• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bank Mandiri Pertebal Pengawasan di Tengah Ekspansi

Bank Mandiri Pertebal Pengawasan di Tengah Ekspansi

December 21, 2025
SMLE Blak-Blakan Alasan Jual 50% Saham Anak ke Perusahaan Denmark

SMLE Blak-Blakan Alasan Jual 50% Saham Anak ke Perusahaan Denmark

October 15, 2026
Video: Risiko Gangguan Pasokan Minyak

Video: Risiko Gangguan Pasokan Minyak

October 15, 2026
Akhir Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,16%

Akhir Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,16%

October 15, 2026
Video:Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke 5.800-an

Video:Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke 5.800-an

October 15, 2026
Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke Level 5.800

Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke Level 5.800

October 15, 2026
Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

October 15, 2026
Pasar Saham Kebakaran

Pasar Saham Kebakaran

October 15, 2026
Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2%

Breaking! IHSG Anjlok 2%

October 15, 2026
IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

October 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 15, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Bank Mandiri Pertebal Pengawasan di Tengah Ekspansi

10 months ago
in News
Bank Mandiri Pertebal Pengawasan di Tengah Ekspansi
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mempertegas arah penguatan tata kelola dan manajemen risiko melalui penyegaran jajaran Dewan Komisaris yang diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 19 Desember 2025.

Dalam RUPSLB di penghujung tahun ini, pemegang saham bank berkode emiten BMRI ini menyetujui penunjukan Zulkifli Zaini sebagai Komisaris Utama/Independen, M. Rudy Salahuddin Ramto sebagai Wakil Komisaris Utama, serta B. Bintoro Kunto Pardewo sebagai Komisaris Independen.

Langkah tersebut bukan tanpa alasan. Sebagai bank milik negara yang memegang peran strategis dalam mendukung agenda pertumbuhan ekonomi nasional, Bank Mandiri tentu membutuhkan figur pengawas yang mampu memastikan setiap keputusan strategis berjalan selaras dengan prinsip tata kelola dan kepentingan publik.

Penguatan fungsi pengawasan tersebut tercermin dari kursi Komisaris Utama Bank Mandiri yang kini ditempati oleh Zulkifli Zaini, bankir senior yang rekam jejaknya lekat dengan perjalanan dan transformasi BUMN termasuk Bank Mandiri. Pria yang akrab disapa “Zul” ini mengawali karier di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) pada 1988 dan menjadi bagian dari Bank Mandiri sejak awal pembentukannya.

Pengalamannya melintasi berbagai fungsi strategis, mulai dari pembiayaan proyek, hubungan kelembagaan, hingga manajemen risiko, mengantarkannya pada posisi Direktur Utama Bank Mandiri pada periode 2010-2013. Latar belakang pendidikan Zulkifli turut membentuk pendekatan kepemimpinannya di sektor perbankan dan BUMN. Dirinya merupakan lulusan Sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan meraih gelar Master of Business & Administration (MBA) dari University of Washington, Amerika Serikat.

Di luar sektor perbankan, Zulkifli juga memiliki pengalaman memimpin BUMN sektor riil, termasuk sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero) pada 2019-2021, serta menjadi Komisaris Independen di BNI dan Komisaris Utama PTPN III. Rekam jejak lintas sektor tersebut memperkaya perspektif pengawasan, terutama dalam mengelola risiko pada organisasi berskala besar dengan kompleksitas operasional yang tinggi.

Lalu di posisi Wakil Komisaris Utama, M. Rudy Salahuddin Ramto punya bekal pengalaman strategis dari ranah kebijakan publik dan tata kelola investasi. Saat ini ia menjabat Sekretaris Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Sekretaris Utama BKPM. Ia juga sempat menjadi komisaris di beberapa BUMN, seperti PT Aneka Tambang dan PT Asuransi Jasa Raharja.

Selain itu, latar akademik juga menjadi bagian penting dari rekam jejak Rudy di bidang kebijakan dan tata kelola investasi. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Sipil di Universitas Indonesia serta meraih gelar Master dan Doktor di bidang Engineering Management and Systems Engineering dari The George Washington University, Amerika Serikat.

Peran Rudy sebagai Wakil Komisaris Utama menempatkannya pada titik kunci penguatan fungsi pengawasan yang selaras dengan arah kebijakan nasional. Kehadiran Rudy di jajaran Dewan Komisaris Bank Mandiri dipastikan akan mempertegas disiplin ekspansi Bank Mandiri melalui kerangka tata kelola dan manajemen risiko yang prudent.

Kemudian ada B. Bintoro Kunto Pardewo sebagai Komisaris Independen Bank Mandiri juga dikenal memiliki rekam jejak kuat di bidang moneter dan keuangan. Ia pernah menjabat sebagai Executive Analyst serta Deputi Direktur di Bank Indonesia sebelum berkiprah di holding jasa keuangan negara sebagai Komisaris PT Danareksa.

Pengalaman tersebut ditopang oleh latar belakang pendidikan yang kuat di bidang teknik dan manajemen. Bintoro merupakan lulusan Sarjana Teknik Mesin Universitas Indonesia dan meraih gelar MBA dari Iowa State University, Amerika Serikat. Ia lalu menyelesaikan pendidikan S3 nya di bidang Finance dari Universitas Indonesia.

Dengan latar pendidikan teknik dan administrasi bisnis, Bintoro membawa pendekatan analitis dalam memperkuat fungsi pengawasan independen. Fokus tersebut diarahkan pada kualitas pengambilan keputusan, kepatuhan, serta pengendalian risiko di tengah percepatan transformasi bisnis perbankan.

Sebelumnya, Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista menegaskan, keputusan RUPSLB mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap arah pengelolaan perseroan. Penguatan Dewan Komisaris dinilai menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara akselerasi pertumbuhan dan penerapan tata kelola serta manajemen risiko yang solid.

Dengan komposisi Dewan Komisaris yang diperkuat oleh figur berpengalaman di sektor perbankan, kebijakan publik, dan bank sentral, bank berlogo pita emas ini optimistis dapat mempertebal kualitas pengawasan internal. Penguatan tersebut diharapkan menopang ekspansi bisnis dan transformasi layanan sekaligus menjaga kepercayaan pasar serta memperluas kontribusi Bank Mandiri terhadap perekonomian nasional.

“RUPSLB ini menjadi simbol dukungan pemegang saham terhadap langkah strategis manajemen dalam mengakselerasi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga tata kelola dan manajemen risiko yang kuat. Dukungan ini sekaligus menjadi keyakinan bersama bahwa manajemen Bank Mandiri mampu merealisasikan mandat pemegang saham dan para pemangku kepentingan,” ujar Adhika dalam Siaran Pers, dikutip Minggu (21/12/2025) 

(bul/bul)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
SMLE Blak-Blakan Alasan Jual 50% Saham Anak ke Perusahaan Denmark

SMLE Blak-Blakan Alasan Jual 50% Saham Anak ke Perusahaan Denmark

October 15, 2026
Video: Risiko Gangguan Pasokan Minyak

Video: Risiko Gangguan Pasokan Minyak

October 15, 2026
Akhir Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,16%

Akhir Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,16%

October 15, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .