• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932

IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932

July 1, 2026
Rekening Judol Nambah Terus, Bos OJK Mau Keluarin ‘Jurus’ Ini

Rekening Judol Nambah Terus, Bos OJK Mau Keluarin ‘Jurus’ Ini

July 14, 2026
BEI Tambah Kriteria HSC, 37 Saham ‘Jumbo’ Bakal Masuk Daftar

BEI Tambah Kriteria HSC, 37 Saham ‘Jumbo’ Bakal Masuk Daftar

July 14, 2026
Bunga Tinggi, Bos Otomotif Ungkap Efeknya ke Penjualan Mobil

Bunga Tinggi, Bos Otomotif Ungkap Efeknya ke Penjualan Mobil

July 14, 2026
Jumlah Rekening Dolar Naik 58%, Perbanas Ungkap Penyebabnya

Jumlah Rekening Dolar Naik 58%, Perbanas Ungkap Penyebabnya

July 14, 2026
Bursa Efek Indonesia Cecar Emiten TGUK Soal Pendapatan, Ada Apa?

Bursa Efek Indonesia Cecar Emiten TGUK Soal Pendapatan, Ada Apa?

July 14, 2026
OJK Gelar Forum Tata Kelola dan Risiko Manajemen, Usung Ini

OJK Gelar Forum Tata Kelola dan Risiko Manajemen, Usung Ini

July 14, 2026
IHSG Tak Bergeming Hari Ini, Bertahan di Level 6.000-an

IHSG Tak Bergeming Hari Ini, Bertahan di Level 6.000-an

July 14, 2026
RUU PFII Masih Digodok, Baru 20 dari 97 DIM Substansi Dibahas

RUU PFII Masih Digodok, Baru 20 dari 97 DIM Substansi Dibahas

July 14, 2026
Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp18.080

Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp18.080

July 14, 2026
Protelindo Caplok 51% Saham DATA, Geser iForte Sebagai Pengendali

Protelindo Caplok 51% Saham DATA, Geser iForte Sebagai Pengendali

July 14, 2026
OJK Sambut Baik Keputusan S&P Pertahankan Rating Surat Utang RI

OJK Sambut Baik Keputusan S&P Pertahankan Rating Surat Utang RI

July 14, 2026
Rekening di Bawah Rp100 Juta Naik Pesat, Tabungan Jumbo Tancap Gas

Rekening di Bawah Rp100 Juta Naik Pesat, Tabungan Jumbo Tancap Gas

July 14, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 14, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932

2 weeks ago
in News
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin (29/6/2026), melanjutkan upaya pemulihan setelah ambruk dalam pada perdagangan pekan lalu.

Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG naik 0,61% atau bertambah 35,89 poin ke level 5.932,03.

Nilai transaksi tercatat mencapai sekitar Rp 110,45 miliar dengan volume perdagangan 142,23 juta saham yang diperdagangkan dalam 23.927 kali transaksi. Sebanyak 201 saham menguat, 103 saham melemah, sementara 309 saham bergerak stagnan.

Beberapa menit setelah pasar buka, IHSG tercatat malah turun ke zona merah dan terkoreksi hingga 0,24%

Adapun emiten dengan nilai transaksi terbesar pada awal perdagangan hari ini adalah BBCA, BBRI, BMRI, DSSA dan MAPI.

Pasar keuangan akan memasuki pekan yang padat sentimen dengan sederet data ekonomi penting dari dalam maupun luar negeri.

Fokus pelaku pasar dalam beberapa hari ke depan tertuju pada data inflasi Indonesia, neraca perdagangan, hingga laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berpotensi mengubah ekspektasi arah suku bunga global.

Perkembangan perang juga akan tetap menjadi perhatan investor.

Investor juga akan mencermati aktivitas manufaktur China, inflasi kawasan Eropa, serta pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh. Rangkaian data tersebut diperkirakan menjadi penentu utama pergerakan rupiah, IHSG, pasar obligasi, hingga harga komoditas sepanjang pekan ini.

Sementara itu, Bursa Asia-Pasifik bergerak beragam pada perdagangan Senin (29/6/2026) setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat menyusul serangan terbaru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pelaku pasar kini mencermati potensi berlanjutnya konflik yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan pasokan energi global.

Melansir CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,35% pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks Topix masih mampu menguat 0,43% di tengah sentimen pasar yang cenderung berhati-hati.

Pasar saham Korea Selatan mengalami tekanan cukup besar dengan indeks Kospi merosot 2,29% saat pembukaan perdagangan. Di sisi lain, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq justru menguat 0,97%.

Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 naik 0,41%. Pergerakan yang beragam di kawasan mencerminkan respons investor terhadap meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah.

Ketegangan kembali memanas setelah AS menyerang sejumlah target militer Iran pada akhir pekan lalu. Serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas aksi Teheran yang melancarkan serangan di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.

Presiden AS Donald Trump kemudian mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran melalui unggahan di Truth Social. Trump menyebut pesawat militer AS telah menghantam lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran serta situs radar pesisir karena dianggap kembali melanggar perjanjian gencatan senjata.

Di sisi diplomatik, upaya perundingan untuk mengakhiri konflik dilaporkan mengalami kebuntuan. Sumber dari Pakistan yang terlibat dalam proses negosiasi mengatakan pembicaraan saat ini ditangguhkan, meskipun seluruh pihak masih mempertahankan perwakilan mereka di Swiss untuk melanjutkan diskusi jika situasi memungkinkan.

Harga minyak dunia turut merespons perkembangan tersebut dengan kenaikan pada awal perdagangan. Minyak Brent menguat 0,8% menjadi US$72,57 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 1,1% ke level US$70 per barel.

Di Amerika Serikat, kontrak berjangka saham utama bergerak menguat meskipun pasar masih dibayangi ketidakpastian geopolitik. Futures Dow Jones naik 124 poin atau 0,2%, sedangkan futures S&P 500 dan Nasdaq-100 masing-masing menguat 0,4% dan 0,5%.

Wall Street sendiri baru saja menutup pekan yang beragam dengan rotasi investasi keluar dari saham teknologi menuju sektor lain. Sepanjang pekan lalu, S&P 500 terkoreksi hampir 2% dan Nasdaq Composite anjlok 4,6%, sementara Dow Jones justru menguat 0,6%.

Saham-saham teknologi raksasa menjadi sumber tekanan utama bagi pasar. Nvidia dan Alphabet masing-masing kehilangan lebih dari 8%, sedangkan Meta Platforms, Apple, dan Amazon turun lebih dari 4%.

Presiden Yardeni Research, Ed Yardeni, menilai investor mulai mengalami “kelelahan AI” atau AI fatigue. Menurutnya, pasar mulai mempertanyakan apakah belanja besar-besaran perusahaan teknologi untuk infrastruktur kecerdasan buatan akan menghasilkan keuntungan yang sepadan di masa depan.

Pekan ini juga menandai berakhirnya perdagangan bulan Juni. Hingga penutupan Jumat lalu, S&P 500 tercatat turun sekitar 3% sepanjang bulan ini, Nasdaq merosot lebih dari 6%, sementara Dow Jones masih mencatat kenaikan lebih dari 1%.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Rekening Judol Nambah Terus, Bos OJK Mau Keluarin ‘Jurus’ Ini

Rekening Judol Nambah Terus, Bos OJK Mau Keluarin ‘Jurus’ Ini

July 14, 2026
BEI Tambah Kriteria HSC, 37 Saham ‘Jumbo’ Bakal Masuk Daftar

BEI Tambah Kriteria HSC, 37 Saham ‘Jumbo’ Bakal Masuk Daftar

July 14, 2026
Bunga Tinggi, Bos Otomotif Ungkap Efeknya ke Penjualan Mobil

Bunga Tinggi, Bos Otomotif Ungkap Efeknya ke Penjualan Mobil

July 14, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .