• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Israel Serang Lebanon, Harga Minyak Mendidih

Israel Serang Lebanon, Harga Minyak Mendidih

June 8, 2026
SRUK Jadi Fondasi Pasar Karbon RI

SRUK Jadi Fondasi Pasar Karbon RI

July 9, 2026
Asbisindo Minta PFII Bisa Digarap Jadi Pusat Keuangan Syariah Dunia

Asbisindo Minta PFII Bisa Digarap Jadi Pusat Keuangan Syariah Dunia

July 9, 2026
Kapal Pertamina Sukses Lewati Selat Hormuz, Kemlu Ungkap Hal Ini

Kapal Pertamina Sukses Lewati Selat Hormuz, Kemlu Ungkap Hal Ini

July 9, 2026
OJK Ungkap Modus Henry Surya Gelapkan Ratusan Miliar Uang Pempol

OJK Ungkap Modus Henry Surya Gelapkan Ratusan Miliar Uang Pempol

July 9, 2026
Investor AS hingga Jepang Antre Masuk Pasar Karbon RI

Investor AS hingga Jepang Antre Masuk Pasar Karbon RI

July 9, 2026
Penampakan 485 Barang Bukti Kasus Prolife 'Indosurya' Rp113 M

Penampakan 485 Barang Bukti Kasus Prolife 'Indosurya' Rp113 M

July 9, 2026
Strategi RI Tampil di Panggung Dunia

Strategi RI Tampil di Panggung Dunia

July 9, 2026
Pemerintah Umumkan Nasib Proyek Tol Terpanjang RI, Jadi Dibangun?

Pemerintah Umumkan Nasib Proyek Tol Terpanjang RI, Jadi Dibangun?

July 9, 2026
RUPSLB Adhi Karya (ADHI) Setujui Perubahan Susunan Pengurus Perseroan

RUPSLB Adhi Karya (ADHI) Setujui Perubahan Susunan Pengurus Perseroan

July 9, 2026
Proyek Bayar Tol Tanpa Buka Kaca Mangkrak Lama, Ini Biang Keroknya

Proyek Bayar Tol Tanpa Buka Kaca Mangkrak Lama, Ini Biang Keroknya

July 9, 2026
Perbanas Ingatkan Risiko Pencucian Uang Jika PFII Tak Diatur Matang

Perbanas Ingatkan Risiko Pencucian Uang Jika PFII Tak Diatur Matang

July 9, 2026
1,85 Juta Penunggak Pajak Terima Email Peringatan dari DJP

1,85 Juta Penunggak Pajak Terima Email Peringatan dari DJP

July 9, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, July 9, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Israel Serang Lebanon, Harga Minyak Mendidih

1 month ago
in ENTREPRENEUR
Israel Serang Lebanon, Harga Minyak Mendidih
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia kembali melonjak pada perdagangan Senin pagi (8/6/2026) setelah pasar dikejutkan oleh serangan terbaru Israel ke Lebanon. Eskalasi baru ini memicu kekhawatiran bahwa konflik Timur Tengah akan kembali meluas dan menghambat upaya pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling vital di dunia.

Berdasarkan data Refinitiv per pukul 08.01 WIB, harga minyak Brent berada di US$95,29 per barel, melonjak 2,36% dibandingkan penutupan Jumat yang berada di US$93,09 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,18% ke US$92,51 per barel dari posisi sebelumnya US$90,54 per barel. Kenaikan tersebut memangkas sebagian besar pelemahan yang terjadi pada akhir pekan lalu ketika pasar sempat optimistis terhadap peluang meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Sentimen utama datang dari serangan udara Israel ke Beirut pada Minggu waktu setempat. Aksi militer tersebut berlangsung hanya beberapa hari setelah Israel dan Lebanon mengumumkan kesepakatan gencatan senjata pada 3 Juni hasil negosiasi di Washington. Situasi kian memanas setelah Iran membalas serangan terhadap sekutunya, Hizbullah, dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel. Rantai konflik baru ini menimbulkan keraguan bahwa perundingan damai antara Washington dan Teheran dapat segera tercapai.



Bagi pasar energi, isu terpenting bukan semata konflik militer, melainkan nasib Selat Hormuz. Iran hingga kini masih menghambat sebagian besar arus pelayaran melalui selat tersebut sejak perang AS-Iran pecah pada Februari lalu. Akibatnya, pasokan minyak global terganggu dan banyak negara produsen kesulitan mengirimkan minyak ke konsumen. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur transit utama bagi ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk, sehingga setiap gangguan langsung memengaruhi keseimbangan pasokan dunia.

Di tengah kondisi tersebut, OPEC+ pada Minggu tetap memutuskan melanjutkan peningkatan produksi untuk bulan keempat secara beruntun. Tujuh anggota inti kelompok itu diperkirakan menaikkan target produksi sekitar 188 ribu barel per hari pada Juli. Namun keputusan tersebut belum mampu menenangkan pasar karena persoalan utama saat ini bukan target produksi, melainkan kemampuan negara-negara produsen untuk benar-benar mengalirkan minyak ke pasar internasional.

Data OPEC memperlihatkan produksi kelompok tersebut justru anjlok sejak konflik meletus. Produksi rata-rata turun menjadi 33,19 juta barel per hari pada April dari 42,77 juta barel per hari pada Februari. Negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, menghadapi kendala besar dalam memenuhi permintaan pelanggan akibat terganggunya jalur ekspor. Rusia pun menghadapi tekanan tersendiri setelah serangan terhadap infrastruktur energinya memangkas kapasitas produksi.

Kondisi ini membuat pasar relatif mengabaikan tambahan kuota produksi OPEC+. Selama Selat Hormuz belum kembali beroperasi normal dan ketegangan geopolitik terus meningkat, risiko kekurangan pasokan masih membayangi pasar minyak global. Itulah yang membuat harga minyak kembali bergerak mendekati level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan terakhir, meski OPEC+ terus berupaya menambah pasokan ke pasar.

CNBC Indonesia 

(emb/emb)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
SRUK Jadi Fondasi Pasar Karbon RI

SRUK Jadi Fondasi Pasar Karbon RI

July 9, 2026
Asbisindo Minta PFII Bisa Digarap Jadi Pusat Keuangan Syariah Dunia

Asbisindo Minta PFII Bisa Digarap Jadi Pusat Keuangan Syariah Dunia

July 9, 2026
Kapal Pertamina Sukses Lewati Selat Hormuz, Kemlu Ungkap Hal Ini

Kapal Pertamina Sukses Lewati Selat Hormuz, Kemlu Ungkap Hal Ini

July 9, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .