• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Jelang Akhir Pekan Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp16.585

Jelang Akhir Pekan Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp16.585

September 11, 2026
iPhone Jadi Primadona, Hello Store Bidik Pasar di Pusat Jakarta

iPhone Jadi Primadona, Hello Store Bidik Pasar di Pusat Jakarta

September 11, 2026
Bursa Mineral Meluncur 2027, Pengusaha Nikel Nantikan 2 Hal Ini

Bursa Mineral Meluncur 2027, Pengusaha Nikel Nantikan 2 Hal Ini

September 11, 2026
IHSG Pangkas Koreksi, Turun 0,73% di Akhir Sesi 2

IHSG Pangkas Koreksi, Turun 0,73% di Akhir Sesi 2

September 11, 2026
Bankir Bongkar Investasi Pilihan Nasabah Kaya di Tengah Gejolak

Bankir Bongkar Investasi Pilihan Nasabah Kaya di Tengah Gejolak

September 11, 2026
Bukan RI, Investor China Amankan Aset ke Malaysia & Singapura

Bukan RI, Investor China Amankan Aset ke Malaysia & Singapura

September 11, 2026
Imbas Perang AS-Iran, Bank Besar Bakal Kena Sanksi

Imbas Perang AS-Iran, Bank Besar Bakal Kena Sanksi

September 11, 2026
Hello Store Bidik Pasar di Jantung Jakarta

Hello Store Bidik Pasar di Jantung Jakarta

September 11, 2026
Video: Sentimen Pendorong Pelemahan Rupiah

Video: Sentimen Pendorong Pelemahan Rupiah

September 11, 2026
Bos Kripto Raksasa Nekat Terjun ke Industri Minyak Venezuela, Ada Apa?

Bos Kripto Raksasa Nekat Terjun ke Industri Minyak Venezuela, Ada Apa?

September 11, 2026
NexAI (MGLV) Mau Rights Issue, Bidik Dana Segar Rp2,53 Triliun

NexAI (MGLV) Mau Rights Issue, Bidik Dana Segar Rp2,53 Triliun

September 11, 2026
Membangun Backbond Digital di Era AI

Membangun Backbond Digital di Era AI

September 11, 2026
Lapor ke Danantara, Pertamina Rampungkan Streamlining 31 Perusahaan

Lapor ke Danantara, Pertamina Rampungkan Streamlining 31 Perusahaan

September 11, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, September 11, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Jelang Akhir Pekan Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp16.585

3 hours ago
in Market
Jelang Akhir Pekan Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp16.585
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah menutup perdagangan terakhir pekan ini dengan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah bergerak dalam rentang cukup lebar sepanjang perdagangan. Mata uang Garuda dibuka melemah 0,23% di posisi Rp17.570/US$, kemudian tertekan hingga menyentuh level terlemah hari ini di Rp17.620/US$.

Tekanan terhadap rupiah mulai berkurang menjelang akhir perdagangan. Rupiah menguat 35 poin dari posisi terlemahnya dan ditutup di level Rp17.585/US$ atau terdepresiasi 0,31% terhadap dolar AS.

Meski melemah pada perdagangan hari ini, rupiah masih membukukan penguatan sekitar 0,26% dalam sepekan dari posisi penutupan Jumat pekan lalu di Rp17.630/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,05% ke posisi 99,096.


Pelemahan rupiah hari ini sejalan dengan penguatan indeks dolar AS di pasar global. Greenback bertahan di sekitar level tertinggi seminggu ini di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.

Dolar sebelumnya mendapat tenaga setelah data menunjukkan indeks harga produsen AS meningkat 0,4% pada Agustus.

Kenaikan harga energi menjadi salah satu pendorong meningkatnya tekanan harga di tingkat produsen.

Penguatan dolar juga ditopang oleh aliran dana menuju aset aman di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.

Harga minyak melanjutkan kenaikan selama enam hari berturut-turut. Harga minyak Brent pada perdagangan Asia naik 1,2% ke US$108,96 per barel setelah menembus level US$100 pada awal pekan ini.

Tingginya harga energi mendorong pelaku pasar memperbesar peluang kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed). Berdasarkan perangkat CME FedWatch, pasar kini memperhitungkan probabilitas sebesar 71,3% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan pekan depan, meningkat dari 61,2% pada perdagangan sebelumnya.

Perubahan ekspektasi tersebut turut mengangkat imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield US Treasury tenor 10 tahun naik 2,3 basis poin ke level 4,965% atau semakin mendekati 5%.

Kenaikan imbal hasil obligasi AS dapat meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar sekaligus menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Perhatian pasar kini tertuju pada rilis inflasi konsumen AS yang dijadwalkan pada Jumat waktu setempat. Data tersebut menjadi salah satu indikator ekonomi utama terakhir sebelum The Fed menggelar pertemuan FOMC pada 15-16 September mendatang.

Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat semakin memperbesar peluang kenaikan suku bunga The Fed, mengangkat dolar AS, dan menambah tekanan terhadap rupiah. Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dapat meredakan ekspektasi pengetatan moneter serta memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
iPhone Jadi Primadona, Hello Store Bidik Pasar di Pusat Jakarta

iPhone Jadi Primadona, Hello Store Bidik Pasar di Pusat Jakarta

September 11, 2026
Bursa Mineral Meluncur 2027, Pengusaha Nikel Nantikan 2 Hal Ini

Bursa Mineral Meluncur 2027, Pengusaha Nikel Nantikan 2 Hal Ini

September 11, 2026
IHSG Pangkas Koreksi, Turun 0,73% di Akhir Sesi 2

IHSG Pangkas Koreksi, Turun 0,73% di Akhir Sesi 2

September 11, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .