• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Harga Nikel Kembali Tembus US.000, Tertinggi Dalam 15 Bulan

Harga Nikel Kembali Tembus US$17.000, Tertinggi Dalam 15 Bulan

January 6, 2026
Perdagangan Saham Dihentikan Sementara oleh Bursa, ADHI Buka Suara

Perdagangan Saham Dihentikan Sementara oleh Bursa, ADHI Buka Suara

August 24, 2026
Bos PT DSI Tegaskan Beda Peran dengan Bursa Mineral

Bos PT DSI Tegaskan Beda Peran dengan Bursa Mineral

August 24, 2026
PT DSI Ambil Margin Fee dari Eksportir, Ini Penjelasannya

PT DSI Ambil Margin Fee dari Eksportir, Ini Penjelasannya

August 24, 2026
Detik-detik Rp534 Triliun Dana Kelolaan Lenyap di Lantai Bursa

Detik-detik Rp534 Triliun Dana Kelolaan Lenyap di Lantai Bursa

August 24, 2026
Transaksi Tambang-Sawit Wajib Lewat Bursa Mineral, Ini Bocorannya

Transaksi Tambang-Sawit Wajib Lewat Bursa Mineral, Ini Bocorannya

August 24, 2026
Asing Mulai Balik ke SBN & Saham Bikin Rupiah Makin Strong

Asing Mulai Balik ke SBN & Saham Bikin Rupiah Makin Strong

August 24, 2026
PPATK-Polri Bongkar Sindikat Siber, Kerugian Capai US0.000

PPATK-Polri Bongkar Sindikat Siber, Kerugian Capai US$350.000

August 24, 2026
Susunan Direksi-Komisaris DSI, Ada CEO Freeport & Eks Bos Bank Dunia

Susunan Direksi-Komisaris DSI, Ada CEO Freeport & Eks Bos Bank Dunia

August 24, 2026
Susunan Pengurus DSI, Ada CEO Freeport Hingga Eks Bos Bank Dunia

Susunan Pengurus DSI, Ada CEO Freeport Hingga Eks Bos Bank Dunia

August 24, 2026
Bos Danantara Buka-bukaan Rahasia Bisnis Emas ANTAM

Bos Danantara Buka-bukaan Rahasia Bisnis Emas ANTAM

August 24, 2026
Sah! DPR Setujui Sarjito Jadi Bos OJK Pengawas Bursa Mineral

Sah! DPR Setujui Sarjito Jadi Bos OJK Pengawas Bursa Mineral

August 24, 2026
Sah! DPR Setujui Sarjito Jadi Bos OJK Pengawas Bursa Mineral

Sah! DPR Setujui Sarjito Jadi Bos OJK Pengawas Bursa Mineral

August 24, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, August 25, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Harga Nikel Kembali Tembus US$17.000, Tertinggi Dalam 15 Bulan

8 months ago
in News
Harga Nikel Kembali Tembus US.000, Tertinggi Dalam 15 Bulan
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga nikel dunia kembali menyentuh level US$ 17.000 per ton untuk pertama kalinya dalam 15 bulan terakhir. Harga nikel nikel kontrak tiga bulan di Bursa Logam London (LME) ditutup di level US$ 17.003 per ton pada perdagangan Senin (5/1/2025). Sebelumnya, harga kontrak nikel 3 bulan di LME terakhir kali mencapai level tersebut pada Oktober 2024.

Kenaikan harga nikel global yang melonjak hampir 20% dalam tiga minggu terakhir terjadi di tengah pengurangan pasokan global dari Indonesia, produsen nikel terbesar di dunia. Pemerintah RI diketahui baru-baru ini mengusulkan pengurangan produksi nikel sebesar 34% dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026 untuk mengatasi kekhawatiran yang meningkat tentang kelebihan pasokan dan peringatan dari para penambang bahwa kualitas bijih semakin memburuk.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan, tren harga komoditas saat ini, khususnya batu bara dan nikel, tengah mengalami tekanan akibat kelebihan pasokan di pasar global, termasuk yang berasal dari Indonesia.

Oleh karena itu, pihaknya akan berupaya menjaga pasokan dari Indonesia agar tidak berlebih di pasar, sehingga bisa mendongkrak harga.
Selain pertimbangan harga, Bahlil menekankan, rencana pembatasan produksi tersebut juga lantaran agar cadangan dalam negeri tidak ditambang secara berlebihan.

Selain itu, lewat pemangkasan RKAB pemerintah juga berupaya untuk memastikan cadangan mineral dan batu bara tetap tersedia untuk masa depan, sekaligus menggunakan RKAB untuk menertibkan perusahaan-perusahaan yang abai terhadap aturan lingkungan.

Ini adalah langkah besar terbaru untuk mengekang kelebihan pasokan nikel sejak ekspansi signifikan sektor tambang nikel ketika Pemerintah RI melarang ekspor bijih pada tahun 2020.

Terlepas dari upaya untuk membatasi produksi, surplus yang berkepanjangan menyebabkan harga kontrak berjangka nikel lebih rendah daripada logam dasar lainnya, dengan Nornickel Rusia menaikkan perkiraan surplusnya untuk tahun depan menjadi 275.000 ton.

Selain itu, stok di LME meningkat lebih dari 93.000 ton menjadi 255.000 ton tahun lalu. Di sisi permintaan, tingkat pembelian baja tahan karat yang rendah secara global diimbangi oleh penggunaan nikel yang lebih tinggi dalam kendaraan listrik.

Mengutip data Refinitiv dalam polling Reuters, analis memperkirakan harga nikel global (rata-rata) berada di level US$ 15.857 per ton pada tahun 2026, dengan median berada di level US$ 15.755 per ton. Proyeksi tertinggi berada di level US$ 18.000 per ton dan terendah di level US$ 14.193 per ton.

Namun perlu dicatat, polling tersebut dilakukan dan diperbaharui pada 28 Oktober 2025 sebelum ada kabar terkait pemangkasan produksi di Indonesia. 

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Perdagangan Saham Dihentikan Sementara oleh Bursa, ADHI Buka Suara

Perdagangan Saham Dihentikan Sementara oleh Bursa, ADHI Buka Suara

August 24, 2026
Bos PT DSI Tegaskan Beda Peran dengan Bursa Mineral

Bos PT DSI Tegaskan Beda Peran dengan Bursa Mineral

August 24, 2026
PT DSI Ambil Margin Fee dari Eksportir, Ini Penjelasannya

PT DSI Ambil Margin Fee dari Eksportir, Ini Penjelasannya

August 24, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .