• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Ini Penyebab IHSG Galau, Pagi Hijau Siang Merah

Ini Penyebab IHSG Galau, Pagi Hijau Siang Merah

April 20, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2%

Breaking! IHSG Anjlok 2%

October 15, 2026
IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok di Atas 1%

Breaking! IHSG Anjlok di Atas 1%

October 15, 2026
Suroso Isnandar Jadi Bos Baru PLN, Manajemen Buka Suara

Suroso Isnandar Jadi Bos Baru PLN, Manajemen Buka Suara

October 15, 2026
Waskita Beton (WSBP) Mau Ubah Utang Jadi Saham, Nilainya Rp1,71 T

Waskita Beton (WSBP) Mau Ubah Utang Jadi Saham, Nilainya Rp1,71 T

October 15, 2026
IHSG Anjlok di Atas 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok di Atas 1%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
IHSG Anjlok Diatas 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok Diatas 1%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok Diatas 1%

Breaking! IHSG Anjlok Diatas 1%

October 15, 2026
Gelar RUPSLB, Emiten Favorit Lo Kheng Hong ABMM Mau Ganti Direksi

Gelar RUPSLB, Emiten Favorit Lo Kheng Hong ABMM Mau Ganti Direksi

October 15, 2026
Dolar AS Strong & Minyak Memanas, BI Mati-matian Jaga Rupiah

Dolar AS Strong & Minyak Memanas, BI Mati-matian Jaga Rupiah

October 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 15, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Ini Penyebab IHSG Galau, Pagi Hijau Siang Merah

6 months ago
in Market
Ini Penyebab IHSG Galau, Pagi Hijau Siang Merah
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi di zona merah, Senin (20/4/2026). Indeks parkir di level 7.621,58, turun 12,42 poin atau -0,16%. 

Sebanyak 387 saham turun, 305 naik, dan 267 stagnan. Nilai transaksi hingga siang ini mencapai Rp 9,36 triliun, melibatkan 23,1 miliar saham dalam 1,49 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun merosot jadi Rp 13.571 triliun.

Dua saham perbankan tercatat menjadi saham yang paling banyak ditransaksikan. BBCA mencatat total transaksi Rp 1,17 triliun dan BBRI Rp 903,9 miliar. Selain itu emiten Bakrie, BRMS juga banyak ditransaksikan dengan nilai mencapai Rp 715,3 miliar. 

Mengutip Refinitiv, ketiga saham tersebut juga menjadi penopang IHSG agar tidak jatuh lebih dalam. Akan tetapi tidak cukup kuat untuk menahan koreksi emiten-emiten Prajogo Pangestu. 

BRPT yang merosot 4,93% ke level 2.120 mengikis IHSG sebesar 6,19 poin. Lalu BREN yang turun 2,26% menyeret IHSG sebesar 5,53 indeks poin. Emiten Prajogo lain yang juga masuk dalam daftar top laggards siang ini adalah CUAN (-2,2 indeks poin) dan TPIA (-2,07 indeks poin). 

Sebagai informasi, pagi tadi IHSG membuka perdagangan dengan kenaikan 0,39%. Kendati sempat merosot ke zona merah pada awal-awal perdagangan, tetapi IHSG berhasil kembali memantul ke atas. 

Akan tetapi menjelang akhir sesi 1, IHSG tidak mampu membendung tekanan dan berakhir di zona merah. 

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih volatile sepanjang pekan ini setelah Iran kembali memblokade Selat Hormuz setelah sempat menyampaikan gencatan senjata.

Di luar dinamika perang, pelaku pasar akan menyoroti keputusan suku bunga Bank Indonesia yang diumumkan pada Rabu pekan ini.

Pengiriman melalui Selat Hormuz terhenti total pada Minggu setelah Iran kembali menegaskan kendali atas jalur perairan strategis yang menjadi kunci pasokan energi global, hanya beberapa hari sebelum gencatan senjata rapuh dengan Amerika Serikat dijadwalkan berakhir.

Negosiator utama Iran mengatakan pembicaraan terbaru dengan AS menunjukkan kemajuan, sementara Presiden Donald Trump menyebut ada “percakapan yang sangat baik” dengan Teheran.

Namun, kedua pihak tidak memberikan rincian spesifik. Kepala negosiator Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengatakan kedua negara masih memiliki perbedaan besar terkait isu nuklir dan Selat Hormuz, dua hambatan utama dalam negosiasi.

Amerika Serikat menyatakan telah menyita kapal kargo Iran yang mencoba menerobos blokade, sementara Iran mengancam akan membalas. Situasi ini memicu kekhawatiran gencatan senjata kedua negara bisa runtuh sebelum berakhir pekan ini.

Iran juga menolak putaran baru perundingan damai yang direncanakan AS di Islamabad, sehingga prospek perdamaian makin tidak pasti.

Ketegangan ini membuat harga minyak melonjak. Minyak Brent crude naik sekitar 7% ke US$96,85 per barel, sementara futures S&P 500 turun 0,9% di awal perdagangan Asia.

Perang yang kini memasuki pekan kedelapan disebut telah memicu guncangan pasokan energi global paling parah dalam sejarah, terutama akibat gangguan di Selat Hormuz, jalur penting bagi sekitar 20% pasokan minyak dunia.

Pada Sabtu, Iran yang sebelumnya mengumumkan akan mengizinkan kapal melintas di Hormuz, berbalik arah dengan menuduh Washington melanggar perjanjian gencatan senjata karena tetap mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Dari dalam negeri, agenda yang paling ditunggu oleh para pelaku pasar adalah pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada Selasa dan Rabu pekan ini (21-22/4/2026). Pada pertemuan bulan sebelumnya, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75%.

Langkah tersebut sejalan dengan fokus utama bank sentral untuk memitigasi dampak rambatan global dan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Posisi Rupiah sebelumnya sempat mengalami tekanan hingga menyentuh Rp16.985 per dolar AS pada pertengahan Maret, yang dipicu oleh sentimen penghindaran risiko di pasar global.

BI juga akan mempertimbangkan dinamika laju inflasi domestik yang meningkat menjadi 4,76% secara tahunan pada Februari lalu. Mengingat realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal keempat 2025 yang solid di level 5,39%, Bank Indonesia dinilai masih memiliki ruang kebijakan yang memadai untuk mengelola stabilitas moneter.

(mkh/mkh)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Breaking! IHSG Anjlok 2%

Breaking! IHSG Anjlok 2%

October 15, 2026
IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

October 15, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .