• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik Tipis ke Rp17.830

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik Tipis ke Rp17.830

August 18, 2026
Video: BI Rate Diramal Tidak Naik

Video: BI Rate Diramal Tidak Naik

August 19, 2026
Bursa Efek Indonesia Perpanjang Gembok Saham WIKA

Bursa Efek Indonesia Perpanjang Gembok Saham WIKA

August 19, 2026
IHSG Sesi I Terkoreksi 0,60% ke Level 6.411

IHSG Sesi I Terkoreksi 0,60% ke Level 6.411

August 19, 2026
Investor Serbu Surat Utang RI Pasca HUT 81 RI, Dana Segar Masuk Rp34 T

Investor Serbu Surat Utang RI Pasca HUT 81 RI, Dana Segar Masuk Rp34 T

August 19, 2026
Mantri BRI Hadirkan Layanan Perbankan di Kepulauan Maluku Utara

Mantri BRI Hadirkan Layanan Perbankan di Kepulauan Maluku Utara

August 19, 2026
Profil Sarjito, Calon Tunggal Bos OJK yang Ngurusin Bursa Mineral

Profil Sarjito, Calon Tunggal Bos OJK yang Ngurusin Bursa Mineral

August 19, 2026
Beda KKI dan Kartu Kredit Visa-MasterCard Cs, Ini Penjelasan BI

Beda KKI dan Kartu Kredit Visa-MasterCard Cs, Ini Penjelasan BI

August 19, 2026
Video: Trump Klaim Hormuz Punya AS – IHSG Tergelincir ke Zona Merah

Video: Trump Klaim Hormuz Punya AS – IHSG Tergelincir ke Zona Merah

August 19, 2026
Harga Minyak Naik 4 Hari Beruntun!

Harga Minyak Naik 4 Hari Beruntun!

August 19, 2026
Digosipkan Mau Caplok Bayan (BYAN), Segini Harta Kekayaan Haji Isam

Digosipkan Mau Caplok Bayan (BYAN), Segini Harta Kekayaan Haji Isam

August 19, 2026
Pertama di Indonesia, BSI (BRIS) Luncurkan Hasanah KKI Card

Pertama di Indonesia, BSI (BRIS) Luncurkan Hasanah KKI Card

August 19, 2026
FTSE Russell Tunda Penyesuaian Ulang Indeks RI, Ancam Hapus Saham HSC

FTSE Russell Tunda Penyesuaian Ulang Indeks RI, Ancam Hapus Saham HSC

August 19, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, August 19, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik Tipis ke Rp17.830

1 day ago
in News
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik Tipis ke Rp17.830
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan perdana pekan ini dengan bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pasar keuangan domestik kembali dibuka setelah libur HUT ke-81 Republik Indonesia pada Senin kemarin.

Merujuk data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan Selasa (18/8/2026), rupiah terdepresiasi tipis 0,06% ke posisi Rp17.830/US$.

Pelemahan tersebut membalikkan penguatan pada perdagangan Jumat (14/8/2026), ketika mata uang Garuda ditutup menguat 0,22% ke level Rp17.820/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah 0,11% ke posisi 99,528.


Pergerakan rupiah hari ini akan dipengaruhi pelemahan dolar AS di pasar global serta dimulainya Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).

Dari eksternal, dolar AS berada di bawah tekanan setelah sejumlah data ekonomi Negeri Paman Sam menunjukkan pelemahan. Penjualan ritel AS pada Juli turun untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan, menyusul hilangnya lapangan kerja serta inflasi yang relatif terkendali.

Rangkaian data tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi AS sekaligus mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed).

Pelaku pasar kini memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September hanya sebesar 30,6%, turun tajam dari 52,2% pada pekan sebelumnya.

Berkurangnya peluang kenaikan suku bunga tersebut menekan dolar dan memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat.

Pasar selanjutnya akan menantikan simposium tahunan The Fed di Jackson Hole pada pekan depan untuk mencari petunjuk mengenai pandangan para pejabat bank sentral terhadap kondisi ekonomi dan arah kebijakan suku bunga.

Dari dalam negeri, BI mulai menggelar RDG selama dua hari pada 18-19 Agustus 2026. Keputusan kebijakan moneter akan diumumkan pada Rabu (19/8/2026).

BI diperkirakan mempertahankan BI Rate di level 5,75% setelah menaikkan suku bunga secara agresif dengan total 75 basis poin sepanjang April-Juni 2026.

Selain keputusan suku bunga, pasar akan mencermati pandangan BI mengenai stabilitas rupiah, inflasi domestik, kondisi likuiditas perbankan, serta prospek pertumbuhan kredit hingga akhir tahun. Sikap dan panduan BI akan menjadi salah satu penentu arah rupiah berikutnya di tengah ketidakpastian global.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Video: BI Rate Diramal Tidak Naik

Video: BI Rate Diramal Tidak Naik

August 19, 2026
Bursa Efek Indonesia Perpanjang Gembok Saham WIKA

Bursa Efek Indonesia Perpanjang Gembok Saham WIKA

August 19, 2026
IHSG Sesi I Terkoreksi 0,60% ke Level 6.411

IHSG Sesi I Terkoreksi 0,60% ke Level 6.411

August 19, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .