

Kalkulator Hijau Versi 2 ini merupakan langkah penguatan keuangan berkelanjutan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk mendorong ketahanan ekonomi di tengah tantangan perubahan iklim. Penguatan ini perlu didukung data emisi karbon yang kredibel, terstandar, andal, dan dapat diperbandingkan.

Pengembangan ini semakin relevan seiring meningkatnya upaya perbankan dalam menghitung emisi karbon. Survei yang dilakukan Bank Indonesia kepada 105 bank pada 2025 menunjukkan bahwa mayoritas bank telah menghitung emisi secara mandiri, dan Kalkulator Hijau menjadi alat yang paling banyak digunakan.

“Kalkulator Hijau versi 2 menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan konsistensi dan standardisasi penghitungan emisi karbon,” demikian disampaikan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, pada peluncuran Kalkulator Hijau Versi 2 di Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Kalkulator Hijau versi 2 diharapkan membantu pelaku usaha dan lembaga keuangan menghitung emisi karbon secara lebih akurat dan konsisten sebagai dasar pelaporan keberlanjutan, pengembangan pembiayaan hijau, dan pengelolaan risiko iklim.

Peluncuran dihadiri juga oleh Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), serta rekan-rekan Perbanka ndan Akademisi.

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung menekankan pentingnya Kalkulator Hijau sebagai langkah penguatan keuangan berkelanjutan. Juda berharap Kalkulator Hijau tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pelaporan, tetapi juga diintegrasikan dalam manajemen risiko.

“Kita tidak mungkin mengendalikan sesuatu yang tidak kita ukur. Karena itu, Kalkulator Hijau bukan sekadar alat untuk menghitung, tetapi juga alat untuk membantu mengendalikan emisi karbon,” ujarnya.

Dari sisi fiskal, kata Juda, Pemerintah telah mengorkestrasi APBN untuk menangani isu perubahan iklim, antara lain melalui pemberian berbagai insentif perpajakan seperti tax allowance, tax holiday, serta fasilitas kepabeanan dan perpajakan lainnya untuk mendorong pengembangan ekonomi hijau.

Dari sisi pengawasan, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa perubahan iklim dapat menimbulkan risiko finansial bagi sektor keuangan.

Seiring dengan semakin eratnya keterkaitan antara ketahanan ekonomi dan ketahanan ekologis, perbankan didorong untuk mengukur risiko iklim dan mengintegrasikannya ke dalam strategi bisnis serta manajemen risiko. Hal ini membuat penguatan pengukuran emisi karbon menjadi elemen penting dalam mendukung pengelolaan risiko yang lebih komprehensif.

Penyaluran kredit berkelanjutan terus tumbuh positif dan masih memiliki ruang untuk didorong lebih lanjut. Pada Desember 2025, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) hijau tumbuh sebesar 70,08% (yoy), sementara Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hijau juga terus berkembang sejalan dengan meningkatnya perhatian para pelaku usaha termasuk UMKM terhadap pembiayaan yang mendukung ekonomi rendah karbon.

Perkembangan tersebut diikuti kualitas kredit yang terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah (non performing loan / NPL) KKB hijau yang rendah yaitu sebesar 0,30% dan NPL KPR hijau sebesar 0,84%. Bank Indonesia juga mendorong penguatan pembiayaan hijau melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dengan memberikan insentif kepada bank yang menyalurkan kredit/pembiayaan ke Sektor UMKM, Ko perasi, Inklusi, dan Berkelanjutan sebesar maksimal 1% dari Giro Wajib Minimum (GWM).

Menurut data BI, Kalkulator Hijau kini menghasilkan data emisi yang semakin berkualitas, selaras dengan standar internasional Greenhouse Gas (GHG) Protocol. Inisiatif ini sejalan dengan upaya pencapaian Second Nationally Determined Contribution 2035 dan Net Zero Emission Indonesia 2060.

Pengembangan dilakukan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Kalkulator Hijau yang melibatkan Bank Indonesia bersama otoritas dan lembaga, mencakup Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Koordinator Pangan, Kementerian Koordinator Infrastruktur, Kementerian Perhubungan dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Perhubungan, Perbanas, Masyarakat Transportasi Indonesia, Indonesia Research Institute for Decarbonization, Badan Riset dan Inovasi Nasional, World Wide Fund (WWF) Indonesia, dan Tim Panel Metodologi Gas Rumah Kaca Nasional.

(haa/haa)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Benarkah Tuyul Tak Bisa Curi Uang di Bank? Ini Penjelasannya

Benarkah Tuyul Tak Bisa Curi Uang di Bank? Ini Penjelasannya

May 16, 2026
Mulanya Jualan Kembang Api, Sosok Ini Sekarang Jadi Raja Rokok RI

Mulanya Jualan Kembang Api, Sosok Ini Sekarang Jadi Raja Rokok RI

May 16, 2026
Dulu Calo Tiket di Bandara, Sosok Ini Sekarang Pemilik Lion Air

Dulu Calo Tiket di Bandara, Sosok Ini Sekarang Pemilik Lion Air

May 16, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .