Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup melesat di kala bursa asia kompak mengalami koreksi.
Mengutip RTI Business, IHSG ditutup naik 1,10% ke level 6.175,535 pada sesi II perdagangan Jumat (17/7/2026). Nilai transaksi tembus Rp16,16 triliun, melibatkan 29,04 miliar saham yang ditransaksikan 2,02 juta kali.
Menurut data Stockbit, saham emiten sektor keuangan mencatatkan kenaikan tertinggi, yakni 2,34%. Disusul dengan sektor siklikal 0,8%, sektor kesehatan 0,67%, dan sektor properti 0,38%.
Sementara itu, di kawasan asia, indeks acuan Taiwan memimpin penurunan yakni sebesar 6,47% ke level 42.671,27. Indeks Korea Selatan, Kospi hari ini tidak bergerak karena libur nasional.
Di Tiongkok, indeks Shenzen mencatatkan penurunan 5,4% ke level 13.706,88, sedangkan indeks Shanghai turun 3,05% ke level 3.764,15 pada akhir perdagangan.
Indeks acuan Jepang Nikkei ditutup terkoreksi dalam 4,03% ke level 64.141,12, setelah sebelumnya sempat anjlok lebih dari 6%.
Indeks Hang Seng (HSI) Hong Kong mengakhiri perdagangan akhir pekan di level 24.562,24, turun 1,78%.
Penurunan tajam itu tidak terlepas dari aksi jual di pasar Asia-Pasifik yang semakin intensif pada hari Jumat. Melansir CNBC, saham-saham produsen chip memperpanjang tren koreksi.
Aksi jual, yang dipimpin oleh saham-saham chip dan sektor teknologi yang lebih luas, juga mencapai Eropa pada perdagangan pagi hari. Pada pukul 8:22 pagi di London (3:22 pagi ET), produsen peralatan semikonduktor Belanda ASMI dan ASML masing-masing turun 4,6% dan 3,8%. Saham STMicroelectronics kehilangan 5%, sementara Infineon turun 4,2% dan saham BE Semiconductor kehilangan 3,7%.
Terlepas dari gejolak baru-baru ini dalam perdagangan kecerdasan buatan, khususnya chip, S&P 500 tetap sekitar 1% di bawah level tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada awal Juni.
(mkh/mkh)
Add
as a preferred
source on Google



















