
Jakarta, CNBC Indonesia – Di tengah tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun ini, sejumlah saham mencatatkan kinerja pertumbuhan. Berikut daftar saham dengan kinerja terbaik dan pendorong indeks sepanjang tahun berjalan.
Dikutip dari statistik Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/11/2026), emiten properti komersial PT Surya Permata Andalan Tbk. (NATO) mencatatkan pertumbuhan sebesar 216,46%. Meskipun tumbuh paling tinggi, saham ini hanya berkontribusi terhadap IHSG sebesar 6,97.
Posisi kedua terdapat PT Bintang Oto Global Tbk. (BOGA) dengan pertumbuhan sebesar 75,34% Ytd dengan kontribusi terhadap IHSG sebesar 5,13. Kemudian disusul oleh emiten pertambangan batu bara PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) dengan penguatan sebesar 64,52% dan kontribusi terhadap indeks 15,16.
Beberapa saham lain yang masuk yaitu PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA), PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), PT AlamTri Resources Indonesia Tbk. (ADRO), dan PT Bank Mega Tbk. (MEGA).
Kemudian PT Capital Financial Indonesia Tbk. (CASA) dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI).
Adapun, IHSG melemah sebesar 16,70% pada Oktober 2026. Angka ini menjadi yang terburuk dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.
IHSG pada Oktober tahun ini juga mencatatkan rekor terburuk jika dibandingkan dengan performa bulanan pada Oktober dalam 10 tahun terakhir. Bahkan, pada saat pandemi Covid-19 melanda di tahun 2020, IHSG Oktober mengalami penguatan terbesar pada 10 tahun terakhir dengan kenaikan 5,30%.
Tekanan berat IHSG sepanjang Oktober tahun ini dipengaruhi oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengeluarkan konsultasi publik terkait rencana perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market pada 16 Oktober 2026.
Rencana tersebut masih dalam tahap konsultasi dengan pelaku pasar dan keputusan final akan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027.
(asr/asr)


















