• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.905

Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.905

June 26, 2026
120 Hotel BUMN Digabung, Injourney Jadi Operator Hotel Terbesar Kedua

120 Hotel BUMN Digabung, Injourney Jadi Operator Hotel Terbesar Kedua

June 26, 2026
Anak Usaha Telkom (TLKM) Angkat Eks Bakom & Eks KPK Jadi Komisaris

Anak Usaha Telkom (TLKM) Angkat Eks Bakom & Eks KPK Jadi Komisaris

June 26, 2026
Indikator Likuiditas di KSSK Ilusif

Indikator Likuiditas di KSSK Ilusif

June 26, 2026
Investor China Tidak Peduli Rating S&P-Moody’s

Investor China Tidak Peduli Rating S&P-Moody’s

June 26, 2026
Terungkap! 21 Bank Besar China Minat Borong Panda Bond, Ini Daftarnya

Terungkap! 21 Bank Besar China Minat Borong Panda Bond, Ini Daftarnya

June 26, 2026
Bank Mandiri (BMRI) Cetak Laba Rp23,3 T per Mei 2026, Naik 18% YoY

Bank Mandiri (BMRI) Cetak Laba Rp23,3 T per Mei 2026, Naik 18% YoY

June 26, 2026
Kinerja Solid, Bank Mandiri Cetak Laba Bersih Rp23,3 T Hingga Mei 2026

Kinerja Solid, Bank Mandiri Cetak Laba Bersih Rp23,3 T Hingga Mei 2026

June 26, 2026
IHSG Akhiri Pekan Melemah 1,72% ke Level 5.896

IHSG Akhiri Pekan Melemah 1,72% ke Level 5.896

June 26, 2026
Terungkap! Ini Daftar 21 Bank Besar China yang Minat Borong Panda Bond

Terungkap! Ini Daftar 21 Bank Besar China yang Minat Borong Panda Bond

June 26, 2026
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Ungkap Alasannya

Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Ungkap Alasannya

June 26, 2026
Kumpulkan Direksi Bank Himbara, Purbaya Tempatkan Dana Rp 400 T

Kumpulkan Direksi Bank Himbara, Purbaya Tempatkan Dana Rp 400 T

June 26, 2026
Rupiah Melemah & IHSG Anjlok Lebih 2%, Sentimen Ini Jadi Sebab!

Rupiah Melemah & IHSG Anjlok Lebih 2%, Sentimen Ini Jadi Sebab!

June 26, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, June 26, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.905

11 hours ago
in News
Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.905
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Mata uang Garuda berhasil membalikkan keadaan dan ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) jelang akhir pekan. Rupiah mendapat dorongan positif di tengah pelemahan indeks dolar AS di pasar global. 

Merujuk data Refinitiv, nilai tukar rupiah mengakhiri perdagangan Jumat (26/6/2026) dengan penguatan 0,06% ke level Rp17.905/US$.

Posisi ini berbanding terbalik dengan pembukaan perdagangan pagi tadi. Saat pembukaan, rupiah sempat melemah 0,20% ke level Rp17.950/US$.

Sepanjang perdagangan hari ini, tekanan terhadap rupiah bahkan sempat makin dalam. Mata uang Garuda sempat menyentuh level terlemah harian di Rp17.985/US$, atau hanya terpaut tipis dari level psikologis Rp18.000/US$.

Namun, rupiah berhasil memangkas pelemahan dan berbalik menguat hingga penutupan perdagangan.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau terkoreksi 0,08% ke posisi 101,340.


Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini terjadi di tengah dinamika dolar AS di pasar global. Indeks dolar AS sempat menghentikan reli penguatan tiga hari beruntun pada perdagangan Kamis.

DXY bergerak turun dari level terkuatnya sejak Mei 2025, meski masih berada di jalur penguatan mingguan kedua secara beruntun sejak konflik Timur Tengah kembali memanas pada akhir Februari.

Pelaku pasar juga masih mencermati data inflasi Amerika Serikat (AS). Personal Consumption Expenditures Price Index atau PCE, yang menjadi ukuran inflasi pilihan bank sentral AS, naik 4,1% secara tahunan pada Mei 2026.

Kenaikan ini sejalan dengan ekspektasi ekonom dan menunjukkan tekanan biaya hidup di AS masih tinggi, terutama setelah konflik Timur Tengah ikut mendorong harga energi.

Dari dalam negeri, pemerintah tengah berupaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Salah satunya melalui rencana penerbitan surat utang berdenominasi yuan China atau Panda Bond.

Plt. Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan, Herman Saheruddin, mengatakan penerbitan Panda Bond menjadi bagian dari diversifikasi sumber pembiayaan pemerintah.

“Alasan penerbitan Panda Bond ya untuk mencari sumber pembiayaan yang lain atau dapat dikatakan diversifikasi. Jadi dengan adanya diversifikasi ini, harapannya adalah risiko beban APBN kita dari pembiayaan utang yang bersumber dari risiko nilai tukar itu dapat didiversifikasi, dan kita bisa mengurangi dampak dari ketergantungan dolar AS,” kata Herman saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (26/6/2026).

Dengan sumber pembiayaan yang lebih beragam, tekanan dari fluktuasi dolar AS terhadap APBN diharapkan dapat lebih terbatas.

Herman menilai China menjadi salah satu negara yang menarik karena memiliki permintaan terhadap surat utang Indonesia dengan harga yang masih sejalan dengan fundamental ekonomi nasional.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menegaskan Panda Bond menjadi strategis karena menjadi bagian dari upaya diversifikasi surat utang pemerintah.

Skema ini juga dapat menggunakan Local Currency Transaction atau LCT, sehingga tidak perlu bergantung pada konversi ke dolar AS.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
120 Hotel BUMN Digabung, Injourney Jadi Operator Hotel Terbesar Kedua

120 Hotel BUMN Digabung, Injourney Jadi Operator Hotel Terbesar Kedua

June 26, 2026
Anak Usaha Telkom (TLKM) Angkat Eks Bakom & Eks KPK Jadi Komisaris

Anak Usaha Telkom (TLKM) Angkat Eks Bakom & Eks KPK Jadi Komisaris

June 26, 2026
Indikator Likuiditas di KSSK Ilusif

Indikator Likuiditas di KSSK Ilusif

June 26, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .