Jakarta, CNBC Indonesia — PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) buka suara soal gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan PT Tokopedia. Sebelumnya dikabarkan, PHK tersebut mencakup 90% karyawan.
Perusahaan ride-hailing tersebut menjelaskan bahwa saat ini perseroan masih memiliki kepemilikan sebesar 24,99% di Tokopedia berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026.
Sebagai pemegang saham minoritas, perseroan menghormati setiap langkah yang diambil maupun yang akan diambil oleh manajemen Tokopedia terkait rencana penyesuaian organisasi yang sebelumnya diberitakan media.
Perseroan menegaskan bahwa sejak Januari 2024, kepemilikan GOTO di Tokopedia telah terdilusi menjadi 24,99% sehingga perusahaan tidak lagi mengonsolidasikan laporan keuangan Tokopedia.
Investasi tersebut kini dicatat menggunakan metode ekuitas sesuai PSAK 228 tentang Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama.
“Dengan demikian, kemungkinan adanya dampak keuangan terhadap Perseroan hanya akan terbatas pada akun bagian laba/rugi bersih pada entitas asosiasi dan ventura bersama,” sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Senin, (6/7/2026).
Namun, berdasarkan estimasi perseroan, pemberitaan mengenai penyesuaian organisasi di Tokopedia tidak menimbulkan dampak material terhadap bagian laba atau rugi bersih yang diakui GOTO dari Tokopedia.
Selain itu, GOTO juga memastikan tidak ada dampak terhadap pendapatan biaya layanan e-commerce yang diterima perseroan dari Tokopedia. Dari sisi non-keuangan, perusahaan juga tidak memperkirakan adanya dampak material akibat restrukturisasi yang dilakukan perusahaan e-commerce tersebut.
Karena dampak yang dinilai terbatas, GOTO menyatakan tidak berencana mengambil langkah atau tindakan khusus terkait peristiwa tersebut. Perseroan juga menegaskan tidak memiliki rencana dalam waktu dekat untuk mengubah atau melepas kepemilikannya di Tokopedia.
Sebelumnya, TikTok dikabarkan kembali melakukan PHK besar-besaran di Tokopedia dan mengalihkan hampir seluruh operasi ecommerce tersebut ke China. Kini, TikTok Shop-Tokopedia hanya punya 35 karyawan di bidang teknologi dibanding sekitar 1.100 karyawan sebelum diakuisisi TikTok.
Menurut narasumber CNBC Indonesia, TikTok Shop-Tokopedia merumahkan lebih dari 450 karyawan di unit teknologi dalam gelombang PHK terakhir.
Gelombang PHK terakhir menyisakan hanya sekitar 10 persen dari 2.500 karyawan yang telah bekerja di Tokopedia saat perusahaan ecommerce itu diakuisisi TikTok dari GoTo. Mayoritas karyawan yang tersisa adalah yang bekerja di unit bisnis, trust and safety, dan teknologi.
“Dulu sebelum diambil ByteDance, [karyawan teknologi] 1.100 [orang]. Dalam batch terakhir, tech 500-an [terkena PHK]. Sekarang tech sisa 35 orang,” katanya.
Sekarang, menurut narasumber lain, semua teknologi di balik platform Tokopedia dan TikTok Shop dikelola oleh karyawan ByteDance di China.
“Dulu bilangnya mau co-exist. Ingin membantu talenta Indonesia. [Kenyataannya] sekarang, semua yang pegang tech-nya Tokopedia sudah bukan di Indonesia lagi, sekarang semua di China,” katanya.
Juru Bicara TikTok memberikan konfirmasi soal kabar PHK di Tokopedia. Ia menyatakan penyesuaian tersebut dilakukan dengan menyelaraskan fungsi R&D pada area yang dinilai mampu mendukung pertumbuhan berkelanjutan bagi bisnis perusahaan, komunitas kreator, serta para penjual di platformnya.
“Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami,” ujar Juru Bicara TikTok dalam keterangan yang diterima CNBC Indonesia, Kamis (2/7/2026).
(mkh/mkh)
Add
as a preferred
source on Google


















