Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital pada April 2026 tetap tinggi didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.
Hal ini ditegaskan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dalam paparan hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (20/6/2026).
“Volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,15 miliar transaksi atau tumbuh 42,86% (yoy) pada April 2026 didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital,” kata Perry.
Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 15,92% (yoy) dan 22,95% (yoy), termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 108,43% (yoy).
Perry menuturkan kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant. Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 490 juta transaksi atau tumbuh 46,09% (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp 1.219 triliun pada April 2026.
Sementara itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 0,91 juta transaksi atau tumbuh 25,72% (yoy), dengan nominal transaksi BI-RTGS tumbuh 14,55% (yoy) mencapai Rp 17.520 triliun pada April 2026.
Adapun, dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 14,61% (yoy) menjadi Rp 1.301 triliun pada April 2026.
(haa/haa)
Add
as a preferred
source on Google

















