• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Konflik Timur Tengah Bayangi Harga Minyak, Brent Masih di Atas US0

Konflik Timur Tengah Bayangi Harga Minyak, Brent Masih di Atas US$100

October 13, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,82% pada Akhir Sesi I

IHSG Ditutup Menguat 0,82% pada Akhir Sesi I

October 14, 2026
Indeks Dolar AS Melemah, Rupiah hingga IHSG Kompak Menghijau

Indeks Dolar AS Melemah, Rupiah hingga IHSG Kompak Menghijau

October 14, 2026
Perdagangan Saham Nominal Baru PBSA Mulai Hari Ini

Perdagangan Saham Nominal Baru PBSA Mulai Hari Ini

October 14, 2026
MSCI Jadi Momok! IHSG Sudah Anjlok 31%, Rp5.548 Triliun Lenyap

MSCI Jadi Momok! IHSG Sudah Anjlok 31%, Rp5.548 Triliun Lenyap

October 14, 2026
Pemegang Saham Pegendali VICI Lepas 402,48 Juta Saham

Pemegang Saham Pegendali VICI Lepas 402,48 Juta Saham

October 14, 2026
IHSG Melesat 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Melesat 1%, Ini Penyebabnya

October 14, 2026
Breaking! IHSG Melesat 1%

Breaking! IHSG Melesat 1%

October 14, 2026
BTPN Syariah (BTPS) Bakal Buyback Saham Rp1 Triliun

BTPN Syariah (BTPS) Bakal Buyback Saham Rp1 Triliun

October 14, 2026
Bidik Pasar RI, Investor Kakap UEA Masuk ke Majoris Asset Management

Bidik Pasar RI, Investor Kakap UEA Masuk ke Majoris Asset Management

October 14, 2026
Investor Berebut! Pemerintah Kantongi Rp35 T dari Lelang Surat Utang

Investor Berebut! Pemerintah Kantongi Rp35 T dari Lelang Surat Utang

October 14, 2026
Emiten RI Ini Garap Program Rumah Subsidi Prabowo

Emiten RI Ini Garap Program Rumah Subsidi Prabowo

October 14, 2026
Dony Oskaria Sentil BUMN, Pelayanan Publik Jadi Tolok Ukur

Dony Oskaria Sentil BUMN, Pelayanan Publik Jadi Tolok Ukur

October 14, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, October 14, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Konflik Timur Tengah Bayangi Harga Minyak, Brent Masih di Atas US$100

1 day ago
in Lifestyle
Konflik Timur Tengah Bayangi Harga Minyak, Brent Masih di Atas US0
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak mentah dunia melemah pada perdagangan Selasa (13/10/2026), setelah sebelumnya melonjak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Meski terkoreksi, harga minyak Brent masih bertahan di atas US$100 per barel.

Merujuk data Refinitiv pada Selasa (13/10/2026) pukul 09.30 WIB, harga minyak Brent tercatat US$105,52 per barel, melemah 1,06% dibandingkan harga penutupan Senin (12/10/2026) sebesar US$106,65 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di US$92,61 per barel, turun 1,21% dari harga penutupan sebelumnya sebesar US$93,74 per barel.


Pelemahan terjadi setelah harga minyak melonjak hampir US$2 per barel pada perdagangan Senin, dipicu serangan terhadap sebuah bandara di Arab Saudi yang meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi di Timur Tengah.

Meski mengalami koreksi, harga minyak masih berada pada level tinggi di tengah berlanjutnya konflik Timur Tengah dan ketidakpastian perkembangan perang Rusia-Ukraina.

Konflik Timur Tengah Bayangi Pasokan Minyak

Mengutip Reuters, pasar minyak kembali menghadapi volatilitas akibat meningkatnya risiko gangguan pasokan dari serangan di Arab Saudi. Di sisi lain, pelaku pasar juga mempertimbangkan potensi tambahan pasokan diesel dari Rusia.

Perkembangan tersebut membuat investor terus mencermati arah konflik di Timur Tengah dan Rusia-Ukraina, terutama dampaknya terhadap distribusi dan ketersediaan energi global.

Kepala Strategi Investasi Saxo di Singapura, Charu Chanana, mengatakan bahwa risiko geopolitik kembali menjadi perhatian utama pasar ketika dampaknya mulai menjalar terhadap inflasi.

Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan mempertahankan imbal hasil obligasi pada level tinggi, sehingga turut membebani pasar saham global.

Tekanan tersebut terlihat pada perdagangan saham Asia, Selasa (13/10/2026). Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun sekitar 2% pada awal perdagangan, sementara indeks KOSPI Korea Selatan anjlok 6% dan Nikkei Jepang melemah 2,6%.

Harga Energi Tinggi Jadi Risiko Inflasi

Tingginya harga minyak juga menjadi perhatian menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) dan laporan keuangan perusahaan pada pekan ini.

Kenaikan harga energi dapat meningkatkan biaya transportasi, logistik, dan produksi, yang pada akhirnya berpotensi mendorong tekanan harga barang dan jasa.

Kondisi tersebut turut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed), terutama ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS berada di dekat level tertinggi dalam lebih dari dua dekade.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun tercatat sekitar 5,214% pada perdagangan Asia, tidak jauh dari level tertinggi 24 tahun sebesar 5,364% yang disentuh pekan sebelumnya.

Bagi Indonesia, harga minyak dunia yang bertahan tinggi perlu dicermati karena berpotensi meningkatkan biaya impor energi dan memberikan tekanan terhadap inflasi, terutama apabila penguatan harga berlangsung berkepanjangan.

(slm/slm)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Ditutup Menguat 0,82% pada Akhir Sesi I

IHSG Ditutup Menguat 0,82% pada Akhir Sesi I

October 14, 2026
Indeks Dolar AS Melemah, Rupiah hingga IHSG Kompak Menghijau

Indeks Dolar AS Melemah, Rupiah hingga IHSG Kompak Menghijau

October 14, 2026
Perdagangan Saham Nominal Baru PBSA Mulai Hari Ini

Perdagangan Saham Nominal Baru PBSA Mulai Hari Ini

October 14, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .