Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) kini kembali gencar menerbitkan instrumen operasi moneter yang ditujukan untuk mempertebal pasokan dolar di dalam negeri, yakni Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, total volume SRBI kini telah mencapai Rp 92188 triliun, terdiri dari kepemilikan investor asing Rp 221,59 triliun atau setara 24,04% dari oustanding.
“Sehingga mendukung stabilisasi rupiah,” kata Perry saat konferensi pers, Rabu (20/5/2026).
Perry mengatakan, meningkatnya volume SRBI ini tak terlepas dari keputusan BI untuk meniakkan suku bunga atau imbal hasilnya, guna memberi daya tarik kepada para investor.
Suku bunga SRBI kata dia telah naik menjadi 6,21% untuk tenor 6, 6,31% tenor 9 bulan, dan 6,45% untuk tenor 12 bulan per 13 Mei 2026.
“Berbagai respon ini dapat mendorong inflow asing pada kuartal I-2026 yang mencatat inflow US$ 5,5 miliar,” tegas Perry.
(arj/arj)
Add
as a preferred
source on Google

















