• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Pria Jawa Kaya Rp10 Triliun dari Jualan Es, Kok Bisa?

Pria Jawa Kaya Rp10 Triliun dari Jualan Es, Kok Bisa?

June 21, 2026
Terbukti Korupsi, Menteri RI Divonis Mati dan Hartanya Ludes Disita

Terbukti Korupsi, Menteri RI Divonis Mati dan Hartanya Ludes Disita

July 5, 2026
Aturan Baru Berlaku, Bank-Bank Ini Terancam Setop Operasi

Aturan Baru Berlaku, Bank-Bank Ini Terancam Setop Operasi

July 4, 2026
Pakar Ingatkan Jangan Timbun Uang Tunai, Cek Aturan Saldo Minimum Bank

Pakar Ingatkan Jangan Timbun Uang Tunai, Cek Aturan Saldo Minimum Bank

July 4, 2026
BNI Hadirkan Ragam Promo Rayakan 80 Tahun Pengabdian untuk Negeri

BNI Hadirkan Ragam Promo Rayakan 80 Tahun Pengabdian untuk Negeri

July 4, 2026
Bisnis Keluarga Trump Raup Rp5 T dari Timur Tengah, Terbanyak Kripto

Bisnis Keluarga Trump Raup Rp5 T dari Timur Tengah, Terbanyak Kripto

July 4, 2026
Mau Dikenakan Pajak Rp144 T, Taipan Ini Kasih Respons Tak Terduga

Mau Dikenakan Pajak Rp144 T, Taipan Ini Kasih Respons Tak Terduga

July 4, 2026
Jurus Bisnis Karoseri Ekspansi ke Luar Negeri & Sambut Era EV

Jurus Bisnis Karoseri Ekspansi ke Luar Negeri & Sambut Era EV

July 4, 2026
Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah

Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah

July 4, 2026
Keluarga Ini Punya Pendapatan Pasif Rp2,88 Miliar Sebulan

Keluarga Ini Punya Pendapatan Pasif Rp2,88 Miliar Sebulan

July 4, 2026
Tertarik Punya Alfamart Sendiri? Segini Biaya dan Balik Modal

Tertarik Punya Alfamart Sendiri? Segini Biaya dan Balik Modal

July 4, 2026
Tantangan RI Perkuat Ekosistem AI Untuk Perkuat Daya Saing

Tantangan RI Perkuat Ekosistem AI Untuk Perkuat Daya Saing

July 4, 2026
Kisah Robohnya Kerajaan Bisnis Salim Usai Berjaya 3 Dekade

Kisah Robohnya Kerajaan Bisnis Salim Usai Berjaya 3 Dekade

July 4, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, July 5, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Pria Jawa Kaya Rp10 Triliun dari Jualan Es, Kok Bisa?

2 weeks ago
in Market
Pria Jawa Kaya Rp10 Triliun dari Jualan Es, Kok Bisa?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Bisnis es pernah menjadi tambang emas di Hindia Belanda. Dari bisnis inilah seorang pengusaha pribumi bernama Tasripin berhasil mengumpulkan kekayaan yang nilainya diperkirakan setara hampir Rp10 triliun saat ini.

Pada 1900-an atau era kolonial, Tasripin adalah salah satu orang terkaya di Indonesia. Saat wafat, koran De Nieuwe Vorstenlanden (8 September 1919) mewartakan, hartanya tembus 45 juta gulden.

Kala itu, harga satu liter beras hanya 6 sen. Artinya, dia bisa membeli 750 juta liter beras bermodalkan uang 45 juta gulden. Dengan asumsi harga satu liter beras hari ini sekitar Rp13 ribu, maka harta Tasripin setara Rp9,7 triliun (hampir Rp10 triliun) pada masa sekarang.

Nominal harta sebesar itu diperoleh dari jualan es. Pada era Tasripin hidup, es sulit diperoleh sebab tidak ada kulkas atau mesin pendingin. Alhasil, es menjadi primadona sebab harganya dijual tinggi dan selalu laris.

Pada masa itu, bisnis es menjadi peluang usaha yang sangat menguntungkan bagi sebagian pengusaha. Harian de Locomotief (25 Juli 1902) mewartakan, pabrik es Tasripin berada di daerah Ungaran, Semarang.

Lalu, delapan tahun kemudian, dia mendirikan pabrik es lagi di Semarang tepatnya daerah Petelan. Koran de Locomotief (5 September 1910) melaporkan, pabrik es tersebut jadi yang terbesar di sana dan dioperasikan langsung oleh pria kelahiran 1834 itu.

Selain jualan es, Tasripin juga melakukan diversifikasi bisnis. Tercatat dia punya rumah penjagalan dan melakoni jual-beli kulit hewan. Kedua bisnis ini membuat harta kekayaannya makin bertambah.

Setiap bulan, dia memperoleh uang 30-40 ribu gulden. Tak heran, dia punya banyak rumah dan tanah di Semarang. Begitu pula pabrik esnya yang makin tersebar.

Jejak Tasripin sebagai pengusaha es harus berakhir pada 1919 karena meninggal. Setelahnya, bisnis es diteruskan oleh keluarga sekalipun tak diketahui lebih lanjut jejaknya. Sejarah kemudian mencatatnya sebagai orang terkaya Indonesia dari kelompok pribumi, yang bermula dari jualan es.

Banyak Raja Es Lain

Selain Tasripin, masih ada penjual es lain yang sukses dan kaya raya. Satu era dengan Tasripin, hidup seorang penjual es di Semarang bernama Kwa Wan Hong. Dia memang tak sekaya Tasripin, tapi Kwa tercatat dalam sejarah sebagai raja es.

Sebab, Kwa-lah yang menciptakan industri es pertama di Indonesia. Tahun 1895, Kwa mendirikan pabrik es bernama Hoo Hien. Sejarawan Denys Lombard dalam Nusa Jawa Silang Budaya (1999) menyebut, dia membuat es dengan memanfaatkan reaksi kimia, yakni campuran garam dan ammonia yang mengubah air menjadi es.

Koran de Nieuwe Vorstenlanden (17 Juli 1901) melaporkan, keberadaan pabrik es milik Kwa mengubah kebiasaan orang Indonesia mengonsumsi es. Es yang semula mahal dan sulit diperoleh jadi lebih terjangkau.

Masyarakat jadi bisa menenggak minuman dingin. Berkat Kwa pula, lahir industri es krim pertama di masa kolonial. Tak diketahui pasti berapa kekayaannya, tapi yang pasti dia punya harta melimpah. Sebab, punya banyak tanah, rumah, dan pabrik es di berbagai daerah.

Di Magelang, ada penjual es juga bernama Robert Chevalier. Dia konsisten jualan es di bawah bendera NV. Magelangsche Ijs en Mineralwater Fabriek sejak 1920. Tercatat dia punya tiga pabrik es dan bisa kaya raya, sebelum akhirnya bangkrut ketika Jepang datang tahun 1942.

Tasripin yang punya harta Rp10 triliun, lalu raja es RI Kwa Wan Hoong dan Robert Chevalier menjadi bukti bahwa penjual es juga bisa sukses dan kaya raya. 

Kisah ketiga orang itu menunjukkan bahwa es pernah menjadi komoditas bernilai tinggi di Hindia Belanda. Jauh sebelum lemari pendingin menjadi barang umum, berjualan es bisa mengubah nasib seseorang. 

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu. Khusus terkait bencana, naskah ini diharapkan bisa membangun kesadaran dan kewaspadaan terhadap mitigasi bencana.

(Mentari Puspadini/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Terbukti Korupsi, Menteri RI Divonis Mati dan Hartanya Ludes Disita

Terbukti Korupsi, Menteri RI Divonis Mati dan Hartanya Ludes Disita

July 5, 2026
Aturan Baru Berlaku, Bank-Bank Ini Terancam Setop Operasi

Aturan Baru Berlaku, Bank-Bank Ini Terancam Setop Operasi

July 4, 2026
Pakar Ingatkan Jangan Timbun Uang Tunai, Cek Aturan Saldo Minimum Bank

Pakar Ingatkan Jangan Timbun Uang Tunai, Cek Aturan Saldo Minimum Bank

July 4, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .