• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Ini Penyebab IHSG Ditutup Nyaris Naik 2% dan Balik Lagi ke 6.000-an

Ini Penyebab IHSG Ditutup Nyaris Naik 2% dan Balik Lagi ke 6.000-an

July 13, 2026
BNI Tegaskan Kasus KUR Jember Berawal dari Laporan Perseroan

BNI Tegaskan Kasus KUR Jember Berawal dari Laporan Perseroan

July 13, 2026
Internasional Percaya RI Jaga Fiskal

Internasional Percaya RI Jaga Fiskal

July 13, 2026
Rating RI Aman, S&P Beri Sederet Catatan Buat Pemerintah

Rating RI Aman, S&P Beri Sederet Catatan Buat Pemerintah

July 13, 2026
BEI Mau Buka Jalan Investor RI Trading Saham BYD hingga Tencent

BEI Mau Buka Jalan Investor RI Trading Saham BYD hingga Tencent

July 13, 2026
BTN Mau Gelar RUPSLB, Catat Tanggalnya

BTN Mau Gelar RUPSLB, Catat Tanggalnya

July 13, 2026
Laporan S&P Cerminan Confidence Investor Global Terhadap RI

Laporan S&P Cerminan Confidence Investor Global Terhadap RI

July 13, 2026
S&P Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,1% di 2026, Ini Alasannya!

S&P Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,1% di 2026, Ini Alasannya!

July 13, 2026
Netizen Sebut IHSG Anjlok Tiap Prabowo Pidato, Ini Kata Bos Bursa

Netizen Sebut IHSG Anjlok Tiap Prabowo Pidato, Ini Kata Bos Bursa

July 13, 2026
Dana IPO NATO Masih Sisa Rp127,72 M, Mengendap Tujuh Tahun di Bank

Dana IPO NATO Masih Sisa Rp127,72 M, Mengendap Tujuh Tahun di Bank

July 13, 2026
Setelah Pengumuman S&P, Saham BMRI Naik 4,17%, BBNI 3,22%, BBRI 2,87%

Setelah Pengumuman S&P, Saham BMRI Naik 4,17%, BBNI 3,22%, BBRI 2,87%

July 13, 2026
Prospek IPO Korporasi & Sektor Potensi Cuan Era Ketidakpastian

Prospek IPO Korporasi & Sektor Potensi Cuan Era Ketidakpastian

July 13, 2026
Penyebab Laba Pelindo Melambung 61,9% di Semester I-2026

Penyebab Laba Pelindo Melambung 61,9% di Semester I-2026

July 13, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, July 13, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Ini Penyebab IHSG Ditutup Nyaris Naik 2% dan Balik Lagi ke 6.000-an

3 hours ago
in Market
Ini Penyebab IHSG Ditutup Nyaris Naik 2% dan Balik Lagi ke 6.000-an
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat kencang pada akhir perdagangan hari ini, Senin (13/6/2026). Setelah mengalami volatilitas tinggi sepanjang hari, IHSG tiba-tiba melambung 20 menit sebelum pasar tutup hingga akhirnya parkir di level 6.037,84. 

IHSG ditutup naik 113,48 poin atau 1,92%. Sebanyak 392 emiten naik, 268 turun, dan 305 stagnan. Nilai transaksi pada akhir sesi 2 mencapai Rp 12,14 triliun dengan volume 25,07 miliar saham yang berpindah tangan dalam 2,68 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun naik menjadi Rp 10.510 triliun. 

Mengutip Refinitiv, pada akhir sesi nyaris seluruh sektor berada di zona hijau. Hanya kesehatan yang masih koreksi tipis. 

Bahan baku, energi, utilitas, dan finansial memimpin penguatan dengan masing-masing naik 3,74%, 2,58%, 2,39%, dan 1,69%. 

Tercatat saham perbankan dan konglomerat kompak mendongkrak IHSG. Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Amman Mineral (AMMN) menjadi pendorong utama dengan bobot 13,88 poin, 11,68 poin, dan 11,37 poin. 

Selain itu, VKTR, BRPT, BBCA, hingga BBNI juga masuk dalam daftar top movers hari ini. Sementara itu, penahan laju IHSG terbilang tidak berarti. 

Adapun IHSG melompat naik di menit-menit akhir perdagangan setelah Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings memutuskan mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Sementara itu, prospek (outlook) Indonesia tetap berada pada level stabil.

Dalam laporan yang dirilis pada 13 Juli 2026, S&P menilai pelemahan sejumlah indikator ekonomi Indonesia, baik dari sisi fiskal maupun eksternal, masih bersifat sementara dan berpotensi membaik dalam beberapa tahun ke depan.

“Kami menegaskan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Outlook peringkat jangka panjang tetap stabil,” tulis S&P dalam laporannya.

S&P mengakui posisi fiskal dan eksternal Indonesia mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut dipicu oleh tingginya harga energi, kenaikan suku bunga global, pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya ketidakpastian kebijakan, serta akumulasi utang. Meski demikian, S&P menilai tekanan tersebut tidak bersifat permanen.

Menurut lembaga pemeringkat tersebut, perbaikan harga komoditas serta langkah pemerintah dalam mengendalikan belanja berpotensi membantu memperkuat kembali kondisi fiskal dan eksternal Indonesia.

S&P juga menyoroti berbagai upaya pemerintah dalam memperbaiki tata kelola sektor sumber daya alam dan mineral. Langkah tersebut dinilai berpotensi meningkatkan penerimaan negara dan kinerja ekspor dalam jangka panjang.

“Kami meyakini upaya pemerintah untuk memusatkan pengelolaan serta mengurangi kebocoran di sektor sumber daya alam dan mineral pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan negara dan penerimaan ekspor, terutama apabila implementasi kebijakan semakin membaik,” tulis S&P.

S&P juga menuturkan prospek stabil juga mencerminkan harapan kami bahwa pemerintah terus memandang batas defisit tahunan sebesar 3% sebagai jangkar kebijakan yang penting.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BNI Tegaskan Kasus KUR Jember Berawal dari Laporan Perseroan

BNI Tegaskan Kasus KUR Jember Berawal dari Laporan Perseroan

July 13, 2026
Internasional Percaya RI Jaga Fiskal

Internasional Percaya RI Jaga Fiskal

July 13, 2026
Rating RI Aman, S&P Beri Sederet Catatan Buat Pemerintah

Rating RI Aman, S&P Beri Sederet Catatan Buat Pemerintah

July 13, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .