Jakarta, CNBC Indonesia – PT Fast Food Indonesia Tbk (KFC Indonesia) pada 2025 berhasil menurunkan rugi secara signifikan.Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, KFC Indonesia mencatat penurunan rugi bersih sebesar 53,74% menjadi Rp 369,24 miliar, mencerminkan efektivitas strategi efisiensi dan penguatan fundamental bisnis yang dijalankan secara konsisten.
Perbaikan kinerja ini terutama didorong oleh implementasi berbagai inisiatif dan efisiensi biaya yang dilakukan secara konsisten sepanjang tahun 2025 diantaranya optimalisasi struktur biaya operasional melalui pengendalian pengeluaran yang lebih disiplin di seluruh lini bisnis dan rasionalisasi biaya overhead, termasuk efisiensi biaya administrasi, pemasaran dan biaya umum lainnya.
KFC Indonesia juga melakukan optimalisasi utilisasi aset dan sumber daya untuk meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan. Serta, penguatan pengendalian internal dan monitoring biaya secara berkala guna memastikan keberlanjutan program efisiensi.
Implementasi inisiatif digitalisasi dan otomatisasi proses operasional juga dilakukan KFC Indonesia untuk meningkatkan produktivitas dan menekan biaya. Termasuk, penyesuaian dan penyelarasan struktur organisasi guna mendukung operasional serta efektivitas pengambilan keputusan.
Selain itu, Perseroan juga berhasil mencatat pendapatan yang relatif stabil di angka Rp4,89 triliun, dengan kualitas profitabilitas yang menunjukkan peningkatan. Beban pokok penjualan berhasil ditekan sebesar 1,96% menjadi Rp2,00 triliun, sehingga mendorong peningkatan margin laba dari 58,3% menjadi 59,1%.
Perbaikan ini didukung oleh berbagai inisiatif strategis, termasuk peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi rantai pasok, serta pelaksanaan program promosi yang lebih selektif dan terukur untuk menjaga kualitas pertumbuhan.
Langkah efisiensi juga tercermin dari pengendalian biaya secara disiplin di seluruh lini bisnis, termasuk rasionalisasi biaya overhead, optimalisasi utilisasi aset, serta implementasi inisiatif digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas.
Perbaikan kinerja ini turut tercermin pada rugi operasional yang berhasil ditekan secara signifikan, serta arus kas operasional yang menunjukkan penguatan seiring dengan peningkatan kualitas operasional Perseroan.
Di sisi neraca, Perseroan juga memperkuat struktur keuangan dan likuiditas. Rasio lancar meningkat dari 26,90% menjadi 33,49%, didukung oleh langkah refinancing yang dilakukan secara proaktif untuk mengoptimalkan profil jatuh tempo kewajiban dan meningkatkan fleksibilitas arus kas.
Struktur permodalan turut diperkuat melalui aksi penambahan modal pada pertengahan 2025, serta peningkatan ekuitas yang signifikan menjadi Rp435,86 miliar. Selain itu, Perseroan juga melakukan langkah strategis melalui divestasi sebagian kepemilikan pada entitas anak perusahaan untuk memperkuat posisi likuiditas, dengan tetap mempertahankan pengendalian.
Ke depan, KFC Indonesia akan terus melanjutkan transformasi bisnis dengan fokus pada efisiensi, penguatan operasional, serta inovasi produk guna mendorong pertumbuhan yang lebih sehat, berkualitas, dan berkelanjutan.
(dpu/dpu)
Add
as a preferred
source on Google

















