• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Naik 1,1%, Volume Pasar Naik dan Emiten Bank Diserbu

IHSG Naik 1,1%, Volume Pasar Naik dan Emiten Bank Diserbu

July 17, 2026
Usai BI Batasi Beli Dolar US.000, Begini Kondisi di Money Changer

Usai BI Batasi Beli Dolar US$10.000, Begini Kondisi di Money Changer

July 17, 2026
IHSG Lawan Arus! Naik 1,1% Saat Bursa Asia Kebakaran

IHSG Lawan Arus! Naik 1,1% Saat Bursa Asia Kebakaran

July 17, 2026
BI Klaim Likuiditas Perbankan Masih Longgar, Beri Bukti Ini

BI Klaim Likuiditas Perbankan Masih Longgar, Beri Bukti Ini

July 17, 2026
Efek Dolar Sempat Betah Rp18.000, Money Changer Sepi!

Efek Dolar Sempat Betah Rp18.000, Money Changer Sepi!

July 17, 2026
Bukan Cuma Technical Rebound, Ini Alasan Saham Bank Tiba-Tiba Ngebut

Bukan Cuma Technical Rebound, Ini Alasan Saham Bank Tiba-Tiba Ngebut

July 17, 2026
Platform Trading Kripto Bangkrut, Uang Nasabah Rp 144 Miliar Raib

Platform Trading Kripto Bangkrut, Uang Nasabah Rp 144 Miliar Raib

July 17, 2026
Indika Energy (INDY) Buka Suara Usai Diisukan Mau Jual Tambang Kideco

Indika Energy (INDY) Buka Suara Usai Diisukan Mau Jual Tambang Kideco

July 17, 2026
Saham Bank Kompak Diborong Asing & Jadi Penopang IHSG

Saham Bank Kompak Diborong Asing & Jadi Penopang IHSG

July 17, 2026
BEI Akui Ada 51 Emiten Dalam Kategori Kepemilikan Konsentrasi Tinggi

BEI Akui Ada 51 Emiten Dalam Kategori Kepemilikan Konsentrasi Tinggi

July 17, 2026
BNI Jaga Pertumbuhan Bisnis di Tengah Kenaikan Suku Bunga Acuan

BNI Jaga Pertumbuhan Bisnis di Tengah Kenaikan Suku Bunga Acuan

July 17, 2026
Menguat 0,53%, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.885

Menguat 0,53%, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.885

July 17, 2026
Breaking! Lanjutkan Reli, IHSG Lompat 1,31% Dekati Level 6.200

Breaking! Lanjutkan Reli, IHSG Lompat 1,31% Dekati Level 6.200

July 17, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, July 17, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

IHSG Naik 1,1%, Volume Pasar Naik dan Emiten Bank Diserbu

2 hours ago
in News
IHSG Naik 1,1%, Volume Pasar Naik dan Emiten Bank Diserbu
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melesat kencang hari ini, Jumat (17/6/2026). Pergerakan IHSG hari ini didorong oleh emiten bank jumbo. 

IHSG ditutup naik 67,32 poin atau 1,1% ke level 6.173,53 dengan lebih banyak emiten yang berada di zona hijau. Tercatat ada 363 emiten naik, 274 turun, dan 328 tidak bergerak. 

Pasar juga kembali ramai hari ini dengan saham perbankan menjadi perhatian utama investor. Total nilai transaksi mencapai Rp 16,32 triliun, melibatkan 24,04 miliar saham dalam 1,99 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun merangkak naik menjadi Rp 10.749 triliun. 

Sebagai perbandingan pada perdagangan-perdagangan sebelumnya, nilai transaksi sulit melampaui Rp 15 triliun. Rata-rata nilai transaksi hanya sekitar Rp 10 triliun.

Mengutip Refinitiv, sektor finansial menjadi penopang utama IHSG dengan kenaikan 3,2%. Hal ini seiring dengan Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) menyumbang 54,7 poin terhadap penguatan IHSG hari ini. 

Analis Panin Sekuritas Elandry Pratama mengatakan penguatan saham-saham perbankan belakangan ini didorong oleh kombinasi beberapa faktor. Menurutnya, sektor perbankan sedang mengalami technical rebound setelah sebelumnya mendapat tekanan cukup signifikan sehingga investor mulai kembali melakukan akumulasi, terutama pada saham bank besar yang memiliki fundamental dan likuiditas tinggi.

Selain itu, tekanan arus keluar dana asing (foreign outflow) mulai terlihat lebih terbatas dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi investor untuk kembali masuk ke saham-saham big caps perbankan dan memperbaiki sentimen pasar.

Dari sisi fundamental, Elandry menilai ekspektasi terhadap perbaikan likuiditas, potensi pemulihan pertumbuhan kredit, serta valuasi saham bank yang semakin menarik menjadi katalis tambahan bagi sektor tersebut. Ia juga menyebut sentimen terkait kebijakan High Shareholding Concentration (HSC) turut memberikan persepsi positif terhadap peningkatan transparansi dan kualitas pasar modal Indonesia.

“Meski demikian, investor tetap perlu mencermati faktor eksternal seperti arah suku bunga global, pergerakan rupiah, dan keberlanjutan capital flow asing untuk melihat apakah penguatan sektor perbankan dapat berlanjut,” ungkap Elandry kepada CNBC Indonesia, Jumat, (17/7/2026).

Sementara itu, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai penguatan saham perbankan juga dipengaruhi respons positif investor terhadap pernyataan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti dalam CNBC Indonesia Investment Forum 2026.

“Finally investor asing mendengar senior deputy governor berbicara sendiri tentang menjamin bank-bank Indonesia tidak menanggung kerugian BI dalam skema stabilisasi rupiah,” ungkap Liza.

Sebelumnya, dalam acara tersebut, Destry mengatakan, dalam forum yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (15/7/2026), Destry mengungkapkan BI telah masuk ke pasar Non-Deliverable Forward (NDF) offshore sejak April 2026 sebagai bagian dari upaya stabilisasi rupiah.

“Sejak April, BI terobosan BI masuk di pasar NDF 24 jam 6 hari. Kami menggunakan kanwil di luar untuk masuk monitor NDF,” kata Destry.

Menurut Destry, BI masuk ke pasar NDF dengan bantuan kantor-kantor perwakilan di luar negeri, termasuk Singapura, HongKong dan New York.

“Kami menggunakan kanwil di luar untuk masuk monitor NDF,” tambahnya.

Selain itu, BI juga memberi pengecualian atas larangan transaksi NDF (Non-Deliverable Forward) jual valas terhadap rupiah di pasar luar negeri (offshore) bagi dealer utama Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA) tertentu yang memenuhi syarat. Adapun, kebijakan ditempuh guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah serta pendalaman pasar keuangan domestik.

“Dalam rangka stabilisasi moneter bisa jual NDF tidak boleh beli cover di DNDF itu sifatnya voluntary, Kenapa primary dealers karena ada hubungan ke BI dan banyak juga terkait LCT dan sebagainya,” papar Destry.

Selain pelonggaran NDF offshore bagi dealer PUVA, BI juga memperluas instrumen operasi moneter valas dengan instrumen spot dan swap dalam valuta Offshore Chinese Renminbi (CNH) terhadap rupiah.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Usai BI Batasi Beli Dolar US.000, Begini Kondisi di Money Changer

Usai BI Batasi Beli Dolar US$10.000, Begini Kondisi di Money Changer

July 17, 2026
IHSG Lawan Arus! Naik 1,1% Saat Bursa Asia Kebakaran

IHSG Lawan Arus! Naik 1,1% Saat Bursa Asia Kebakaran

July 17, 2026
BI Klaim Likuiditas Perbankan Masih Longgar, Beri Bukti Ini

BI Klaim Likuiditas Perbankan Masih Longgar, Beri Bukti Ini

July 17, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .