• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bursa Asia Menguat Mengekor Wall Street yang Pecah Rekor

Bursa Asia Menguat Mengekor Wall Street yang Pecah Rekor

July 1, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2%

Breaking! IHSG Anjlok 2%

October 15, 2026
IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok di Atas 1%

Breaking! IHSG Anjlok di Atas 1%

October 15, 2026
Suroso Isnandar Jadi Bos Baru PLN, Manajemen Buka Suara

Suroso Isnandar Jadi Bos Baru PLN, Manajemen Buka Suara

October 15, 2026
Waskita Beton (WSBP) Mau Ubah Utang Jadi Saham, Nilainya Rp1,71 T

Waskita Beton (WSBP) Mau Ubah Utang Jadi Saham, Nilainya Rp1,71 T

October 15, 2026
IHSG Anjlok di Atas 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok di Atas 1%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
IHSG Anjlok Diatas 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok Diatas 1%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok Diatas 1%

Breaking! IHSG Anjlok Diatas 1%

October 15, 2026
Gelar RUPSLB, Emiten Favorit Lo Kheng Hong ABMM Mau Ganti Direksi

Gelar RUPSLB, Emiten Favorit Lo Kheng Hong ABMM Mau Ganti Direksi

October 15, 2026
Dolar AS Strong & Minyak Memanas, BI Mati-matian Jaga Rupiah

Dolar AS Strong & Minyak Memanas, BI Mati-matian Jaga Rupiah

October 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 15, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Bursa Asia Menguat Mengekor Wall Street yang Pecah Rekor

4 months ago
in ENTREPRENEUR
Bursa Asia Menguat Mengekor Wall Street yang Pecah Rekor
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Asia-Pasifik dibuka mayoritas menguat pada perdagangan Selasa (30/6/2026), mengikuti reli yang terjadi di Wall Street pada sesi sebelumnya.

Melansir CNBC, sentimen pasar terdorong oleh meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang meningkatkan optimisme investor global.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 1,41% pada awal perdagangan, sementara Topix menguat 0,88%. Di Korea Selatan, indeks Kospi bertambah 1,17%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq justru turun 0,88%.

Sementara itu, indeks acuan Australia, S&P/ASX 200 bergerak cenderung datar. Pelaku pasar juga mencermati sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang akan dirilis pada hari ini.

Di Wall Street, ketiga indeks utama ditutup menguat pada perdagangan Senin waktu setempat. Indeks S&P 500 naik 1,18%, sedangkan Nasdaq Composite melesat 2,07%.

Adapun indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 306,63 poin atau 0,59% dan ditutup di atas level 52.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Kenaikan indeks didukung oleh lonjakan hampir 5% saham Alphabet pada hari pertama perdagangan perusahaan tersebut sebagai anggota baru Dow Jones.

Optimisme investor muncul setelah Amerika Serikat dan Iran sepakat menghentikan serangan dan membuka kembali jalur pelayaran komersial melalui Selat Hormuz. Seorang pejabat AS mengatakan kedua pihak untuk sementara waktu akan menahan diri dan kapal-kapal dapat kembali melintas secara bebas di jalur pelayaran strategis tersebut.

Di sisi korporasi, saham perusahaan teknologi pertahanan AeroVironment melonjak 19% dalam perdagangan setelah penutupan pasar. Kinerja saham terdorong oleh laporan laba kuartal IV fiskal yang melampaui ekspektasi pasar.

AeroVironment membukukan laba disesuaikan sebesar US$1,84 per saham dengan pendapatan mencapai US$642 juta. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi analis yang memperkirakan laba US$1,46 per saham dan pendapatan US$559 juta.

Senior Managing Director Evercore ISI, Julian Emanuel, menilai sentimen pasar saat ini belum sepenuhnya positif, namun kondisi tersebut justru dapat menjadi landasan yang baik menjelang musim laporan keuangan. Menurutnya, saham-saham teknologi berkapitalisasi besar berpeluang kembali menjadi penggerak utama pasar pada paruh kedua tahun ini.

Pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah data ekonomi AS yang dirilis Selasa waktu setempat. Data tersebut meliputi survei lowongan kerja JOLTS periode Mei, indeks aktivitas manufaktur Chicago PMI

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Breaking! IHSG Anjlok 2%

Breaking! IHSG Anjlok 2%

October 15, 2026
IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

October 15, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .