• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Cerita Bursa Raksasa Tetangga RI Mau Kolaps, Diselamatkan Investor Ini

Cerita Bursa Raksasa Tetangga RI Mau Kolaps, Diselamatkan Investor Ini

May 20, 2026
Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah

Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah

July 4, 2026
Keluarga Ini Punya Pendapatan Pasif Rp2,88 Miliar Sebulan

Keluarga Ini Punya Pendapatan Pasif Rp2,88 Miliar Sebulan

July 4, 2026
Tertarik Punya Alfamart Sendiri? Segini Biaya dan Balik Modal

Tertarik Punya Alfamart Sendiri? Segini Biaya dan Balik Modal

July 4, 2026
Tantangan RI Perkuat Ekosistem AI Untuk Perkuat Daya Saing

Tantangan RI Perkuat Ekosistem AI Untuk Perkuat Daya Saing

July 4, 2026
Kisah Robohnya Kerajaan Bisnis Salim Usai Berjaya 3 Dekade

Kisah Robohnya Kerajaan Bisnis Salim Usai Berjaya 3 Dekade

July 4, 2026
Cara Daftar Program Magang Nasional, Gaji Rp3,5 Juta-6 juta/bulan

Cara Daftar Program Magang Nasional, Gaji Rp3,5 Juta-6 juta/bulan

July 4, 2026
Duit di Rekening Auto Ludes, Perhatikan Modus Baru Maling M-Banking

Duit di Rekening Auto Ludes, Perhatikan Modus Baru Maling M-Banking

July 4, 2026
Duit Warga RI Dimaling Rp9,1 Triliun, Setiap Hari 1.000 Orang Teriak

Duit Warga RI Dimaling Rp9,1 Triliun, Setiap Hari 1.000 Orang Teriak

July 4, 2026
5 Ciri Utama Golongan Warga Kelas Bawah, Ada di Kamu?

5 Ciri Utama Golongan Warga Kelas Bawah, Ada di Kamu?

July 3, 2026
Komisaris Bank Jadi Tersangka, Diduga Salurkan Kredit Fiktif Rp14,8 M

Komisaris Bank Jadi Tersangka, Diduga Salurkan Kredit Fiktif Rp14,8 M

July 3, 2026
OJK Perketat Aturan BPR, Modal di Bawah Rp6 M Terancam Kena Sanksi

OJK Perketat Aturan BPR, Modal di Bawah Rp6 M Terancam Kena Sanksi

July 3, 2026
Emiten Prajogo Pangestu (CDIA) Mau Beli Saham PT AMP Rp 1,4 Triliun

Emiten Prajogo Pangestu (CDIA) Mau Beli Saham PT AMP Rp 1,4 Triliun

July 3, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, July 4, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Cerita Bursa Raksasa Tetangga RI Mau Kolaps, Diselamatkan Investor Ini

2 months ago
in Lifestyle
Cerita Bursa Raksasa Tetangga RI Mau Kolaps, Diselamatkan Investor Ini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar saham India berhasil menghindari kejatuhan total alias freefall setelah investor domestik mengambil peran krusial dengan menyuntikkan dana besar-besaran untuk menahan aksi jual masif dari investor asing sepanjang tahun lalu. Langkah penyelamatan ini menjadi titik balik penting bagi stabilitas pasar modal India di tengah tingginya tekanan makroekonomi global yang dipicu oleh konflik geopolitik.

Mengutip laporan dari CNBC’s “Squawk Box Asia” pada Selasa (20/05/2026), keterlibatan investor ritel dan institusi lokal kini menjadi penopang utama bagi ketahanan ekonomi domestik di negara tersebut. Kepala Eksekutif pasar saham tertua di India mengungkapkan bahwa tren pertumbuhan partisipasi masyarakat lokal ke dalam instrumen pasar modal saat ini terus mengalami lonjakan yang sangat masif dan berada dalam jalur yang positif.

“India sedang berkembang, dan sejumlah besar populasi masih belum masuk ke pasar modal,” kata Direktur Utama Bombay Stock Exchange (BSE) Sundararaman Ramamurthy kepada CNBC.

Sundararaman Ramamurthy menambahkan bahwa sebanyak 35 juta investor India baru telah terdaftar melalui bursa BSE sepanjang tahun lalu saja.

Kondisi tersebut secara langsung mengubah struktur kepemilikan saham di pasar modal India secara dramatis dibandingkan periode-periode sebelumnya. Berdasarkan data pergerakan modal terbaru, dominasi kepemilikan investor luar negeri kini sudah berhasil dipatahkan oleh kekuatan modal dari dalam negeri sendiri.

“Kepemilikan partisipan asing di pasar saham India dulunya lebih tinggi daripada institusi domestik, tetapi hari ini hal itu berbalik,” ujar Ramamurthy.

Ramamurthy menambahkan bahwa investor institusi India telah menginvestasikan dana bersih sebesar US$ 91 miliar (Rp 1.610,70 triliun) di pasar ekuitas sepanjang tahun lalu. Skala intervensi domestik tersebut terbukti sangat masif dan melampaui agresivitas penarikan modal yang dilakukan oleh para pengelola dana global.

Pada periode yang sama, investor asing tercatat menarik dana keluar dari pasar ekuitas India sebesar US$ 35 miliar (Rp 619,50 triliun).

Meskipun terjadi arus modal keluar yang sangat besar dari eksternal, indeks saham utama India mampu bertahan dari guncangan ekstrem berkat aliran likuiditas domestik yang solid tersebut. Ramamurthy memaparkan hal ini di sela-sela acara Motilal Oswal India Corporate Day 2026 yang berlangsung di Singapura.

“Ini tidak hanya mengatasi arus keluar modal asing, tetapi juga memperkuat indeks Sensex dalam skala besar, dan telah mencegahnya dari kejatuhan total,” tutur Ramamurthy.

Hingga saat ini, para pelaku pasar asing dilaporkan masih terus bersikap bearish terhadap prospek pasar ekuitas India akibat kinerja laba emiten yang dinilai lemah. Sentimen negatif eksternal ini diperparah oleh memburuknya dampak ekonomi akibat lonjakan harga minyak mentah global di tengah eskalasi konflik bersenjata yang sedang berkecamuk di Timur Tengah.

Faktor lain yang ikut menekan minat investor global adalah absennya raksasa teknologi baru di sektor kecerdasan buatan. Meskipun dikenal secara luas sebagai pemimpin global di bidang teknologi informasi (TI), India dinilai belum memiliki perusahaan ekosistem kecerdasan buatan (AI) berskala besar, yang pada akhirnya kian meredupkan daya tarik investasi asing.

Mengutip laporan berkala dari HSBC Research pada hari Selasa, absennya narasi pertumbuhan berbasis AI membuat kinerja pasar saham India tertinggal cukup jauh jika dihitung dalam denominasi mata uang dolar. Secara keseluruhan, pasar saham India tercatat mengalami penurunan sekitar 10% dalam valuasi mata uang dolar AS.

“Saham-saham Asia sebagian besar didorong oleh sentimen positif seputar AI,” demikian tertulis dalam laporan HSBC Research tersebut.

Laporan HSBC Research menambahkan bahwa berbeda terbalik dengan kondisi India, pasar saham yang berfokus pada ekosistem AI seperti Korea Selatan dan Taiwan justru sukses mencatatkan lonjakan masing-masing sekitar 80% dan 40% sejak awal tahun.

Kendati demikian, situasi tersebut ternyata sama sekali tidak menyurutkan minat masyarakat lokal untuk terus mengalirkan modal mereka ke instrumen ekuitas domestik. Berdasarkan laporan dari media lokal di India, total arus modal masuk ke dalam reksa dana saham domestik melonjak tajam hingga menyentuh angka 384,4 miliar rupee atau mendekati US$ 4 miliar (Rp 70,80 triliun) pada bulan April, yang mencerminkan kenaikan sebesar 58% jika dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan data komprehensif dari LSEG, indeks acuan pasar modal India yaitu BSE Sensex saat ini tercatat mengalami penurunan sebesar 11% secara year-to-date. Rapor merah tersebut menempatkan bursa saham India ke dalam jajaran pasar dengan kinerja paling buruk di kawasan Asia sepanjang tahun ini.

(tps/tps)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah

Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah

July 4, 2026
Keluarga Ini Punya Pendapatan Pasif Rp2,88 Miliar Sebulan

Keluarga Ini Punya Pendapatan Pasif Rp2,88 Miliar Sebulan

July 4, 2026
Tertarik Punya Alfamart Sendiri? Segini Biaya dan Balik Modal

Tertarik Punya Alfamart Sendiri? Segini Biaya dan Balik Modal

July 4, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .