• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Diterpa Isu Akuisisi Bayan (BYAN), Emiten Milik Haji Isam Buka Suara

Diterpa Isu Akuisisi Bayan (BYAN), Emiten Milik Haji Isam Buka Suara

August 20, 2026
Rupiah Ditutup Melesat 0,48%, Dolar AS Turun ke Rp17.740

Rupiah Ditutup Melesat 0,48%, Dolar AS Turun ke Rp17.740

August 20, 2026
Nilai Tukar Rupiah Menguat 0,14%, Dolar AS Turun Jadi Rp17.800

Nilai Tukar Rupiah Menguat 0,14%, Dolar AS Turun Jadi Rp17.800

August 20, 2026
PGE Kejar Target 1 GW PLTP & Jadi Perusahaan Panas Bumi No 1 di 2028

PGE Kejar Target 1 GW PLTP & Jadi Perusahaan Panas Bumi No 1 di 2028

August 20, 2026
Resmi Dibentuk, Asosiasi Bank Emas RI Mau Buat Gold Hub

Resmi Dibentuk, Asosiasi Bank Emas RI Mau Buat Gold Hub

August 20, 2026
IHSG Reli Lebih Dari 1% & Rupiah Menguat ke Rp 17.700 per USD

IHSG Reli Lebih Dari 1% & Rupiah Menguat ke Rp 17.700 per USD

August 20, 2026
IHSG Dekati 6.500! Asing Rebutan 10 Saham Ini, Gelontorkan Rp648 M

IHSG Dekati 6.500! Asing Rebutan 10 Saham Ini, Gelontorkan Rp648 M

August 20, 2026
Selat Hormuz Terganggu, 10 Juta Barel Minyak per Hari Hilang

Selat Hormuz Terganggu, 10 Juta Barel Minyak per Hari Hilang

August 20, 2026
BCA (BBCA) Tebar Dividen Interim Kuartal III-2026, Nilainya Segini

BCA (BBCA) Tebar Dividen Interim Kuartal III-2026, Nilainya Segini

August 20, 2026
IHSG Sesi I Melonjak 1,47% Dekati Level 6.500, Ini Penyebabnya

IHSG Sesi I Melonjak 1,47% Dekati Level 6.500, Ini Penyebabnya

August 20, 2026
Ada BSI, Pegadaian, Hingga Amman, Asosiasi Bank Emas Nasional Dibentuk

Ada BSI, Pegadaian, Hingga Amman, Asosiasi Bank Emas Nasional Dibentuk

August 20, 2026
1.800 Ton Emas Warga RI di Bawah Bantal, Lampaui Stok BI-India

1.800 Ton Emas Warga RI di Bawah Bantal, Lampaui Stok BI-India

August 20, 2026
Siap-Siap, Emiten Aguan dan Salim Ini Mau Buyback Saham Rp250 Miliar

Siap-Siap, Emiten Aguan dan Salim Ini Mau Buyback Saham Rp250 Miliar

August 20, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, August 20, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Diterpa Isu Akuisisi Bayan (BYAN), Emiten Milik Haji Isam Buka Suara

2 hours ago
in News
Diterpa Isu Akuisisi Bayan (BYAN), Emiten Milik Haji Isam Buka Suara
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten terafiliasi Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) buka suara terkait pemberitaan mengenai rencana pengambilalihan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh pengusaha asal Kalimantan tersebut.

Dalam tanggapannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), JARR menyatakan tidak memiliki rencana untuk melakukan akuisisi atas saham BYAN. Penegasan tersebut juga berlaku bagi grup perseroan hingga tanggal penyampaian surat klarifikasi.

Perseroan juga memberikan penjelasan terkait kemungkinan adanya rencana akuisisi yang dilakukan oleh pemegang saham pengendali maupun pemilik penerima manfaat atau ultimate beneficial owner. Hingga saat ini, JARR menyatakan belum menerima konfirmasi ataupun pemberitahuan resmi terkait adanya rencana maupun informasi atau fakta material mengenai akuisisi saham BYAN.

“Hingga saat ini tidak terdapat rencana untuk mengakuisisi PT Bayan Resources Tbk (BYAN), sehingga Perseroan tidak ada rencana keterbukaan informasi maupun timeline pelaksanaan akuisisi yang dapat disampaikan oleh Perseroan,” sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Kamis,(20/8/2026).

JARR selanjutnya menyatakan tidak terdapat informasi, fakta, maupun kejadian material penting lainnya yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha perseroan maupun harga saham yang belum diungkapkan kepada publik. Klarifikasi ini disampaikan sehubungan dengan beredarnya pemberitaan mengenai potensi pengambilalihan saham emiten batu bara tersebut.

Perseroan menegaskan apabila di kemudian hari terdapat rencana tindakan korporasi atau informasi maupun fakta material yang telah bersifat pasti dan mengikat atau definitive and binding, perseroan bersama pemegang saham pengendali akan menerapkan prinsip keterbukaan informasi.

Sebelumnya, rumor pasar tersebut menyebut Haji Isam bakal mengambil alih sekitar 62,2% saham BYAN. Berdasarkan data perusahaan, jumlah saham BYAN mencapai 33.333.335.000 saham.

Jika 62,2% saham tersebut dihitung menggunakan harga penutupan BYAN pada perdagangan 18 Agustus 2026 sebesar Rp17.275 per saham, maka jumlah saham yang perlu dibeli sekitar 20,73 miliar saham.
Dengan demikian, secara matematis nilai pembelian saham tersebut mencapai sekitar Rp358,17 triliun.

Nilai tersebut merupakan estimasi berdasarkan harga pasar dan bukan nilai transaksi akuisisi yang sebenarnya. Jika transaksi benar-benar dilakukan untuk mengambil alih blok pengendali, harga yang disepakati dapat berbeda dari harga pasar.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Rupiah Ditutup Melesat 0,48%, Dolar AS Turun ke Rp17.740

Rupiah Ditutup Melesat 0,48%, Dolar AS Turun ke Rp17.740

August 20, 2026
Nilai Tukar Rupiah Menguat 0,14%, Dolar AS Turun Jadi Rp17.800

Nilai Tukar Rupiah Menguat 0,14%, Dolar AS Turun Jadi Rp17.800

August 20, 2026
PGE Kejar Target 1 GW PLTP & Jadi Perusahaan Panas Bumi No 1 di 2028

PGE Kejar Target 1 GW PLTP & Jadi Perusahaan Panas Bumi No 1 di 2028

August 20, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .