• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Menguat 0,53%, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.885

Menguat 0,53%, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.885

July 17, 2026
Indika Energy (INDY) Buka Suara Usai Diisukan Mau Jual Tambang Kideco

Indika Energy (INDY) Buka Suara Usai Diisukan Mau Jual Tambang Kideco

July 17, 2026
Saham Bank Kompak Diborong Asing & Jadi Penopang IHSG

Saham Bank Kompak Diborong Asing & Jadi Penopang IHSG

July 17, 2026
BEI Akui Ada 51 Emiten Dalam Kategori Kepemilikan Konsentrasi Tinggi

BEI Akui Ada 51 Emiten Dalam Kategori Kepemilikan Konsentrasi Tinggi

July 17, 2026
BNI Jaga Pertumbuhan Bisnis di Tengah Kenaikan Suku Bunga Acuan

BNI Jaga Pertumbuhan Bisnis di Tengah Kenaikan Suku Bunga Acuan

July 17, 2026
Breaking! Lanjutkan Reli, IHSG Lompat 1,31% Dekati Level 6.200

Breaking! Lanjutkan Reli, IHSG Lompat 1,31% Dekati Level 6.200

July 17, 2026
Astra International (ASII) Kantongi Restu Buyback Saham Rp8 Triliun

Astra International (ASII) Kantongi Restu Buyback Saham Rp8 Triliun

July 17, 2026
Asing Net Buy Tipis Rp39,9 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Asing Net Buy Tipis Rp39,9 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

July 17, 2026
Perhatian! Ini Cara Cek Desil Bansos Kemensos Secara Online

Perhatian! Ini Cara Cek Desil Bansos Kemensos Secara Online

July 17, 2026
Terbaru! 5 Fakta Pembentukan Surga Investasi RI ‘PFII’

Terbaru! 5 Fakta Pembentukan Surga Investasi RI ‘PFII’

July 17, 2026
MSCI Terapkan Aturan Baru untuk Saham dengan Lonjakan Harga Ekstrem

MSCI Terapkan Aturan Baru untuk Saham dengan Lonjakan Harga Ekstrem

July 17, 2026
Nikkei Anjlok 6% Dipukul Saham AI

Nikkei Anjlok 6% Dipukul Saham AI

July 17, 2026
Harga Jeblok 79,58%, BEI Gembok Saham Pengelola Lucy in The Sky (LUCY)

Harga Jeblok 79,58%, BEI Gembok Saham Pengelola Lucy in The Sky (LUCY)

July 17, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, July 17, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Menguat 0,53%, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.885

58 minutes ago
in News
Menguat 0,53%, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.885
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah ditutup menguat tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan jelang akhir pekan, Jumat (17/7/2026).

Melansir data Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan di posisi Rp17.885/US$, menguat 0,53%. Posisi tersebut menjadi level terkuat rupiah dalam lebih dari dua pekan, atau sejak 30 Juni 2026, sekaligus membawanya semakin jauh dari level psikologis Rp18.000/US$.

Rupiah konsisten bergerak di zona hijau sejak awal perdagangan. Mata uang Garuda dibuka pada posisi Rp17.980/US$, kemudian terus menguat hingga penutupan.

Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau melemah. Per pukul 15.00 WIB, DXY terkoreksi 0,07% ke posisi 100,695.


Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. Greenback juga berada di jalur penurunan secara mingguan setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan meredakan kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) dalam waktu dekat.

Data ekonomi lainnya memang menunjukkan perekonomian AS masih cukup kuat, terutama dengan kondisi pasar tenaga kerja yang relatif stabil. Namun, ekonom memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan ini setelah inflasi konsumen AS melandai pada Juni.

Pejabat The Fed masih bersikap hati-hati karena perbaikan inflasi baru terlihat dalam satu bulan, setelah sebelumnya bergerak naik selama beberapa bulan. Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga apabila inflasi tidak menunjukkan perbaikan lebih lanjut.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Juli kini berada di level 11%, turun dari 25% pada pekan lalu. Pasar juga memperkirakan kenaikan suku bunga sekitar 26 basis poin hingga Desember, lebih rendah dibandingkan 44 basis poin pada awal pekan ini.

Di luar kebijakan The Fed, pelaku pasar masih mencermati konflik Iran dan AS yang kembali memanas. Kedua negara saling meningkatkan serangan dalam sepekan terakhir hingga membuat kesepakatan gencatan senjata bulan lalu nyaris runtuh.

Rupiah turut mendapat sentimen positif dari realisasi investasi Indonesia yang tetap tumbuh pada paruh pertama tahun ini.

Pemerintah mencatat realisasi investasi sepanjang semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2% secara tahunan (year on year/yoy). Jumlah tersebut setara dengan 49,5% dari target investasi 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.

“Realisasi investasi mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2%,” ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani dalam konferensi pers, Kamis (16/7/2026).

Dari total tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp502,9 triliun, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sedikit lebih besar, yakni Rp507,6 triliun. Besarnya porsi investasi asing memberikan sentimen positif bagi rupiah karena menunjukkan minat investor luar negeri terhadap perekonomian Indonesia masih terjaga.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Indika Energy (INDY) Buka Suara Usai Diisukan Mau Jual Tambang Kideco

Indika Energy (INDY) Buka Suara Usai Diisukan Mau Jual Tambang Kideco

July 17, 2026
Saham Bank Kompak Diborong Asing & Jadi Penopang IHSG

Saham Bank Kompak Diborong Asing & Jadi Penopang IHSG

July 17, 2026
BEI Akui Ada 51 Emiten Dalam Kategori Kepemilikan Konsentrasi Tinggi

BEI Akui Ada 51 Emiten Dalam Kategori Kepemilikan Konsentrasi Tinggi

July 17, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .