• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Ditutup Melemah 0,22%, Dolar AS Kini Parkir di Rp17.985

Rupiah Ditutup Melemah 0,22%, Dolar AS Kini Parkir di Rp17.985

July 6, 2026
Perkuat Kontribusi, Ini Strategi Antam Dongkrak Kinerja

Perkuat Kontribusi, Ini Strategi Antam Dongkrak Kinerja

July 6, 2026
Modal Awal Lembaga Pengelola PFII dari Danantara-Barang Milik Negara

Modal Awal Lembaga Pengelola PFII dari Danantara-Barang Milik Negara

July 6, 2026
FCA Dievaluasi, Bursa Revisi 3 Kriteria Saham Papan Pemantauan Khusus

FCA Dievaluasi, Bursa Revisi 3 Kriteria Saham Papan Pemantauan Khusus

July 6, 2026
IHSG Sesi II Ditutup Menguat 0,69% ke Level 5.916

IHSG Sesi II Ditutup Menguat 0,69% ke Level 5.916

July 6, 2026
Video: Nasib IHSG & Rupiah Saat Inflasi Naik

Video: Nasib IHSG & Rupiah Saat Inflasi Naik

July 6, 2026
Ekspansi Bisnis Lewat IPO Saham, BACH Incar Tambah Genset 50 MW

Ekspansi Bisnis Lewat IPO Saham, BACH Incar Tambah Genset 50 MW

July 6, 2026
Demi Lawan Dolar AS, Won Korea Diperdagangkan 24 Jam Mulai Hari Ini

Demi Lawan Dolar AS, Won Korea Diperdagangkan 24 Jam Mulai Hari Ini

July 6, 2026
Ekspansi Bisnis Emiten Infrastruktur Telekomunikasi, BACH Tambah Gense

Ekspansi Bisnis Emiten Infrastruktur Telekomunikasi, BACH Tambah Gense

July 6, 2026
AI Masuk Bisnis Healthcare, Bantu Perkuat Riset- Inovasi Bisnis

AI Masuk Bisnis Healthcare, Bantu Perkuat Riset- Inovasi Bisnis

July 6, 2026
Bantah Isu PHK, Agrinas Justru Bakal Rekrut 20.000 Karyawan

Bantah Isu PHK, Agrinas Justru Bakal Rekrut 20.000 Karyawan

July 6, 2026
Bedah Daya Tarik IPO Saham Emiten BACH Bagi Investor Ritel

Bedah Daya Tarik IPO Saham Emiten BACH Bagi Investor Ritel

July 6, 2026
Hak Jawab KB Bank Soal Berita PHK Ratusan Karyawan

Hak Jawab KB Bank Soal Berita PHK Ratusan Karyawan

July 6, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, July 6, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Ditutup Melemah 0,22%, Dolar AS Kini Parkir di Rp17.985

2 hours ago
in Market
Rupiah Ditutup Melemah 0,22%, Dolar AS Kini Parkir di Rp17.985
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah kembali merasakan tekanan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini, Senin (6/7/2026). Pelemahan terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS. 

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda ditutup melemah 0,22% ke level Rp17.985/US$. Sejak awal perdagangan, rupiah sudah berada di zona merah. Mata uang Garuda dibuka melemah 0,12% ke level Rp17.970/US$.

Tekanan kemudian berlanjut hingga rupiah sempat menembus level psikologis Rp18.000/US$ pada perdagangan intraday. Meski demikian, rupiah berhasil memangkas pelemahan menjelang akhir perdagangan dan ditutup tipis di bawah level tersebut.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,17% ke level 101,030.


Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan rupiah sepanjang perdagangan hari ini.

Greenback bergerak menguat setelah sebelumnya sempat tertekan oleh meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed). Koreksi dolar AS pada pekan lalu terjadi setelah data nonfarm payrolls AS lebih lemah dari perkiraan, serta pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh yang menyebut risiko inflasi telah mereda.

Namun, pasar masih memperkirakan The Fed berpeluang menaikkan suku bunga hingga akhir tahun ini. Kondisi tersebut membuat dolar AS kembali mendapatkan dukungan pada perdagangan awal pekan.

Perhatian investor kini tertuju pada risalah pertemuan The Fed yang akan dirilis pada Rabu (8/7/2026) waktu AS. Dokumen tersebut akan dicermati untuk melihat arah kebijakan moneter AS ke depan.

Dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah masih perlu dicermati, terutama setelah neraca perdagangan Indonesia kembali defisit setelah enam tahun bertahan surplus.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026. Defisit ini mengakhiri tren surplus ekspor-impor selama 72 bulan beruntun sejak Mei 2020.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) menilai tekanan terhadap ekspor masih bisa berlanjut ke depan. Sejumlah faktor yang menjadi penghambat antara lain arah kebijakan The Fed yang lebih hawkish, potensi perlambatan permintaan global, program wajib biodiesel B50 yang dapat memengaruhi alokasi CPO untuk ekspor, hingga ketidakpastian kebijakan terkait komoditas seperti batu bara dan nikel.

Selain itu, impor juga diperkirakan masih berpotensi meningkat. Belanja pemerintah yang tetap tinggi dinilai dapat mengimbangi dampak depresiasi rupiah terhadap permintaan impor.

“Kombinasi faktor-faktor ini menciptakan feedback loop yang mengarah pada pelemahan rupiah, yang kami perkirakan akan diatasi dengan tambahan kenaikan suku bunga kebijakan BI sebesar 50 bps pada tahun ini,” tulis ekonom BCA Jennifer Calysta Farrell dan Victor George dalam BCA Economic and Industry Research edisi 2 Juli 2026.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Perkuat Kontribusi, Ini Strategi Antam Dongkrak Kinerja

Perkuat Kontribusi, Ini Strategi Antam Dongkrak Kinerja

July 6, 2026
Modal Awal Lembaga Pengelola PFII dari Danantara-Barang Milik Negara

Modal Awal Lembaga Pengelola PFII dari Danantara-Barang Milik Negara

July 6, 2026
FCA Dievaluasi, Bursa Revisi 3 Kriteria Saham Papan Pemantauan Khusus

FCA Dievaluasi, Bursa Revisi 3 Kriteria Saham Papan Pemantauan Khusus

July 6, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .