• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Breaking News! Dolar AS Kini Tembus Rp17.900

Breaking News! Dolar AS Kini Tembus Rp17.900

June 24, 2026
Asing Koleksi 10 Saham Ini Saat IHSG Hijau & Transaksi Bursa Sepi

Asing Koleksi 10 Saham Ini Saat IHSG Hijau & Transaksi Bursa Sepi

July 3, 2026
Harga Emas Bertengger di Atas US.000, Bagaimana Prospek Saham Antam?

Harga Emas Bertengger di Atas US$4.000, Bagaimana Prospek Saham Antam?

July 3, 2026
Diungkap Purbaya Begini Konsep Besar PFII

Diungkap Purbaya Begini Konsep Besar PFII

July 3, 2026
Biayai Danantara-Beli Surat Utang RI

Biayai Danantara-Beli Surat Utang RI

July 2, 2026
Biaya Danantara-Beli Surat Utang RI

Biaya Danantara-Beli Surat Utang RI

July 2, 2026
Kebut Pembahasan RUU, PFII Bakal Jadi Bahan Pidato Kenegaraan Prabowo

Kebut Pembahasan RUU, PFII Bakal Jadi Bahan Pidato Kenegaraan Prabowo

July 2, 2026
KAI Rombak Direksi, Angkat Eks Dirut Pelita Air Dendy Kurniawan

KAI Rombak Direksi, Angkat Eks Dirut Pelita Air Dendy Kurniawan

July 2, 2026
RI Bangun PFII, Purbaya Mau Mobilisasi Uang Orang Kaya di Dunia

RI Bangun PFII, Purbaya Mau Mobilisasi Uang Orang Kaya di Dunia

July 2, 2026
Indosat (ISAT) Divestasi Usaha Fiber Optik Rp11,71 T

Indosat (ISAT) Divestasi Usaha Fiber Optik Rp11,71 T

July 2, 2026
Bank Ramai-Ramai Terbitkan Obligasi, Sinyal Rebutan Dana Sengit

Bank Ramai-Ramai Terbitkan Obligasi, Sinyal Rebutan Dana Sengit

July 2, 2026
PMMP Krisis, Kredit Bank Permata ke Emiten Ini Nyaris Rp1 Triliun

PMMP Krisis, Kredit Bank Permata ke Emiten Ini Nyaris Rp1 Triliun

July 2, 2026
Ditutup Menguat 5,75%, Saham ANTM Siap Balik ke Rp3.000?

Ditutup Menguat 5,75%, Saham ANTM Siap Balik ke Rp3.000?

July 2, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, July 3, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Breaking News! Dolar AS Kini Tembus Rp17.900

1 week ago
in Lifestyle
Breaking News! Dolar AS Kini Tembus Rp17.900
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Tekanan terhadap rupiah belum juga mereda. Mata uang Garuda kembali mengawali perdagangan Rabu (24/6/2026) di zona merah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Di tengah dinamika pergerakan dolar AS di pasar global yang makin kuat. 

Merujuk data Refinitiv, rupiah Garuda dibuka di posisi Rp17.900/US$ atau melemah 0,36%. Pelemahan ini melanjutkan tekanan pada perdagangan sebelumnya. Pada Selasa (23/6/2026), rupiah ditutup melemah 0,06% ke level Rp17.835/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 09.00 WIB terpantau menguat tipis 0,03% ke level 101,432. Level ini sekaligus menjadi posisi terkuat indeks dolar dalam 13 bulan terakhir.

Penguatan tersebut juga melanjutkan kenaikan pada penutupan perdagangan sebelumnya, ketika DXY menguat tajam 0,38%.


Menguatnya dolar AS di pasar global menunjukkan masih derasnya minat pelaku pasar terhadap aset berdenominasi greenback. Kondisi ini pada akhirnya membuat ruang penguatan mata uang negara lain, termasuk rupiah, menjadi semakin terbatas.

Dolar AS terus menguat hingga menyentuh level tertinggi dalam lebih dari setahun. Penguatan tersebut terjadi seiring penyesuaian ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) yang dinilai semakin hawkish.

Rapat kebijakan The Fed (FOMC) pekan lalu, yang menjadi rapat pertama di bawah Ketua The Fed Kevin Warsh, dibaca pasar sebagai sinyal bahwa bank sentral AS masih membuka ruang kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pun meningkat tajam. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga minimal 25 basis poin pada rapat Juli naik menjadi 36,3%, dari sebelumnya 8,5% sepekan lalu. Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga pada rapat September naik menjadi 69,1%, dari sebelumnya 29,1% sepekan sebelumnya.

Arah kebijakan suku bunga global yang lebih tinggi dalam waktu lama juga menjadi perhatian Bank Indonesia (BI). Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan pelemahan nilai tukar tidak hanya dialami rupiah, tetapi juga banyak mata uang negara lain.

“Kita lihat memang untuk nilai tukar, hampir semua negara juga mengalami pelemahan nilai tukar, karena saat ini yang terjadi adalah juga kita menghadapi situasi di global, istilahnya adalah higher for longer,” ujar Destry kepada CNBC Indonesia, dikutip Rabu (24/6/2026).

Menurut Destry, kondisi global tersebut membuat BI perlu menjaga daya tarik instrumen keuangan rupiah, terutama bagi investor asing. Karena itu, BI dalam sebulan terakhir telah menaikkan suku bunga acuan hingga 100 basis poin.

“Kita berharap tentunya dengan suku bunga yang meningkat, itu akan meningkatkan daya tarik dari instrumen rupiah kita bagi offshore investor atau investor asing,” imbuh Destry.

Di sisi lain, pasar juga melihat The Fed berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan masih membuka peluang kenaikan suku bunga pada sisa tahun ini.

“Jadi market kan melihat berarti dia (The Fed) akan mempertahankan ataupun posisi suku bunga tinggi itu akan bertahan dan bahkan diperkirakan akan meningkat di tahun ini,” ujar Destry.

Dengan kondisi tersebut, BI dinilai perlu tetap berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan. Fokusnya adalah menjaga daya tarik aset rupiah agar aliran modal asing bisa masuk dan mendukung stabilitas nilai tukar.

“Kita harus mempertahankan daya tarik dari instrumen keuangan kita, yang tentunya juga kita harapkan, memang dalam kondisi saat ini ya, kita jangan bicara dulu deh untuk BI Rate-nya turun gitu, enggak,” imbuhnya.

Selain arah kebijakan The Fed, pasar juga masih menanti data inflasi AS lainnya pada pekan ini, yakni Personal Consumption Expenditures Price Index atau PCE periode Mei. Data ini akan menjadi salah satu acuan penting untuk melihat apakah tekanan inflasi di AS masih bertahan atau mulai mereda.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Asing Koleksi 10 Saham Ini Saat IHSG Hijau & Transaksi Bursa Sepi

Asing Koleksi 10 Saham Ini Saat IHSG Hijau & Transaksi Bursa Sepi

July 3, 2026
Harga Emas Bertengger di Atas US.000, Bagaimana Prospek Saham Antam?

Harga Emas Bertengger di Atas US$4.000, Bagaimana Prospek Saham Antam?

July 3, 2026
Diungkap Purbaya Begini Konsep Besar PFII

Diungkap Purbaya Begini Konsep Besar PFII

July 3, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .