• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Fundamental BNI (BBNI) Kasih Sinyal Kuat Saham Bakal Bangkit

Fundamental BNI (BBNI) Kasih Sinyal Kuat Saham Bakal Bangkit

October 24, 2025
Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2%

Breaking! IHSG Anjlok 2%

October 15, 2026
IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok di Atas 1%

Breaking! IHSG Anjlok di Atas 1%

October 15, 2026
Suroso Isnandar Jadi Bos Baru PLN, Manajemen Buka Suara

Suroso Isnandar Jadi Bos Baru PLN, Manajemen Buka Suara

October 15, 2026
Waskita Beton (WSBP) Mau Ubah Utang Jadi Saham, Nilainya Rp1,71 T

Waskita Beton (WSBP) Mau Ubah Utang Jadi Saham, Nilainya Rp1,71 T

October 15, 2026
IHSG Anjlok di Atas 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok di Atas 1%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
IHSG Anjlok Diatas 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok Diatas 1%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok Diatas 1%

Breaking! IHSG Anjlok Diatas 1%

October 15, 2026
Gelar RUPSLB, Emiten Favorit Lo Kheng Hong ABMM Mau Ganti Direksi

Gelar RUPSLB, Emiten Favorit Lo Kheng Hong ABMM Mau Ganti Direksi

October 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 15, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Fundamental BNI (BBNI) Kasih Sinyal Kuat Saham Bakal Bangkit

12 months ago
in News
Fundamental BNI (BBNI) Kasih Sinyal Kuat Saham Bakal Bangkit
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk melesat 15% dalam sepekan terakhir, bertengger di level 4.380 hingga akhir sesi I hari ini, Jumat (24/10/2025).

Hal itu tidak terlepas dari apresiasi pasar terhadap emiten bank pelat merah tersebut. Sepanjang 20-23 Oktober 2025, BBNI menjadi saham dengan net buy investor domestik tertinggi atau Rp 217,2 miliar. 

Bila ditarik lebih panjang, saham BBNI masih dalam fase kontraksi. Sepanjang tahun berjalan BBNI turun 4,14%. Hal ini seiring dengan tekanan terhadap industri perbankan di tengah permintaan kredit yang melemah dan biaya dana yang meningkat. 

Berdasarkan CNBC Indonesia Research, koreksi yang terjadi sepanjang tahun ini merupakan pembentukan base (fondasi) yang kuat. Dalam indikator momentum jangka pendek terlihat ada golden cross dari area oversold. Dalam analisis teknikal, ini adalah sinyal awal yang sangat umum bahwa tekanan jual telah mencapai puncaknya dan momentum beli mulai mengambil alih.

Lebih penting lagi, BBNI sedang dalam proses mengkonfirmasi pola reversal klasik yaitu double bottom. Level support kuat terlihat telah dua kali diuji di kisaran Rp 3.800-an dan gagal ditembus.

Pun saat ini harga BBNI telah berada di level resistance psikologis. Jika BBNI berhasil menembus level ini dengan volume yang kuat, secara teknikal ini adalah konfirmasi bahwa tren bearish telah berakhir dan tren bullish jangka menengah siap dimulai.

Sementara itu dari sisi fundamental, BNI tercatat tengah memupuk dana murah atau current account savings account (CASA). Dalam laporan keuangan terbaru, BNI menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp934,3 triliun pada kuartal III-2025. Perolehan ini tumbuh double digit atau melesat 21,4% secara tahunan (yoy).

Sepanjang tahun berjalan pertumbuhan dana murah atau current account savings account (CASA) lebih tinggi dibandingkan dengan penyaluran kredit baru. Perusahaan mencatat CASA tumbuh Rp 50,1 triliun (9% ytd), sedangkan kredit tumbuh Rp 36,3 triliun (5% ytd). 

Hal itu berimbas kepada cost of fund yang secara bulanan turun 40 basis poin (bps) menjadi 2,8%.

Menurut Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta apresiasi pasar terhadap BNI meningkat seiring dengan publikasi laporan keuangan kuartal III-2025. 

“Terlihat bahwasanya BBNI ini melalui kenaikan double digit ya dari sisi dana murah, sehingga ini menjadi faktor yang bagus di tengah kondisi industri yang masih perang bunga,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (24/10).

Mirae Asset menargetkan tiga level kenaikan harga atau take profit (TP) di level 4.710. Sementara itu, area support atau batas bawah harga ditetapkan di level 3.840 dan 3.610 sebagai area pertahanan jika terjadi koreksi.

Nafan menyebut, secara fundamental, saham BBNI masih tergolong undervalued. Rasio price to earnings (PE) berada di level 7,22 kali, sedangkan price to book value (PBV) hanya 0,91 kali. Angka tersebut menunjukkan harga saham masih berada di bawah nilai wajarnya dibandingkan dengan bank jumbo lain. 

Hal senada juga dikatakan oleh Analis Doo Financial Futures Lukman Leong yang mengatakan bahwa saham BBNI menjadi rekomendasi para analis karena memiliki fundamental yang kuat.

“Memang BBNI sangat direkomendasi oleh analis-analis. Data fundamental yang kuat, NPL rendah, harga murah, dukungan pemerintah,” ungkapnya.

Secara teknikal, dia memperkirakan target batas atas atau resistance di kisaran 4.500-4.700, sedangkan untuk batas bawah atau breakout berpotensi membawa ke kisaran 5.600-5.800.

Adapun selain pertumbuhan dana murah, BNI juga terbilang agresif melakukan ekspansi digital dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini telah mendorong pertumbuhan fee-based income sebesar 11,5% yoy, menjadi Rp 13,1 triliun. 

Sementara itu, BNI mencatat total penyaluran kredit BNI tumbuh 10,5% yoy, menjadi Rp812,2 triliun hingga kuartal III-2025. Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menjelaskan, pertumbuhan tersebut tercatat merata di seluruh segmen bisnis, mencerminkan portofolio kredit yang semakin sehat dan berimbang.

“Pertumbuhan kredit BNI kini lebih seimbang di seluruh segmen, baik korporasi, menengah, maupun UMKM. Hal ini menunjukkan efektivitas strategi pembiayaan kami dalam menjaga kualitas aset sekaligus mendorong pertumbuhan sektor produktif,” ujar Paolo.

Kredit korporasi naik 12,4% yoy menjadi Rp450,7 triliun, ditopang peningkatan pembiayaan kepada korporasi swasta, BUMN, dan institusi. Sementara itu, kredit segmen menengah tumbuh 14,3% yoy, dan kredit UMKM non-KUR meningkat 13,9% yoy menjadi Rp46,3 triliun, menandakan komitmen BNI dalam memperkuat sektor riil dan mendorong kemandirian ekonomi nasional.

Segmen konsumer juga menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 9,6% yoy menjadi Rp150,2 triliun, ditopang pembiayaan KPR, personal loan, dan kartu kredit. Sinergi dengan anak perusahaan turut memperkuat ekosistem bisnis BNI, tercermin dari pertumbuhan kredit usaha di level grup yang naik 15,3% yoy menjadi Rp17,4 triliun.

Kualitas kredit BNI juga terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (NPL gross) berada di kisaran 2,0%, sementara Loan at Risk (LAR) membaik ke level 10,4%.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Kinerja Positif Diakui Dunia, BNI Masuk Daftar Global 2000 Forbes 2025




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2%

Breaking! IHSG Anjlok 2%

October 15, 2026
IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .