• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Saham BREN & DSSA Jadi Beban, IHSG Turun 0,24% ke 7.541

Saham BREN & DSSA Jadi Beban, IHSG Turun 0,24% ke 7.541

April 22, 2026
Bos BI Janji Jaga Pertumbuhan Uang Primer di Atas 12% Tahun Ini

Bos BI Janji Jaga Pertumbuhan Uang Primer di Atas 12% Tahun Ini

April 22, 2026
Usai Pengumuman MSCI Investor Kompak Obral Saham BREN & DSSA

Usai Pengumuman MSCI Investor Kompak Obral Saham BREN & DSSA

April 22, 2026
KFC (FAST) Buktikan Pemulihan Kinerja, Fundamental Bisnis Kian Menguat

KFC (FAST) Buktikan Pemulihan Kinerja, Fundamental Bisnis Kian Menguat

April 22, 2026
Harga Saham di Luar Nalar, Investor Kok Tetap Serbu Saham CASA?

Harga Saham di Luar Nalar, Investor Kok Tetap Serbu Saham CASA?

April 22, 2026
Kasus Credit Union Paroki Aek Nabara Tuntas, Ini Kata BNI

Kasus Credit Union Paroki Aek Nabara Tuntas, Ini Kata BNI

April 22, 2026
Lengkap! Keputusan BI Tahan Lagi Suku Bunga Acuan 4,75% di April 2025

Lengkap! Keputusan BI Tahan Lagi Suku Bunga Acuan 4,75% di April 2025

April 22, 2026
Pengumuman! Warga RI Bisa Pakai QRIS di China Mulai 30 April 2026

Pengumuman! Warga RI Bisa Pakai QRIS di China Mulai 30 April 2026

April 22, 2026
Video: BI Rate Ditahan – Evaluasi MSCI Dipantau, IHSG Makin Tertekan

Video: BI Rate Ditahan – Evaluasi MSCI Dipantau, IHSG Makin Tertekan

April 22, 2026
BNI Telah Kembalikan Full Dana Credit Union Paroki Aek Nabara Rp28 M

BNI Telah Kembalikan Full Dana Credit Union Paroki Aek Nabara Rp28 M

April 22, 2026
Punya Asuransi Pokemon -Pembatalan Tiket

Punya Asuransi Pokemon -Pembatalan Tiket

April 22, 2026
BNI Telah KembalikanFull Dana Credit Union Paroki Aek Nabara Rp28 M

BNI Telah KembalikanFull Dana Credit Union Paroki Aek Nabara Rp28 M

April 22, 2026
Saham Kurang Free Float & Masuk HSC Bakal Didepak dari LQ45 & IDX30

Saham Kurang Free Float & Masuk HSC Bakal Didepak dari LQ45 & IDX30

April 22, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, April 22, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Saham BREN & DSSA Jadi Beban, IHSG Turun 0,24% ke 7.541

2 hours ago
in Lifestyle
Saham BREN & DSSA Jadi Beban, IHSG Turun 0,24% ke 7.541
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah hari ini, Rabu (22/4/2026). Indeks turun 17,77 poin atau 0,24% ke level 7.541,61 pada akhir perdagangan sesi kedua.

Sebanyak 440 saham naik, 240 turun, dan 141 tidak bergerak. Nilai transaksi hari ini mencapai Rp 18,15 triliun, melibatkan 49,44 miliar saham dalam 2,95 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun turun menjadi Rp 13.361 triliun.

Mayoritas sektor perdagangan berada di zona hijau dengan koreksi terbesar dibukukan sektor infrastruktur, energi dan barang baku. Sementara itu industri, finansial dan konsumer primer mencatatkan kenaikan tertinggi hari ini.

Emiten konglomerat tercatat menjadi pemberat kinerja IHSG hari ini, termasuk emiten Grup Barito milik Prajogo Pangestu dan emiten Grup Sinar Mas.

Emiten batu bara Dian Swastatika Sentosa (DSSA) tercatat menjadi pemberat utama kinerja IHSG dengan pelemahan 23,81 indeks poin. Saham DSSA hari ini turun 9,71% ke Rp 2.510 per saham.

Lalu diikuti oleh Barito Renewables Energi (BREN) yang hari ini turun 9,62% ke Rp 5.400 per saham dan berkontribusi atas pelemahan 21,21 indeks poin.

Kedua emiten ini diketahui mengalami tekanan jual signifikan oleh investor setelah pengumuman MSCI yang kemungkinan berdampak atas dikeluarkannya saham BREN dan DSSA dari indeks MSCI Global Standard.

Pelaku pasar akan mencermati sejumlah sentimen pasar hari ini, baik yang datang dari dalam ataupun luar negeri.

Kebijakan suku bunga dan dampak keputusan MSCI diperkirakan akan menjadi sentimen terbesar dari dalam negeri sementara hearing calon Chairman The Fed yang baru, Kevin Warsh, serta perkembangan perang akan menjadi penggerak pasar dari luar negeri.

Presiden Donald Trump resmi memperpanjang gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran pada Selasa waktu setempat. Trump beralasan pemerintah Teheran kini sedang terpecah secara serius sehingga perlu tambahan waktu untuk merumuskan proposal damai.

Trump mengatakan gencatan senjata yang semula berakhir Rabu akan terus berlaku sampai para pemimpin Iran menyerahkan proposal terpadu guna mengakhiri konflik dengan AS dan Israel.

Langkah ini muncul di tengah mandeknya jalur diplomasi. Rencana kunjungan Wakil Presiden JD Vance ke Pakistan untuk putaran kedua perundingan damai dilaporkan ditunda.

Media pemerintah Iran Tasnim News Agency juga menyebut delegasi Teheran menolak hadir dalam negosiasi lanjutan karena menilai AS menghambat tercapainya kesepakatan.

Ketegangan pun belum reda. Penasihat Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menilai keputusan Trump hanya siasat untuk membeli waktu sebelum serangan baru dilancarkan. Ia juga menegaskan blokade pelabuhan Iran oleh U.S. Navy setara dengan aksi pengeboman dan layak dibalas secara militer.

Bagi pasar global, fokus utama kini tertuju pada Strait of Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia. Iran sebelumnya menutup akses selat tersebut di awal perang. Trump menyatakan gencatan senjata hanya bisa bertahan jika jalur pelayaran itu dibuka penuh.

Meski perang belum berakhir, keputusan Trump memperpanjang gencatan senjata sementara meredakan risiko lonjakan baru harga energi dan gejolak pasar keuangan global.

Selanjutnya ada Kevin Warsh yang baru saja menjalani sidang konfirmasi di Senat AS sebagai calon Chairman bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) yang baru. Dia menegaskan The Fed akan tetap independen dari White House jika ia terpilih.

Warsh menghadapi pertanyaan soal kebijakan moneter, kekayaan pribadinya, hingga kedekatannya dengan Presiden Donald Trump. Jika lolos, ia akan menjadi Ketua The Fed terkaya dalam sejarah.

Warsh menegaskan dirinya tidak pernah berjanji kepada Presiden rump untuk memangkas suku bunga jika resmi memimpin bank sentral AS. Pernyataan itu disampaikan dalam sidang konfirmasi di Senat AS, saat pasar global tengah menyoroti masa depan arah kebijakan moneter Negeri Paman Sam.

Warsh menyebut Trump tidak pernah meminta komitmen soal level suku bunga, meski sebelumnya Trump berkali-kali menyatakan berharap Warsh akan menurunkan bunga jika terpilih.

Dari dalam negeri hari ini, Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan kebijakan suku bunga. Pelaku pasar memperkirakan bank sentral masih akan menahan suku bunga acuannya pada pertemuan kali ini.

Konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia dari 14 lembaga/institusi menunjukkan hasil yang kompak. Seluruh responden memproyeksikan BI akan kembali mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pertemuan RDG kali ini.

Pada RDG BI terakhir di Maret 2026, BI kembali memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75%. Keputusan tersebut menjadi kali keenam BI menahan suku bunga acuannya secara berturut-turut. Jika kembali dipertahankan pada RDG April ini, maka langkah tersebut akan menjadi kali ketujuh secara beruntun.

Dalam pernyataan resminya pada Maret lalu, BI menegaskan keputusan tersebut diarahkan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah, sekaligus menjaga pencapaian sasaran inflasi.

Selanjutnya ada sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang telah memberikan pengumuman yang menilai reformasi pasar modal Indonesia pada 20 April 2026. Pengumuman ini merupakan tindak lanjut dari rilis sebelumnya pada 27 Januari 2026, saat pembekuan rebalancingnya atas indeks Indonesia.

Dalam tinjauan indeks Mei 2026, MSCI memutuskan mempertahankan kebijakan sementara yang telah berlaku untuk sekuritas Indonesia. Kebijakan tersebut mencakup pembekuan peningkatan Foreign Inclusion Factors (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta tidak menambahkan saham baru ke indeks MSCI Investable Market Indexes (IMI).

Selain itu, salah satu langkah MSCI yang konsisten dengan perlakuannya terhadap sekuritas yang diidentifikasi serupa di pasar lain adalah menghapus sekuritas yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia sebagai bagian dari kerangka kerja High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.

Keputusan MSCI untuk mengeksekusi penghapusan emiten HSC pada Mei mendatang akan memicu restrukturisasi portofolio asing yang terukur. Penghapusan saham seperti BREN dan DSSA diproyeksikan akan memaksa likuidasi dana pasif sekitar Rp25,5 triliun.

Dengan posisi IHSG yang saat ini berada di level 7.500, ketiadaan pembeli di pasar negosiasi dapat memaksa harga kedua saham terkoreksi signifikan untuk menemukan titik ekuilibrium baru.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Australian Soon-to-Be Property Billionaire Jamie McIntyre Eyes Bold Expansion in Indonesia with Planned Mini-Cities

Australian Soon-to-Be Property Billionaire Jamie McIntyre Eyes Bold Expansion in Indonesia with Planned Mini-Cities

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bos BI Janji Jaga Pertumbuhan Uang Primer di Atas 12% Tahun Ini

Bos BI Janji Jaga Pertumbuhan Uang Primer di Atas 12% Tahun Ini

April 22, 2026
Usai Pengumuman MSCI Investor Kompak Obral Saham BREN & DSSA

Usai Pengumuman MSCI Investor Kompak Obral Saham BREN & DSSA

April 22, 2026
KFC (FAST) Buktikan Pemulihan Kinerja, Fundamental Bisnis Kian Menguat

KFC (FAST) Buktikan Pemulihan Kinerja, Fundamental Bisnis Kian Menguat

April 22, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .