• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Akhir Sesi I, IHSG Anjlok 1%

Akhir Sesi I, IHSG Anjlok 1%

October 26, 2026
Ganti Pemilik, Emiten RI Ini Keluar Dari Pantauan Khusus BEI

Ganti Pemilik, Emiten RI Ini Keluar Dari Pantauan Khusus BEI

October 26, 2026
Breaking! Rupiah Tertekan, Dolar AS Tembus Rp18.100

Breaking! Rupiah Tertekan, Dolar AS Tembus Rp18.100

October 26, 2026
Danantara Ungkap Kabar Terbaru Merger Pelita dan Garuda

Danantara Ungkap Kabar Terbaru Merger Pelita dan Garuda

October 26, 2026
BEI Ubah Aturan UMA dan Suspensi Saham, Bisa Bekukan Rekening Efek

BEI Ubah Aturan UMA dan Suspensi Saham, Bisa Bekukan Rekening Efek

October 26, 2026
Danantara Larang Petinggi BUMN Pakai Ajudan dan Patwal, Ada Aturannya

Danantara Larang Petinggi BUMN Pakai Ajudan dan Patwal, Ada Aturannya

October 26, 2026
Manuver Danantara Bersih-Bersih BUMN, Menuju IPO di 2029

Manuver Danantara Bersih-Bersih BUMN, Menuju IPO di 2029

October 26, 2026
BEI Ubah Aturan UMA dan Suspensi Saham, Besi Bekukan Rekening Efek

BEI Ubah Aturan UMA dan Suspensi Saham, Besi Bekukan Rekening Efek

October 26, 2026
10-15 Tahun Lagi Anak Muda Hadapi Krisis Lapangan Kerja

10-15 Tahun Lagi Anak Muda Hadapi Krisis Lapangan Kerja

October 26, 2026
Tak Lagi Andalkan UMA, BEI Ubah Strategi Pengawasan Saham

Tak Lagi Andalkan UMA, BEI Ubah Strategi Pengawasan Saham

October 26, 2026
Huru-hara MSCI, Tekanan Jual Emiten Perbankan Terus Berlanjut?

Huru-hara MSCI, Tekanan Jual Emiten Perbankan Terus Berlanjut?

October 26, 2026
BEI Rombak Komite HSC, Gandeng Eks Wamenkeu Hingga Chapman Taylor

BEI Rombak Komite HSC, Gandeng Eks Wamenkeu Hingga Chapman Taylor

October 26, 2026
Video: IHSG Melemah Lebih Dari 1%

Video: IHSG Melemah Lebih Dari 1%

October 26, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, October 26, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Akhir Sesi I, IHSG Anjlok 1%

2 hours ago
in News
Akhir Sesi I, IHSG Anjlok 1%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada akhir sesi I perdagangan Senin (26/10/2026). IHSG berada di level 5.384,97, turun 54,29 poin atau 1%.

Padahal, indeks sempat dibuka menguat di level 5.442,30, namun tekanan jual yang muncul sepanjang sesi pagi membuat indeks bergerak melemah.

Pada awal perdagangan sekitar pukul 09.00 WIB, IHSG sempat menyentuh titik tertinggi harian di 5.453,65. Penguatan tersebut tidak bertahan lama karena indeks berbalik arah dan terus turun hingga menjelang pukul 10.00 WIB. Pada waktu tersebut, IHSG sempat terperosok ke level terendah harian di 5.349,75, atau terkoreksi lebih dari 89 poin dari posisi tertingginya.

Memasuki sesi siang, IHSG bergerak sempit di rentang 5.370 hingga 5.390 sebelum bertahan di level 5.385.

Dari sisi aktivitas perdagangan, total volume transaksi tercatat sebanyak 181,92 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp7.245,52 miliar. 

Pasar keuangan global dan Indonesia akan menghadapi pekan padat pada minggu ini.

Perkembangan perang masih menjadi penggerak utama pasar pekan ini. Sejumlah agenda penting, mulai dari keputusan bank sentral yang akan menggerakkan pasar saham, obligasi, valuta asing, dan komoditas.

Pada pekan ini, tujuh bank sentral dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan moneter, yakni State Bank of Pakistan pada 26 Oktober; Federal Reserve AS, Bank of Canada, Reserve Bank of New Zealand, dan Bank of Thailand pada 28 Oktober; European Central Bank (ECB) pada 29 Oktober; serta Bank of Japan (BOJ) pada 30 Oktober.

Investor juga akan mencermati data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan zona euro, serta inflasi PCE AS yang menjadi salah satu acuan utama The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneter.

Berikut sederet agenda ekonomi yang perlu dicermati pasar pekan ini.

1. Sidang Partai Komunis China

Communist Party Fifth Plenum atau Sidang Pleno Kelima Komite Sentral Partai Komunis China merupakan pertemuan penting untuk membahas arah politik dan kebijakan strategis China.

Partai akan membahas arah kebijakan ekonomi, industri, teknologi, dan pembangunan negara dalam beberapa tahun ke depan.

Sidang yang dijadwalkan berlangsung pada 26-29 Oktober 2026 ini menjadi sorotan karena dapat memberikan sinyal mengenai konsolidasi kekuasaan Presiden Xi Jinping, penguatan pemberantasan korupsi, serta prioritas pemerintahan menjelang 2027.

Bagi investor global, hasil pertemuan ini penting untuk mencermati kepastian kebijakan, iklim bisnis, dan prospek ekonomi China yang berpengaruh terhadap pasar saham, nilai tukar yuan, harga komoditas, serta negara mitra dagang seperti Indonesia.

2. Laba Industri China September 2026

China merilis data laba industri Januari-September pada Selasa (27/10) pukul 08.30 WIB. Sebagai pembanding, laba industri tumbuh 15,7% secara tahunan pada Januari-Agustus, melambat dari 17,6% pada Januari-Juli. Perlambatan lanjutan dapat menekan prospek permintaan komoditas, sedangkan penguatan laba berpotensi menjadi sinyal perbaikan aktivitas industri dan investasi China.

3. Keputusan Suku Bunga The Fed Oktober 2026

The Fed dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pada Rabu waktu AS atau Kamis (29/10) pukul 01.00 WIB, dilanjutkan konferensi pers pada pukul 01.30 WIB.

Konsensus pasar memperkirakan bank sentral AS mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75%-4,00%, setelah menaikkan bunga sebesar 25 basis poin pada September.

Meski suku bunga diperkirakan tidak berubah, perhatian investor akan tertuju pada pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh mengenai prospek inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, dan kemungkinan pengetatan kebijakan berikutnya.

Sikap yang lebih hawkish berpotensi memperkuat dolar AS dan menekan aset berisiko, termasuk saham negara berkembang. Sebaliknya, sinyal bahwa tekanan inflasi mulai mereda dapat memberikan ruang bagi pasar untuk menilai ulang prospek kebijakan moneter AS.

Bagi Indonesia, arah kebijakan The Fed menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah, arus modal asing, serta daya tarik Surat Berharga Negara (SBN).

4. Pertumbuhan Ekonomi AS Kuartal III-2026

Estimasi awal PDB AS kuartal III dirilis Kamis (29/10) pukul 19.30 WIB.

Ekonomi AS diperkirakan tumbuh 3,2% secara kuartalan dalam hitungan tahunan (annualized), naik dari 2,2% pada kuartal sebelumnya. Pertumbuhan yang lebih kuat dapat menegaskan ketahanan ekonomi AS, tetapi jika disertai inflasi tinggi, ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama berpotensi menguat.

5. Inflasi PCE Amerika Serikat

AS juga akan merilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) September pada Kamis (29/10) pukul 19.30 WIB.

Sebagai catatan, pada Agustus 2026, inflasi PCE tercatat 3,4% (YoY) sementara inflasi inti sebesar 3,0% (YoY).

Inflasi PCE inti, yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi, diperkirakan naik 0,3% secara bulanan pada September 2026, dari 0,2% pada Agustus. Secara tahunan, inflasi inti diproyeksikan meningkat menjadi 3,1%, dari 3,0%.

Data ini penting karena PCE merupakan salah satu indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed dalam menentukan kebijakan moneter.

Jika inflasi melampaui perkiraan, kekhawatiran bahwa tekanan harga masih sulit dikendalikan dapat meningkat. Kondisi tersebut berpotensi memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama.

Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dapat meredakan tekanan terhadap pasar, meskipun diperlukan bukti penurunan yang konsisten sebelum prospek kebijakan moneter berubah secara signifikan.

6. Keputusan Suku Bunga ECB Oktober 2026

ECB dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pada Kamis (29/10) pukul 20.15 WIB, dengan konferensi pers pada pukul 20.45 WIB.

Konsensus memperkirakan suku bunga operasi pembiayaan utama tetap di 2,65%, sementara suku bunga fasilitas simpanan bertahan di 2,50%.

Investor akan mencermati bagaimana ECB menyeimbangkan risiko inflasi dengan perlambatan ekonomi kawasan Eropa. Tekanan harga energi dan ketidakpastian pertumbuhan menjadi faktor penting dalam menentukan arah kebijakan selanjutnya.

7. Keputusan Suku Bunga BOJ Oktober 2026
BOJ dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pada Jumat (30/10), dengan waktu pengumuman yang dapat berubah mengikuti jadwal resmi bank sentral.

Konsensus memperkirakan BOJ mempertahankan suku bunga di 1,25%, setelah kenaikan dari 1,00% pada September.

Selain keputusan suku bunga, pasar akan mencermati laporan prospek ekonomi dan harga, termasuk perubahan proyeksi pertumbuhan, inflasi, serta penilaian terhadap perkembangan upah dan konsumsi.

8. Pertumbuhan Ekonomi Zona Euro Kuartal III-2026
Estimasi awal PDB zona euro dirilis Jumat (30/10) pukul 17.00 WIB.

Ekonomi diperkirakan tumbuh 0,2% secara kuartalan, melambat dari 0,6% pada kuartal sebelumnya.

Secara tahunan, pertumbuhan diproyeksikan mencapai 1,1%, turun dari 1,2%. Perlambatan yang lebih tajam dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap ekonomi kawasan dan menjadi pertimbangan penting bagi arah kebijakan ECB.

(rob/rob)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ganti Pemilik, Emiten RI Ini Keluar Dari Pantauan Khusus BEI

Ganti Pemilik, Emiten RI Ini Keluar Dari Pantauan Khusus BEI

October 26, 2026
Breaking! Rupiah Tertekan, Dolar AS Tembus Rp18.100

Breaking! Rupiah Tertekan, Dolar AS Tembus Rp18.100

October 26, 2026
Danantara Ungkap Kabar Terbaru Merger Pelita dan Garuda

Danantara Ungkap Kabar Terbaru Merger Pelita dan Garuda

October 26, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .