• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Avanza Tak Lagi Jadi Raja Jalanan RI, Bos Toyota Buka Suara

Avanza Tak Lagi Jadi Raja Jalanan RI, Bos Toyota Buka Suara

October 26, 2025
SMLE Blak-Blakan Alasan Jual 50% Saham Anak ke Perusahaan Denmark

SMLE Blak-Blakan Alasan Jual 50% Saham Anak ke Perusahaan Denmark

October 15, 2026
Video: Risiko Gangguan Pasokan Minyak

Video: Risiko Gangguan Pasokan Minyak

October 15, 2026
Akhir Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,16%

Akhir Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,16%

October 15, 2026
Video:Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke 5.800-an

Video:Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke 5.800-an

October 15, 2026
Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke Level 5.800

Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke Level 5.800

October 15, 2026
Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

October 15, 2026
Pasar Saham Kebakaran

Pasar Saham Kebakaran

October 15, 2026
Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2%

Breaking! IHSG Anjlok 2%

October 15, 2026
IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

October 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 15, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Avanza Tak Lagi Jadi Raja Jalanan RI, Bos Toyota Buka Suara

12 months ago
in Market
Avanza Tak Lagi Jadi Raja Jalanan RI, Bos Toyota Buka Suara
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Penjualan Toyota Avanza kini makin tertinggal dari sang “kakak”, Toyota Innova. Padahal, selama bertahun-tahun Avanza dikenal sebagai mobil sejuta umat dan mendominasi segmen MPV. Namun kini, tren justru menunjukkan bahwa mobil di segmen menengah ke atas seperti Innova semakin unggul.

Seperti diketahui, harga Avanza tidak sampai Rp 300 juta, yakni dimulai dari Rp 240 juta hingga Rp 298 juta, sedangkan Innova tergolong untuk kalangan menengah hingga atas dengan harga mulai dari Rp 390 hingga Rp 625 jutaan.

Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, mengungkapkan bahwa pergeseran daya beli masyarakat menjadi faktor utama di balik penurunan penjualan Avanza. Menurutnya, kondisi ekonomi yang menekan kalangan menengah ke bawah membuat pasar Avanza mengalami tekanan.

“Ya kan kelihatan di sini bahwa untuk yang middle up sekarang income-nya stabil, yang turun kan yang model-model middle low segment. Salah satunya kan NPL-nya yang naik. Jadi kalau pasar-pasar mobil mewah umumnya stabil,” ujar Bob dikutip Minggu (25/10/2025).

Ia menambahkan, kenaikan Non-Performing Loan (NPL) di kalangan masyarakat menengah ke bawah memperlihatkan bahwa banyak yang mengalami kesulitan dalam pembayaran cicilan, termasuk untuk pembelian mobil.




Penjual mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara ungkap mobil Toyota Avanza masih diminati oleh pembeli mobil bekas. (CNBC Indonesia/Chandra)Foto: Penjual mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara ungkap mobil Toyota Avanza masih diminati oleh pembeli mobil bekas. (CNBC Indonesia/Chandra)
Penjual mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara ungkap mobil Toyota Avanza masih diminati oleh pembeli mobil bekas. (CNBC Indonesia/Chandra)

“Kelihatan pendapatan yang beli Avanza itu yang middle low segment itu, mereka terganggu pendapatannya. Kemudian juga NPLnya juga naik. Kita lihat laju kredit juga. Nah ini juga harus jadi perhatian kita ke depan,” jelasnya.

Tak hanya soal daya beli, Bob juga menyoroti kebijakan perpajakan yang dianggap belum berpihak pada mobil-mobil yang digunakan oleh kalangan bawah untuk mencari penghasilan, seperti Avanza atau mobil-mobil LCGC. Di sisi lain, mobil listrik impor justru mendapatkan banyak insentif dari pemerintah.

“Yang kasian kan yang middle low segment. Apalagi mereka juga harus bayar pajak yang lumayan tinggi juga. Yang model-model LCGC kan kadang-kadang dipakai untuk cari duit dong, ya kan? Tapi harus bayar PPN, harus bayar lain macam-macam,” ungkap Bob.

“Sedangkan yang model-model import EV mereka bisa menikmati. Ini kan ya kita lihat nggak fair gitu loh. Ini bisa dipertimbangkan lagi oleh pemerintah, khususnya mobil-mobil yang memang dipakai oleh rakyat bawah yang dipakai untuk cari uang. Bukan untuk kemewahan. Tapi kan sekarang yang dapet banyak subsidi kan mobil mewah import gitu. Nah ini kita berharap ini bisa diperbaikilah ke depan,” ujarnya.

Seperti diketahui, penjualan Innova kerap menjadi yang terlaris dalam beberapa waktu terakhir, termasuk pada bulan September 2025 lalu dimana penjualannya mencapai 6.143 unit, mengalahkan Avanza yang terjual sebanyak 2.804 unit.

Berkaca pada tahun 2024 lalu, Toyota Kijang Innova menjadi mobil terlaris di Indonesia dengan terjual 63.676 unit, sedangkan Toyota Avanza terjual 55.838 unit.

(fys/wur)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Multifinance Pasrah! Penjualan Mobil Nyungsep, Multiguna Anyep




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
SMLE Blak-Blakan Alasan Jual 50% Saham Anak ke Perusahaan Denmark

SMLE Blak-Blakan Alasan Jual 50% Saham Anak ke Perusahaan Denmark

October 15, 2026
Video: Risiko Gangguan Pasokan Minyak

Video: Risiko Gangguan Pasokan Minyak

October 15, 2026
Akhir Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,16%

Akhir Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,16%

October 15, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .