• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
FTSE Rombak Aturan Terkait HSC, BREN & DSSA Terancam Kena Tendang

FTSE Rombak Aturan Terkait HSC, BREN & DSSA Terancam Kena Tendang

May 13, 2026
6 Hari Naik 161,73%, Saham PRDL Gerak Gak Wajar dan Dipantau BEI

6 Hari Naik 161,73%, Saham PRDL Gerak Gak Wajar dan Dipantau BEI

July 16, 2026
OJK Minta Insentif Pajak Buat ETF Emas, Begini Jawaban Airlangga

OJK Minta Insentif Pajak Buat ETF Emas, Begini Jawaban Airlangga

July 16, 2026
IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,24% ke Level 6.056

IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,24% ke Level 6.056

July 16, 2026
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp18.055

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp18.055

July 16, 2026
Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

July 16, 2026
Saham Teknologi Rontok Tertekan Aksi Jual, Bursa Asia Berguguran

Saham Teknologi Rontok Tertekan Aksi Jual, Bursa Asia Berguguran

July 16, 2026
Asing Diam-Diam Lego 10 Saham Ini Kala IHSG Naik Tipis

Asing Diam-Diam Lego 10 Saham Ini Kala IHSG Naik Tipis

July 16, 2026
Mau Punya Alfamart Sendiri? Segini Modal yang Dibutuhkan di 2026

Mau Punya Alfamart Sendiri? Segini Modal yang Dibutuhkan di 2026

July 16, 2026
IHSG Lanjut Naik Tipis, Asing Serok 10 Saham Ini

IHSG Lanjut Naik Tipis, Asing Serok 10 Saham Ini

July 16, 2026
DJP Blokir Sertifikat Elektronik & Rekening 295 Penunggak Pajak Rp76 M

DJP Blokir Sertifikat Elektronik & Rekening 295 Penunggak Pajak Rp76 M

July 16, 2026
Loker! OJK Buka Pendaftaran Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral

Loker! OJK Buka Pendaftaran Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral

July 15, 2026
Bukan OJK, Ini yang Jadi Pengawas Pusat Finansial Internasional (PFII)

Bukan OJK, Ini yang Jadi Pengawas Pusat Finansial Internasional (PFII)

July 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, July 16, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

FTSE Rombak Aturan Terkait HSC, BREN & DSSA Terancam Kena Tendang

2 months ago
in Market
FTSE Rombak Aturan Terkait HSC, BREN & DSSA Terancam Kena Tendang
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Penyedia indeks global FTSE Russell kembali menyoroti saham-saham Indonesia. Dalam pengumuman terbaru bertajuk “Index Treatment for the June 2026 Index Review” yang dirilis Rabu (13/5/2026), FTSE memberikan sinyal keras terkait potensi penghapusan saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pengumuman ini juga datang tepat setelah MSCI menghapus sejumlah saham konglomerasi dengan porsi kepemilikan terkonsentrasi. Sejumlah saham yang dihapus dari MSCI termasuk BREN, AMMN dan DSSA. Ketiga saham tersebut juga merupakan konstituen FTSE, dengan BREN dan DSSA masuk dalam daftar saham high shareholding concentration (HSC) yang dirilis BEI.

Aturan terbaru FTSE diterbitkan menyusul upaya otoritas pasar modal Indonesia dalam meningkatkan transparansi, termasuk publikasi daftar High Shareholding Concentration (HSC). 

Dalam dokumen tersebut, FTSE Russell menegaskan bahwa jika sebuah perusahaan menjadi subjek peringatan konsentrasi kepemilikan saham dari otoritas bursa dan keuangan, di mana saham beredar hanya dikuasai segelintir pihak, maka saham tersebut akan didepak dari indeks pada tinjauan berikutnya.

“Untuk memastikan integritas dan replikabilitas indeks, FTSE Russell akan menghapus sekuritas yang terdampak pada harga nol pada tinjauan Juni 2026, efektif mulai pembukaan pasar pada Senin, 22 Juni 2026,” tulis pengumuman resmi tersebut.

Kebijakan “harga nol” ini diambil karena FTSE menilai likuiditas saham HSC cenderung memburuk secara material. Investor institusi pengelola dana indeks (passive fund) dikhawatirkan tidak akan menemukan pembeli (counterparty) yang cukup jika harus keluar dari saham tersebut secara mendadak.

Kebijakan harga nol umumnya dilakukan oleh FTSE atas saham-saham perusahaan bangkrut yang masih ada di indeks atau saham yang lama mengalami suspensi atau terkena dampak sanksi sehingga sulit diperdagangkan.

BREN & DSSA Jadi Sorotan?

Meski FTSE belum merilis spesifik emiten yang terancam kena tendang dalam pengumuman tersebut, sejumlah daftar saham tampaknya akan terkena dampak secara signifikan. Dua emiten besar selama ini identik dengan isu free float dan konsentrasi kepemilikan, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) milik taipan Prajogo Pangestu dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari grup Sinarmas menjadi sorotan karena keduanya masuk dalam daftar HSC BEI.

Sebagai catatan, BREN sebelumnya sempat menjadi pusat drama di pasar modal setelah batal masuk indeks FTSE karena masalah free float yang dinilai terlalu sempit dan terkonsentrasi pada pemegang saham tertentu, namun akhirnya diputuskan dapat masuk ke indeks bergengsi tersebut. 

Di sisi lain, FTSE Russell memutuskan untuk tetap menunda pemeringkatan ulang secara penuh serta penambahan saham baru (IPO) dari Indonesia hingga setidaknya September 2026.

Artinya, untuk tinjauan Juni 2026, FTSE hanya akan memproses:

  • Pembaruan klasifikasi industri (ICB).

  • Pembaruan jumlah saham kuartalan.

  • Penurunan porsi free float (jika ada).

  • Penghapusan saham yang masuk daftar hitam ESG atau syariah.

“FTSE Russell akan terus memantau perkembangan pasar di Indonesia dengan cermat dan tetap terlibat dengan otoritas pasar lokal. Keputusan lebih lanjut mengenai perlakuan indeks, termasuk potensi dimulainya kembali pemeringkatan ulang indeks penuh, akan dipertimbangkan sebelum tinjauan indeks September 2026 dan akan dikomunikasikan pada waktunya,” tulis pengumuman tersebut.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
6 Hari Naik 161,73%, Saham PRDL Gerak Gak Wajar dan Dipantau BEI

6 Hari Naik 161,73%, Saham PRDL Gerak Gak Wajar dan Dipantau BEI

July 16, 2026
OJK Minta Insentif Pajak Buat ETF Emas, Begini Jawaban Airlangga

OJK Minta Insentif Pajak Buat ETF Emas, Begini Jawaban Airlangga

July 16, 2026
IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,24% ke Level 6.056

IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,24% ke Level 6.056

July 16, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .