• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
FCA Dievaluasi, Bursa Revisi 3 Kriteria Saham Papan Pemantauan Khusus

FCA Dievaluasi, Bursa Revisi 3 Kriteria Saham Papan Pemantauan Khusus

July 6, 2026
Bos OJK Dorong SLIK Bersih Dalam 3 Hari, Ambil Kredit Lebih Gampang

Bos OJK Dorong SLIK Bersih Dalam 3 Hari, Ambil Kredit Lebih Gampang

July 6, 2026
PTPN III Butuh Belanja Modal Rp140 Triliun Buat 5 Tahun

PTPN III Butuh Belanja Modal Rp140 Triliun Buat 5 Tahun

July 6, 2026
Menteri Ara Mau Lawan Rentenir Pakai Program Ini

Menteri Ara Mau Lawan Rentenir Pakai Program Ini

July 6, 2026
Transformasi Energi Bantu Industri Hemat Energi & Berkelanjutan

Transformasi Energi Bantu Industri Hemat Energi & Berkelanjutan

July 6, 2026
2026, PTPN III Bidik Pendapatan Naik 40%, Tapi Laba Turun Tipis

2026, PTPN III Bidik Pendapatan Naik 40%, Tapi Laba Turun Tipis

July 6, 2026
Pengawasan Berlapis PFII Demi Cegah Risiko Pencucian Uang

Pengawasan Berlapis PFII Demi Cegah Risiko Pencucian Uang

July 6, 2026
Laba Holding Perkebunan (PTPN III) Lompat 81% Jadi Rp6,39 T di 2025

Laba Holding Perkebunan (PTPN III) Lompat 81% Jadi Rp6,39 T di 2025

July 6, 2026
Perkuat Kontribusi, Ini Strategi Antam Dongkrak Kinerja

Perkuat Kontribusi, Ini Strategi Antam Dongkrak Kinerja

July 6, 2026
Modal Awal Lembaga Pengelola PFII dari Danantara-Barang Milik Negara

Modal Awal Lembaga Pengelola PFII dari Danantara-Barang Milik Negara

July 6, 2026
IHSG Sesi II Ditutup Menguat 0,69% ke Level 5.916

IHSG Sesi II Ditutup Menguat 0,69% ke Level 5.916

July 6, 2026
Video: Nasib IHSG & Rupiah Saat Inflasi Naik

Video: Nasib IHSG & Rupiah Saat Inflasi Naik

July 6, 2026
Ekspansi Bisnis Lewat IPO Saham, BACH Incar Tambah Genset 50 MW

Ekspansi Bisnis Lewat IPO Saham, BACH Incar Tambah Genset 50 MW

July 6, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, July 6, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

FCA Dievaluasi, Bursa Revisi 3 Kriteria Saham Papan Pemantauan Khusus

2 hours ago
in News
FCA Dievaluasi, Bursa Revisi 3 Kriteria Saham Papan Pemantauan Khusus
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menggodok penyesuaian aturan terkait full periodic call auction (FCA) bagi saham yang masuk dalam papan pemantauan khusus.

“Penyesuaian ini masih berada pada tahap Rule Making Rule (RMR) kepada pelaku pasar,” sebagaimana dikutip dari instagram resmi @indonesiastockexchange, Senin, (6/7/2026).

Melalui draft evaluasi Peraturan Nomor II-X tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas pada Papan Pemantauan Khusus, terdapat tiga perubahan utama dari peraturan ini.

Perubahan pertama berkaitan dengan kepemilikan saham publik atau free float. Ketentuan yang dihapus mencakup persyaratan jumlah saham free float paling sedikit 50 juta saham untuk emiten di Papan Utama dan Papan Pengembangan, serta kepemilikan free float di atas 5% dari jumlah saham tercatat untuk emiten di Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Akselerasi.

Selanjutnya, BEI juga mengusulkan penghapusan kriteria likuiditas rendah sebagai dasar penempatan saham di Papan Pemantauan Khusus. Kriteria tersebut sebelumnya mengacu pada nilai transaksi rata-rata harian saham yang kurang dari Rp5 juta dan volume transaksi rata-rata harian di bawah 10.000 saham selama tiga bulan terakhir di Pasar Reguler dan/atau Pasar Reguler Periodic Call Auction.

Kriteria ketiga yang diusulkan untuk dihapus adalah penghentian sementara atau suspensi perdagangan efek selama lebih dari satu hari bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan. Dengan perubahan ini, suspensi akibat aktivitas perdagangan tidak lagi menjadi faktor yang secara otomatis menempatkan saham ke dalam Papan Pemantauan Khusus.

Selain itu, aturan ini juga menyesuaikan mekanisme perdagangan, termasuk ketentuan batas ARA. Sebelumnya, saham dengan harga di atas Rp10 hanya dapat bergerak maksimal 10% di atas atau di bawah harga acuan, sedangkan dalam usulan baru batas tersebut dibagi menjadi tiga lapisan.

Dengan evaluasi ini, batas ARA 35% ditetapkan untuk saham dengan harga di atas Rp10 hingga Rp200, 25% untuk saham di atas Rp200 hingga Rp5.000, serta 20% untuk saham di atas Rp5.000. Adapun batas ARA untuk saham dengan rentang harga Rp1-Rp10 tetap sebesar Rp1 dari harga acuan.

BEI juga mengubah klasifikasi rentang harga saham dalam aturan tersebut. Jika sebelumnya hanya dibedakan menjadi dua kategori, yakni saham dengan harga Rp1-Rp10 dan di atas Rp10, kini rentang harga dibagi menjadi empat kelompok agar penetapan batas ARA lebih proporsional sesuai level harga saham.

Selain itu, BEI mengusulkan penyempurnaan mekanisme perdagangan pada sesi Periodic Call Auction. Dalam usulan baru, terdapat pemisahan periode ketika anggota bursa dilarang mengubah (modify) maupun membatalkan (cancel) pesanan.

Selain itu, BEI menetapkan periode ketika hanya perubahan pesanan yang tidak diperkenankan hingga proses pembentukan harga (price discovery) dilakukan oleh Jakarta Automated Trading System (JATS).

Ketentuan serupa diterapkan pada seluruh sesi perdagangan di Pasar Reguler Periodic Call Auction maupun Pasar Tunai Periodic Call Auction. Di luar tiga perubahan tersebut, mayoritas ketentuan dalam Peraturan II-X tetap dipertahankan.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bos OJK Dorong SLIK Bersih Dalam 3 Hari, Ambil Kredit Lebih Gampang

Bos OJK Dorong SLIK Bersih Dalam 3 Hari, Ambil Kredit Lebih Gampang

July 6, 2026
PTPN III Butuh Belanja Modal Rp140 Triliun Buat 5 Tahun

PTPN III Butuh Belanja Modal Rp140 Triliun Buat 5 Tahun

July 6, 2026
Menteri Ara Mau Lawan Rentenir Pakai Program Ini

Menteri Ara Mau Lawan Rentenir Pakai Program Ini

July 6, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .