Jakarta, CNBC Indonesia – Nasib proyek Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) yang merupakan tol terpanjang di Indonesia masih belum jelas. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyebut proyek jalan tol yang masuk daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) itu masih dalam proses review bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan evaluasinya diperkirakan berlangsung hingga tahun depan.
Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian PU Dedy Gunawan mengatakan, pemerintah saat ini tengah menata ulang skema proyek Getaci setelah proyek tersebut tak kunjung mendapat peminat.
“Getaci lagi direview nanti dengan Kementerian Keuangan, kita restruct project-nya,” kata Dedy saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Saat ditanya sampai kapan proses review itu berlangsung, Dedy memperkirakan evaluasi proyek bisa memakan waktu sekitar satu tahun ke depan.
“Kalau nggak salah satu tahun deh, ya berarti sampai tahun depan ya, direview dulu karena kemarin kan nggak ada peminat, jadi kita review,” ujarnya.
Dedy menjelaskan, evaluasi dilakukan setelah proyek Tol Getaci yang semula digarap dengan skema unsolicited mengalami putus kontrak. Setelah itu, proyek kembali dilelang, namun tetap belum menarik minat investor.
Proyek Jalan Tol Getaci, Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap. (Tangkapan Layar Official Jasa Marga) Foto: Proyek Jalan Tol Getaci, Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap. (Tangkapan Layar Official Jasa Marga)
|
“Review sementara ini, kan kemarin itu unsolicited ya, terus putus kontrak, kemudian kita lelang nggak ada yang minat, mungkin karena traffic-nya, mungkin direview lagi tidak sesuai yang diprediksi awal gitu. Makanya ini kan kita restruct apakah ini dibundling atau di-unbundling sampai mana, kemarin kan kita coba unbundling sampai Tasikmalaya, nanti mungkin akan kita cek lagi apakah masih visible atau nggak, karena kan kemarin ada kasus Covid-19, ada kenaikan harga BBM. Itu kan pasti mempengaruhi,” jelasnya.
Menurut Dedy, pemerintah kini masih menghitung ulang skema proyek yang paling memungkinkan untuk dijalankan, termasuk mengevaluasi apakah proyek akan kembali dibundel atau tetap dipisah per ruas agar lebih menarik secara bisnis.
Saat dikonfirmasi apakah review proyek ini akan berlangsung hingga Juli 2027, Dedy belum bisa memberi kepastian rinci. Namun ia mengisyaratkan proses evaluasi memang masih akan berjalan cukup panjang.
“Kelihatannya seperti itu, kita lihat saja,” ucap dia.
Sebagai informasi, Tol Getaci merupakan proyek jalan tol dengan total panjang 206,65 kilometer yang dirancang melintasi dua provinsi, yakni Jawa Barat sepanjang 171,40 kilometer dan Jawa Tengah sepanjang 35,25 kilometer. Proyek ini tercantum sebagai Proyek Strategis Nasional dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.
Secara keseluruhan, Tol Getaci terbagi ke dalam empat seksi. Seksi 1 Junction Gedebage-Garut Utara memiliki panjang 45,20 kilometer, Seksi 2 Garut Utara-Tasikmalaya sepanjang 50,32 kilometer, Seksi 3 Tasikmalaya-Patimuan sepanjang 76,78 kilometer, dan Seksi 4 Patimuan-Cilacap sepanjang 34,35 kilometer.
(wur)
Add
as a preferred
source on Google




















