• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bank Ramai-Ramai Pilih Taruh Uang di Surat Berharga, Ini Alasannya

Bank Ramai-Ramai Pilih Taruh Uang di Surat Berharga, Ini Alasannya

July 23, 2025
Perdagangan Saham Dihentikan Sementara oleh Bursa, ADHI Buka Suara

Perdagangan Saham Dihentikan Sementara oleh Bursa, ADHI Buka Suara

August 24, 2026
Bos PT DSI Tegaskan Beda Peran dengan Bursa Mineral

Bos PT DSI Tegaskan Beda Peran dengan Bursa Mineral

August 24, 2026
PT DSI Ambil Margin Fee dari Eksportir, Ini Penjelasannya

PT DSI Ambil Margin Fee dari Eksportir, Ini Penjelasannya

August 24, 2026
Detik-detik Rp534 Triliun Dana Kelolaan Lenyap di Lantai Bursa

Detik-detik Rp534 Triliun Dana Kelolaan Lenyap di Lantai Bursa

August 24, 2026
Transaksi Tambang-Sawit Wajib Lewat Bursa Mineral, Ini Bocorannya

Transaksi Tambang-Sawit Wajib Lewat Bursa Mineral, Ini Bocorannya

August 24, 2026
Asing Mulai Balik ke SBN & Saham Bikin Rupiah Makin Strong

Asing Mulai Balik ke SBN & Saham Bikin Rupiah Makin Strong

August 24, 2026
PPATK-Polri Bongkar Sindikat Siber, Kerugian Capai US0.000

PPATK-Polri Bongkar Sindikat Siber, Kerugian Capai US$350.000

August 24, 2026
Susunan Direksi-Komisaris DSI, Ada CEO Freeport & Eks Bos Bank Dunia

Susunan Direksi-Komisaris DSI, Ada CEO Freeport & Eks Bos Bank Dunia

August 24, 2026
Susunan Pengurus DSI, Ada CEO Freeport Hingga Eks Bos Bank Dunia

Susunan Pengurus DSI, Ada CEO Freeport Hingga Eks Bos Bank Dunia

August 24, 2026
Bos Danantara Buka-bukaan Rahasia Bisnis Emas ANTAM

Bos Danantara Buka-bukaan Rahasia Bisnis Emas ANTAM

August 24, 2026
Sah! DPR Setujui Sarjito Jadi Bos OJK Pengawas Bursa Mineral

Sah! DPR Setujui Sarjito Jadi Bos OJK Pengawas Bursa Mineral

August 24, 2026
Sah! DPR Setujui Sarjito Jadi Bos OJK Pengawas Bursa Mineral

Sah! DPR Setujui Sarjito Jadi Bos OJK Pengawas Bursa Mineral

August 24, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, August 25, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Bank Ramai-Ramai Pilih Taruh Uang di Surat Berharga, Ini Alasannya

1 year ago
in Market
Bank Ramai-Ramai Pilih Taruh Uang di Surat Berharga, Ini Alasannya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Perbankan terpantau gencar menambah kepemilikan surat berharga di kala permintaan kredit lesu dan pertumbuhan tabungan masyarakat seret.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyoroti kecenderungan tersebut sebagai salah satu penyebab lesunya pertumbuhan kredit industri perbankan.

Beberapa bank terbesar RI pun juga terpantau mencatatkan peningkatan pada kepemilikan surat berharga. Mereka menyatakan itu dilakukan sebagai bentuk dari strategi pengelolaan likuiditas.

Di antaranya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatatkan kepemilikan surat berharga tumbuh 9,22% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp224,65 triliun hingga Mei 2025. Sementara itu, pertumbuhan kredit bank pelat merah itu juga bertumbuh tinggi 13,63% yoy menjadi Rp1.309,68 triliun pada periode yang sama.

Corporate Secretary Bank Mandiri M. Ashidiq Iswara mengatakan pihaknya secara aktif melakukan penempatan likuiditas pada instrumen surat berharga negara (SBN) dan surat berharga lainnya sebagai salah satu alternatif instrumen aset produktif.

Menurutnya, itu merupakan bagian dari strategi manajemen likuiditas (liquidity management) dan optimalisasi asset liability management bank dengan menyesuaikan tren serta kondisi perekonomian.

“Adapun penempatan likuiditas pada instrumen SBN dan surat berharga lainnya dilakukan dalam rangka mendapatkan imbal hasil yang optimal dengan tingkat risiko yang terukur,” terang Ashidiq kepada CNBC Indonesia, Selasa (22/7/2025).

Ke depan, bank berlogo pita emas itu melihat kondisi likuiditas berangsur membaik sehingga strategi penempatan dana akan terus dioptimalkan dengan mengedepankan pengelolaan portfolio yang komprehensif dan memperhatikan prinsip-prinsip risiko yang prudent.

Ashidiq menambahkan strategi pengelolaan portfolio baik kredit maupun surat berharga akan dinamis menyesuaikan dengan perubahan tren yang terjadi. Antara lain ekses likuiditas yang tersedia, demand dari client baik institutional maupun individual, risk appetite perbankan serta prospek ekonomi ke depan.

Selain itu PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) tercatat menghimpun Rp369,82 triliun, naik 8,95% yoy per Mei 2025. Sedangkan penyaluran kredit bank swasta terbesar RI tercatat naik 11,80% yoy menjadi Rp924,26 triliun pada periode yang sama.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menyampaikan bahwa penempatan dana pada instrumen surat berharga merupakan bagian dari strategi pengelolaan likuiditas perusahaan. Ia menyebut BCA senantiasa menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dengan ekspansi kredit yang sehat.

Hera mengatakan penempatan dana pada instrumen surat berharga juga dilakukan untuk mendukung perekonomian nasional.

“BCA berkomitmen untuk mengelola likuiditas secara pruden serta mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dalam penerapan manajemen risiko,” katanya kepada CNBC Indonesia, dikutip Rabu (23/7/2025).

Selain kedua big banks RI tersebut, sejumlah bank yang tergolong KBMI III tercatat membukukan pertumbuhan kepemilikan surat berharga yang tinggi. Seperti, PT Bank Permata Tbk. (BNLI) yang membukukan kepemilikan surat berharga sebesar Rp66,35 triliun, naik 29,80% yoy pada Mei 2025. Pertumbuhan penyaluran kredit bank milik Bangkok Bank itu juga tinggi sebesar 9,5% yoy menjadi Rp159,83 triliun pada periode yang sama.

Chief of Treasury Permata Bank Suryadi Ong mengatakan pihaknya secara konsisten menerapkan strategi optimalisasi neraca dengan tetap beradaptasi dengan dinamika pasar domestic dan global. Ia mengatakan seiring dengan pertumbuhan deposit Permata Bank sebesar 9,0%, sebagian dana juga ditempatkan di asset likuid sebagai bagian strategi manajemen likuiditas.

“Peningkatan surat berharga merupakan akibat dari realokasi aset likuid dari sebelumnya berupa penempatan dana ke BI dan antar bank menjadi Surat Utang Negara dan BI,” terang Suryadi kepada CNBC Indonesia, Selasa (23/7/2025).

Untuk diketahui, kredit perbankan tumbuh sebesar 7,77% yoy per Juni 2025, menurun dibandingkan dengan pertumbuhan 8,43% yoy pada Mei 2025. Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) meningkat menjadi 6,96% yoy pada Juni 2025, namun masih di bawah pertumbuhan kredit.

Adapun BI menargetkan pertumbuhan kredit perbankan sebesar 8% hingga 11% pada akhir tahun ini. Target itu telah direvisi ke bawah dari sebelumnya 11% hingga 13%.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Alarm Likuiditas Berbunyi Nyaring, Terdengar dari Bank Jumbo di RI




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Perdagangan Saham Dihentikan Sementara oleh Bursa, ADHI Buka Suara

Perdagangan Saham Dihentikan Sementara oleh Bursa, ADHI Buka Suara

August 24, 2026
Bos PT DSI Tegaskan Beda Peran dengan Bursa Mineral

Bos PT DSI Tegaskan Beda Peran dengan Bursa Mineral

August 24, 2026
PT DSI Ambil Margin Fee dari Eksportir, Ini Penjelasannya

PT DSI Ambil Margin Fee dari Eksportir, Ini Penjelasannya

August 24, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .